Kuda Hitam dari Solok Raya

Rezki Rifai
Founder Sikola Cafe

Membahas kontestasi pemilihan Gubernur Sumbar tidak akan pernah kehabisan bahan. Ketika mulai pendaftaran baru pasangan independen yang mendaftar yakni Fakhrizal dan Genius Umar. Sementara saat menunggu pendaftaran pasangan dari partai politik tiba-tiba wabah Covid-19 mulai menyerang. Akibat virus ini pilkada serentak juga diundur ke bulan Desember 2020.

Seperti yang kita tahu, beberapa nama yang berencana maju untuk kontestasi pilgub ini adalah Mulyadi, Nasrul Abit, Mahyeldi, Indra Catri, Riza Falepi, Febby Dt Bangso, Audy Johari dan Ali Mukhni serta Shadiq Passadigue. Sementara Khairunnas yang baru saja terpilih sebagai Ketua Partai Golkar Provinsi Sumbar memilih untuk maju ketiga kalinya di Kabupaten Solok Selatan. Wah, apabila terpilih duet bapak dan anak akan mewarnai eksekutif dan legislatif di sana, di mana Zigo Rolanda yang merupakan anak kandung Khairunnas saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Solok Selatan.

Ada satu calon yang selama ini jarang terdengar, ternyata cukup sering bergerilya di rakyat badarai, khususnya di daerah selatan Sumbar yang dikenal dengan kawasan Solok Raya terdiri dari Kabupaten Solok, Kota Solok dan si bungsu Kabupaten Solok Selatan.

Gusmal, bupati Kabupaten Solok ini merupakan pejabat karir yang berhasil mencapai puncak sebagai kepala daerah dua periode. Periode kepemimpinannya mirip dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di mana ada periode yang melompat, yakni 2005-2010 dan 2016-2021. Pada periode ke-2 ini, Gusmal dan wakilnya Yulfadri Nurdin memperkenalkan empat pilar pembangunan Kabupaten Solok.

Yakni, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan penyelenggaraan pemerintah yang baik dan bersih berdasarkan Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah (ABS – SBK). Pencapaian ke empat pilar tersebut cukup meyakinkan. Saat ini, Kabupaten Solok telah mempunyai lembaga pendidikan mulai dari PAUD sampai dengan perguruan tinggi. Kabupaten Solok juga sudah mempunyai RSUD Arosuka dan puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.

Di bidang ekonomi kerakyatan pun industri UMKM berkembang dengan sangat pesat, sektor pariwisata jangan ditanya, mulai dari Festival 5 Danau, Tour De Singkarak sampai Nagari Jawijawi sebagai kampung budaya yang menjadi pusat percontohan kehidupan Minangkabau.

Gusmal merupakan birokrat yang benar-benar paham tentang birokrasi pemerintahan. Pengalamannya dimulai dari menjadi staf di Bappeda Kabupaten Solok, Kasi di Bappeda, Kabid di Bappeda, Kabag Pembangunan di Sekkab Solok, Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Bappeda, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah dan akhirnya mencapai jabatan karir tertinggi sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Solok di zaman mantan Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Sumbar sekaligus Bupati Kabupaten Solok Gamawan Fauzi.

Bergelut di birokrasi yang notabene membutuhkaan keahlian dan ketelitian, serta manajerial membuat jiwa kepemimpinan Gusmal terasah. Ini terbukti saat pilkada tahun 2005 berpasangan dengan Desra Ediwan Anantanur berhasil menjadi pemenang. Keberhasilan Gusmal di periode pertama kepemimpinannya akhirnya dilanjutkan pada periode kedua 2016-2021 ini bersama Yulfadri Nurdin.

Saat ini siapa yang tidak kenal Danau Singkarak, Danau Diateh Danau Dibawah, Danau Talang dan Danau Tuo (lima danau), sehingga seorang penggiat pariwisata dan mantan Menteri PPN/ Kepala Bappenas RI yang sekarang Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri, Andrinof A Chaniago saat menjadi Komisaris Utama Bank BRI memberikan perhatian khususnya untuk menata pesanggrahan Singkarak dan juga membuat spot berswafoto di atas puncak danau kembar tersebut.

Belum lagi mendunianya Beras Solok dan Kopi Radjo Solok. Ini berkat lekat tangan bupati yang sangat dekat dengan masyarakatnya ini. Dengan keberhasilan tersebut, nama Gusmal mulai dilirik oleh beberapa calon gubernur untuk diajak menjadi pasangan wakil gubernurnya. Beberapa kali terlihat mengadakan pertemuan dengan Mulyadi anggota DPR RI dari Demokrat yang memang ditunjuk langsung oleh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi calon gubernur Sumbar untuk periode 2021-2024. Gusmal dengan pengalamannya sebagai birokrat puluhan tahun dan mengabdi hanya di Kabupaten Solok akan sangat diperhitungkan dari segi suara pemilih dari Solok Raya.

Jumlah pemilih di Solok Raya (Kabupaten Solok, Kota Solok dan Kabupaten Solok Selatan) yang hampir mencapai 500.000 suara akan sangat menggiurkan bagi yang akan meminang Gusmal menjadi pasangannya. Nama Gusmal memang sangat lekat dengan Solok. Sebagai putra daerah dan mencapai jabatan tertinggi tentunya akan membawa kebaikan bagi Solok.

Tinggal kita tunggu keseriusan dari Gusmal mendeklarasikan dirinya, serta mewakafkan waktu dan pikirannya untuk kawasan yang lebih luas yakni Provinsi Sumbar. Memang saat ini, Gusmal disibukan sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Solok, sehingga semua waktunya hampir tercurahkan dalam mitigasi, serta pemberantasan virus ini khususnya di Kabupaten Solok.

Tapi tidak mengurangi juga persiapan dan strategi untuk maju sebagai Wakil Gubernur Sumbar. Sebagai kuda hitam dari Solok sangatlah tepat disematkan kepada bupati yang akan mengakiri masa jabatannya tahun depan ini. Selamat berjuang Pak Datuak. Semoga sukses dan sehat selalu. (*)