Teknologi Industri Pertanian Harapan Masa Depan

260

Isril Berd

(Guru Besar Fateta Unand/Inisiator Pendiri)

Kehadiran Program Studi (Prodi) Teknologi Industri Pertanian salah satu upaya prospektif guna melengkapi prodi sebelumnya yaitu, Prodi Teknik Pertanian Biosistem dan Teknologi Hasil Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Unand yang kini memperingati hari jadinya ke-13, 15 Mei 2021 ini.

Alasan mewujudkan Prodi Teknologi Industri Pertanian didasarkan pada kebutuhan lulusan teknologi industri pertanian yang kian meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi agroindustri. Terutama, berkembangnya industri pertanian dari hulu sampai hilir, dan mengakomodir minat generasi milenial terhadap isu-isu strategis dalam dunia kerja, serta kompetensi sumber daya yang ada memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan di bidang keindustrian pertanian.

Prodi ini diinisiatori dan dimotori Dr Alfi Asben MS yang tentunya berkeinginan pula berperan serta dalam penyiapan sumber daya manusia teknologi industri pertanian melalui pendidikan formal. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk perubahan dan pergeseran persepsi masyarakat terhadap pertanian dan perubahan orientasi keilmuan yang berkembang, mendorong dilakukannya pembenahan penyelenggaran pendidikan teknologi pertanian di Indonesia.

Pembenahan didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggaraan aktivitas pertanian yang saat ini sudah tidak lagi didasarkan pada model pertanian konvensional. Namun, sudah sepenuhnya mengarah pada penyelenggaraan aktivitas sistem industri pertanian sustainable yang tidak lagi memisahkan aktivitas budidaya, pengolahan manufaktur dan pemasaran.

Intinya, menjadikannya sebagai satu kesatuan utuh hulu dan hilir dari produk pertanian. Perubahan ini menyebabkan domain cakupan material pertanian tidak lagi sebagai objek kajian, sehingga harus bergeser ke arah cakupan material sistem industri pertanian. Dinamika perubahan cakupan material dari pertanian ke industri pertanian menjadikan peta cakupan formal dan material, serta kompetensi masing-masing bidang studi dapat dibuat lebih jelas learning outcome-nya.

Mengembangkan keilmuan dalam lingkup teknologi industri pertanian melalui riset dan action riset sesuai dengan visi dan misi perguruan tinggi, serta mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi teknologi industri pertanian agar diperoleh lulusan mampu bersaing di era global.

Dan, juga bekerja sama dengan stakeholder, organisasi profesi, alumni dan industri dalam hal mengembangkan standar kompetensi lulusan, serta mengembangkan dan mengawal aplikasi teknologi industri pertanian. Seiring semakin berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi, serta pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi global berdampak pada cepatnya penyebaran informasi global dan mempengaruhi perkembangan dan kemajuan agroindustri tersebut.

Keadaan tersebut berdampak pada keberadaan Fateta Unand dengan termotivasinya prodi untuk mengembangkan kualitas staf edukatif, serta menambah fasilitas yang dapat mengakses secara luas perkembangan iptek global.

Kemajuan teknologi di bidang hayati tersebut, selanjutnya mempengaruhi cara pandang ilmuwan terhadap teknologi pertanian sebagai aktivitas untuk menghasilkan pangan, pakan dan serat. Perkembangan bioteknologi dan bioengineering selanjutnya mendorong para peneliti dan ilmuwan untuk melihat proses pertanian secara lebih rinci, sebagai proses sistem hayati yang kompleks yang menjalar ke seluruh dunia, baik negara maju maupun berkembang.

Perubahan cara pandang dan memaknai itu mengakibatkan terjadi pula pergeseran bidang ilmu yang dipelajari di lingkup teknologi pertanian. Bidang Ilmu Teknik Pertanian/Agricultural Engineering yang dianggap berjasa melahirkan dan mematri keberhasilan dalam pelaksanaan rekayasa engineering di bidang pertanian, saat ini telah bergeser ke arah Teknik Sistem Hayati, Biosystem Engineering. Dibidang Teknik Sistem Hayati, proses perekayasaan masuk dalam skala yang lebih kecil dan lebih kompleks, sesuai kompleksitas sistem hayati dan sistem habitat hidupnya.

Baca Juga:  Optimislah

Tekanan berat tidak hanya dialami oleh agroindustri menengah dan kecil, tetapi juga dialami oleh industri skala besar. Oleh karena itu, semua pihak terkait agroindustri yaitu perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi profesi harus bergerak cepat dan sistematik menyongsong era revolusi industri generasi keempat tersebut. Tantangan ini dapat menjadi peluang prospektif bagi sumber daya manusia agroindustri guna meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan agroindustri di Sumbar khususnya dan Indonesia umumnya.

Salah satu strategi pemerintah Indonesia menghadapi industri generasi keempat ini adalah lewat pengembangan start up usaha berbasis teknologi dengan memfasilitasi tempat inkubasi bisnis. Upaya ini telah dilakukan Kementerian Perindustrian dengan mendorong penciptaan wirausaha berbasis teknologi yang dihasilkan dan beberapa techno park yang dibangun di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, menjamur di mal-mal pusat kota dan pemukiman penduduk.

Begitu juga di Sumbar, pemerintah daerah sangat tanggap dan peduli dengan melakukan pembinaan. Di mana, diketahui sudah banyak difasilitasi untuk pembangunannya. Teknologi industri pertanian punya harapan besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah, di antaranya bidang gambir, kulit manis, cokelat , kelapa, kelapa sawit, garda munggu, sereh wangi, jarak untuk biofuel dan berbagai produk pertanian lainnya yang memerlukan penanganan teknologi pascapanen. Tak kalah hebatnya, perkembangan teknologi industri kuliner dan teknologi pangan lainnya bertumbuh dengan pesatnya di Sumbar.

Peranan teknologi di bidang pertanian sangatlah penting dimulai dari teknologi pra-panen; pascapanen dan teknologi pemasaran hasil pertanian yang menjadi tahapan teknologi, serta sangat dibutuhkan masyarakat kini dan mendatang. Dengan demikian, tidaklah berlebihan bila kebutuhan akan tenaga kerja di bidang teknologi industri pertanian semakin meningkat di masa mendatang.

Maraknya sistem pertanian berbudaya industri berdampak pada peningkatan peluang kerja. Sarjana teknologi industri pertanian diharapkan dapat merancang solusi praktis, efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam bidang produksi, pascapanen dan pengolahan, pengemasan, penyimpanan dan transportasi pangan, pakan, serat dan bahan bakar biofuel.

Diyakini bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional guna mewujudkan pertanian tangguh, efisien, modern, serta berbasis industri. Dan, suatu saat nanti kita tidak lagi mengekspor bahan mentah, namun mengekspor hasil industri pertanian berkualitas.

Dirgahayu Fateta Unand semoga semakin berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional dan ASEAN. Selamat buat Dekan Dr Feri Arlius dan seluruh civitas akademika Fateta Unand yang sukses menghantarkan status Fateta Unand di level elite perguruan tinggi di Indonesia. (*)