Memaknai Covid-19 pada Bulan Ramadhan

Ilustrasi ramadhan.

Oknovia Susanti
Dosen Fakultas Teknik Unand

Memasuki bulan suci Ramadhan 1441H ini tentu sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 menyebabkan WHO menekan perlunya pembatasan kegiatan sosial dan keagamaan demi mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19, penyakit yang menyebabkan jenis baru virus korona (SARS-CoV-2).

Prosesi keagamaan jika memungkinkan dapat menggunakan platform alternatif seperti televisi, radio, media digital, dan media sosial.

Anjuran WHO tersebut tentu diikuti oleh pemerintah Indonesia dalam pelaksanaannya sesuai aturan-aturan agama dan kehidupan umat di Indonesia.

Ramadhan saat ini meminta kita untuk introspeksi diri, mengajarkan dan mengingatkan kita banyak hal, terutama pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat, baik dengan memakan makanan yang bersih dan juga kebersihan diri.

Memetik sebuah hadits yang menyatakan bahwa “annazofatu syathrun minal iman” atau kebersihan sebagai bagian dari keimanan memiliki dimensi yang luas dengan berbagai diskursus yang menyertainya.

Seakan mengingatkan kepada kita semua, bahwa kebersihan merupakan cerminan akan nilai keimanan seseorang dari sudut sosial yang berkolarobasi dengan keimanan pada Allah SWT sebagai wujud keimanan pribadi yang bermuara pada keimanan yang paripurna dan keimanan yang utuh sebagai manusia dan hamba Allah.

Hal ini tidak terkecuali berkaitan dengan kebersihan lingkungan hidup terutama di sekitar rumah, kompleks dan sebuah desa atau dusun.

Seperti kita ketahui bahwa Covid-19 ini bemula dari memakan hewan yang mengandung virus mematikan, seperti kelalawar, tikus, ular dan lain-lain.

Semua itu hanya bisa dilawan dengan perilaku hidup bersih dan memelihara diri untuk selalu hidup sehat. Korona tidak perlu ditafsirkan secara konspiratif dan rumit. Cukup ingatkan kembali umat untuk menjaga kebersihan dan untuk menjaga pola hidup sehat.

Semua kebersihan berawal dari mencuci tangan baru dilanjutkan dengan membersihkan yang lain. Seperti ketika memulai berwudhu, dimana diawali dengan membersihkan tangan baru diikuti kebersihan bagian tubuh lainnya.

Tangan adalah organ tubuh penting yang selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Mulai dari makan, berjabat tangan dengan orang lain, hingga menyentuh hewan peliharaan. Karena itu, tangan menjadi penting untuk dijaga kebersihannya karena akan berpengaruh besar pada kesehatan kita.

Dari penelitian sebelumnya menyatakan bahwa tangan yang kurang bersih bisa memicu terjadinya infeksi akibat tertular virus atau bahteri, tangan yang bersih menghindari resiko diare, karena kebersihan tangan menentukan kebersihan makanan, kebersihan tangan akan mengurangi kesehatan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut).

Kebersihan tangan juga dapat menghindari infeksi kuman resisten antibiotik, hal ini disampaikan oleh Centers for Disease Control di tahun 2018, menjaga kebersihan tangan dapat menurunkan risiko infeksi akibat kuman resisten antibiotik hingga 40%.

Dengan alasan-alasan tersebut, kini dapat dipahami kebersihan tangan menjadi sangat penting bagi kesehatan. WHO telah menyediakan 6 langkah ideal dalam mencuci tangan, yaitu dimulai dengan menggosokkan telapak tangan, bagian belakang tangan, sela-sela jari, bagian bawah kuku, bagian jempol, dan telapak jari.

Momentum inilah digunakan oleh Universitas Andalas Padang, khususnya Fakultas Teknik untuk ikut berkontribusi dengan segala bentuk tenaga dan pikiran untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Salah satunya adalah sebuah karya nyata dari mahasiswa Teknik Mesin Unand menyumbangkan alat pencuci tangan tanpa pegang ke alat. Alat ini adalah hasil diskusi penulis dengan mahasiswa, yang tentu mereka mempunyai potensi untuk menghasilkan karya.

Karya itu berawal dari sebuah pikiran sederhana, bagaimana meciptakan alat yang dapat dinikmati dan di rasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat, terutama di titik-titik yang memang sangat membutuhkan.

Ide ini muncul dari statemen para tim kesehatan untuk rajin mencuci tangan dengan sabun, dimana lebih efektif untuk menangkal virus dibanding dengan hand sanitizer.

Kalimat ini juga didukung oleh penelitian Professor ahli kimia dari University of New South Wales, Paul Thordarson, menjelaskan bahwa virus itu tersusun dari nanopartikel yang saling menyambung.

Penyambungnya adalah lipid atau lemak dimana hancur kalau terkena sabun. Alhasil karya mahasiswa ini langsung diberikan oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof.Dr-Eng Gunawarman, MT kepada direktur Rumah Sakit Umum Daerah Rasidin (dr. Herlin Sridiani, M.Kes), yang penyerahannnya juga dihadiri tim kesehatan RSUD Rasidin, mahasiswa dan dosen. Pemberian alat ini adalah dalam bentuk pengabdian Fakultas Teknik ke Masyarakat.

Alat ini bukan untuk sekedar sosialisasi namun tentu sebagai edukasi ke masyarakat bagaimana pentingnya mencuci tangan. Bulan suci Ramadhan adalah bulan dimana momen untuk mengobral kebaikan dan keutamaan yang dianugrahkaan Allah SWT kepada hamba-hambaNya yang dikehendaki.

Sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Thabrani dan Ibn Khuzaimah bahwa seandainya setiap hamba itu mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, maka niscaya ia berharap satu tahun itu bulan Ramadhan. Bagaimana tidak segala pahala amal ibadah yang dikerjakan pada bulan ini dilipatgandakan (HR Bukhari dan Muslim).

Virus korona yang telah menjadi pandemik dunia ini memberikan peringatan dan pembelajaran kepada masyarakat kita, bahwa kebersihan adalah bagian dari perilaku hidup shaleh.

Karena bersih diri secara jasmani akan menjadi diri bersih rohani. Bersih rohani, bersih pikiran dan hati yang kita gunakan dalam situasi saat ini.

Bersih Rohani ketika kita bersama-sama dengan khusuk untuk memohon ampun atas cobaan yg diberikan Allah terhadap kita. Kekuatan Ramadhan ini bisa jadi senjata bagi umat muslim untuk perang melawan Covid-19.

Doa-doa tentu kita panjatkan agar wabah ini cepat hilang dan kita kembali beraktivitas sediakala. Dan kita meyakini bahwa Doa itu Insya Allah akan terkabul karena itulah Janji Allah.

Seperti yang di sampaikan oleh ulama bahwa segala kebaikan dan doa-doa seorang hamba yang beriman dikabulkan (QS al-Baqarah [2]:186), apalagi mustajab pada bulan Ramadhan.

Momen yang baik juga bagi keluarga yang selama ini sibuk dengan berbagai kegiatan, baik kesibukan anak dengan tugas-tugas sekolah atau orangtua yang sibuk dengan kegiatan kantoran.

Instruksi pemda yang menganjurkan kita untuk banyak beraktivitas di rumah dan bekerja dengan sitem online sebenarnya banyak diambil positifnya. Hal terpenting adalah kesempatan waktu banyak bersama dengan keluarga, seperti menemani anak ketika mereka mengisi tugas-tugas selama bulan Ramadhan ini.

Tentu melalui bulan suci Ramadhan ini juga adalah kesempatan kita beribadah bersama dengan keluarga seperti membaca Al-Quran, shalat berjamaah dan lain-lain, yang mungkin selama ini kita tidak punya banyak waktu untuk menuntun anak manjalankan ibadah.

Dengan arti kata di bulan Ramadhan ini, disamping kita banyak berdoa sebagai kegiatan rohani tentu kita juga menjaga kebersihan jasmani diri, keluarga dan lingkungan sekitar agar Covid-19 segera hilang. Kegiatan ini merupakan senjata bagi umat Islam pada bulan suci Ramadhan ini untuk berperang melawan Covid-19. (*)