Majukan Kualitas Bangsa Berkarakter, Pengembangan Potensi Siswa Merdeka

14

Proses pembelajaran yang baik adalah proses untuk mencapai tujuan pendidikan. Ki Hadjar Dewantara menjelaskan tujuan pendidikan yaitu menuntut segala kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Oleh sebab itu, guru sebagai pendidikan diharapkan mampu sebagai penuntut laku dan pertumbuhan kodrat anak, Ki Hadjar Dewantara mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun.

Petani hanya dapat menuntun tumbuhnya jagung, ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman jagung, memberi pupuk dan air, membasmi ulat – ulat atau jamur – jamur yang menggangu hidup tanaman jangung dan lain sebagainya. Petani tidak dapat memaksa agar jagung tumbuh menjadi padi, begitu pun dengan pendidik.

Pendidik hanya bisa menuntun dan merawat tumbuh kembangnya anak sesuai dengan kodratnya. Bagaimana caranya seorang pendidik bisa memberikan stimulus yang baik untuk siswa hingga menuntunnya untuk bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendididkan. Guru yang profesional diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Professionalisme guru sebagai ujung tombak di dalam implemestasi kurikulum di kelas yang perlu mendapat perhatian.

Dalam proses belajara mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Pemahaman tentang berbagai potensi peserta didik mutlak harus dimiliki oleh setiap pendidik. Selain itu, dalam sistem pendidikan merdeka belajar tetap mengutaamakan pendidikan karakter.

Menumbuhkan bangsa yang berkarakter memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Pengajar dan pemerintah harus bekerja sama dalam mengikis nilai-nilai kebebasan dan individualisme yang melekat dalam diri pelajar. Terlepas dari itu, keluarga juga turut membentuk karakter seseorang sedari dini.

Keluarga harus menjadi lembaga pertama dan utana dalam memberikan pemahaman yang benar seputar karakter. Karakter dapat ditumbuhkan dari sikap keteladanan seseorang yang menjadi cerminan bagi orang lain. Pendidikan karakter hadir sebagai bingkai dalam implementasi program merdeka belajar.

Dalam program medeka belajar, langkah-langah penanaman karakter merupakan hal yang sangat krusial. Jika memperhatikan skema pendidikan karakter dalam program merdeka belajar, maka keberhasilan akan implementasinya akan sangat ditentukan oleh kepiawaian pendidik untuk menjadi inspirasi dan teladan bagi peserta didiknya sebagai bingkai program merdeka belajar di Indonesia.

Artikel ini akan membahas tentang: (1) Potensi siswa; (2) bangsa yang berkarakter; (3) Upaya pengembangan potensi siswa dalam meningkatkan kualitas bangsa yang berkarakter, dan (4) Merdeka Belajar.

Bangsa Yang Berkarakter

Arti kata dari karakter itu sendiri bisa bermakna akhlak, budi pekerti, sifat, perilaku, watak dan tabiat. Karakter seseorang disengaja atau tidak, bisa didapati dari orang lain di dekatnya atau yang sering berinteraksi dan berkomunikasi serta dapat mempengaruhinya sehingga ia mulai meniru ucapan maupun tingkah laku orang tersebut.

Sebagai contoh seorang anak cenderung untuk meniru perilaku orangtuanya. Peran guru sebagai ujung tombak terdepan dalam membentuk karakter peserta didik juga sangat menentukan sekali, disisnilah peran guru benar-benar diuji tugas pokok dna fungsinya sebagai pendidik.

Guru sudah tidak boleh lagi santai atau bahkan setengah hati dalam proses membentuk karakter peserta didik. Pepatah Jawa mengatakan guru adalah digugu dan ditiru, tindak tanduknya harus sesuai dengan apa yang diucapkan, berakhlak mulia, berbudi pekerti yang luhur, sehingga peserta didik akan lebih mudah meniru atau meneladani dilakukan oleh gurunya. Jadi sosok dan peran guru menentukan terbentuknya karakter peserta didik.

Baca Juga:  Tali Pembohong Itu Pendek

Potensi Siswa

Guru memegang peranan yagn sangat strategis terutama dalam membentuk watak bangsa serta mengembangkan potensi siswa. Kehadiran guru tidak tergantikan oleh unsur yang lain, lebih-lebih dalam masyarakat kita multicultural dan multidimensional, dimana peranan tekonologi untuk untuk menggantikan tugas-tugas guru sangan minimal.

Guru yang profesional diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Pembinaan potensi siswa bertujuan untuk memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan.

Pengembangan Potensi Siswa yang Merdeka

Pendidikan ibarat sebuah kunci untuk membuka pintu dunia. Pendidikan memegang perannan penting bagi kemajuan suatu bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mengutamakan pendidikan bagi warganya. Berbagai inovasi, pemikiran, pemikiran, penemuan, dan ide-ide cemerlang lahir dari proses pendidikan.

Pendidikan membuat suatu bangsa berpikir kreatif, kritis, dan ingin tahu. Bangsa yang tidak mengenal pendidikan lambat laun akan tergerus oleh arus zaman. Menumbuhkan bangsa yang berkarakter memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlepas dari itu, keluarga juga turut membentuk karakter seseorang sedari dini.

Keluarga harus menjadi lembaga pertama dan utama dalam memeberikan pemahaman yang benar seputar karakter. Karakter dapat ditumbuhkan dari sikap keteladanan seseorang yang menjadi cerminan bagi orang lain. Karakter ibarat sebuah pijakan yang menghantarkan kemajuan suatu bangsa.

Merdeka Belajar

Nadiem Makarin sebagai Menteri Pendidikan RI, sebagai mana yang dikutip oleh tempo. com 2019, menegaskan bahwa merdeka belajar merupakan program pendidikan yang memberikan kebebasan berinovasi. Merdeka belajar fokus pada kebebasan untuk belajar mandiri dan kreaktif.

Merdeka belajar akan mengubah paradigma lama terhadap pendidik sebagai penyampai informasi semata, menjadi pendidik sebagai fasilitataor dalam kegiatan belajar yang diharapkan menjadi penggerak dalam mengambil tindakan yang muaranya memberikan hal yang terbaik untuk siswa berbagi dalam proses pembelajaran.

Kesimpulan

Guru memegang peranan yang sangat strategis terutama dalam membentuk watak bangsa serta mengembangkan potensi siswa. Pemahaman tnetang berbagi potensi peserta didik mutlak harus dimiliki oleh setiap pendidik.

Menumbuhkan bangsa yang berkarakter memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Pengajar dan pemerintah harus bekerja sama mengikis nilai-nilai kebebasan dan individualisme yang melekat dalam diri pelajar. Keluarga harus menjadi lembagai pertama dan utama dalam memberikan pemahaman yang benar seputar karakter.

Karakter dapat ditumbuhkan dari sikap keteladanan seseorang yang menjadi cerminan bagi orang lain. Karakter ibarat sebuah pijakan yagn menghantarkan kemajuan suatu bangsa. Tugas ini sekarang sebagai pelajar, pengajar, pemerintah, dan keluarga adalah menggali kembali nilai-nilai kebenaran yang tergerus oleh arus zaman.

Karakter akan menempatkan manusia pada posisi yang tepat dan potensi yang maksimal. Maka mari kita memajukan bangsa kualitas bangsa yang berkarakter melalui pengembangan potensi siswa yang merdeka di dunia pendikan. (*)(Nova Noliza, Guru SMAN 1 Lubukbasung)