Andre Rosiade adalah “Koenci” Pembangunan Sumbar

185

Oleh: De Hansen

MAU tak mau, suka tak suka, kita semua harus angkat topi dengan Andre Rosiade, anggota DPR RI asal Sumbar dari Partai Gerindra. Selama nafas menempuh hidung, rasanya belum pernah ada kepala daerah, Bupati dan Wali Kota se-Sumbar, dibawa wara-wiri berdialog dengan para Menteri. Bukan sekadar bertemu, tapi juga membawa ratusan miliar Rupiah untuk membangun Sumbar.

Gerak cepat (gercep) Ketua Gerindra Sumbar ini sangat membantu para kepala daerah yang kebanyakan baru terpilih dalam Pilkada serentak 2020 kemarin. Mereka yang seakan dipusingkan oleh anggaran yang terimbas Covid-19, kini seperti bergairah. APBD yang cekak dan mayoritas hanya untuk gaji pegawai dan pembangunan alakadarnya, seperti ada harapan baru.

Para kepala daerah itu berpeluang dan segera mendapat anggaran dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mungkin seperti mimpi jadi kenyataan.

Andre tak lagi menghiraukan latar belakang partai politik para kepala daerah itu. Dia sudah seperti “connecting people” untuk pembangunan di Sumbar. Yang ada di pikirannya mungkin hanya bagaimana memperjuangkan Sumbar. Tentu, inilah yang kita tunggu-tunggu. Seorang pemimpin yang punya jaringan luas, punya pandangan ke depan yang tanpa batas dan mampu menghasilkan apa yang dibutukan oleh Sumbar.

Setidaknya, selama menjadi anggota DPR RI, Andre telah menunjukkan bagaimana menjadi wakil rakyat sesungguhnya. Menunjukkan apa yang orang lain rasanya tidak akan mampu melakukan. Teranyar, sudah 11 dari 19 Bupati/Wali Kota se-Sumbar yang telah mengikuti “road show” Andre kepada Menteri-Menteri Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin itu.

Sejatinya, apa yang dilakukan Andre membuatnya sangat dikagumi oleh para Bupati dan Wali Kota. Terlihat dari berbagai ucapan terima kasih dan testimoni yang beredar di dunia maya atau media sosial. Tak ragu-ragu, mereka menyampaikan terima kasih kepada Andre Rosiade yang telah menyambungkan dengan Menteri dan bicara program-program strategis di Sumbar. Yang kalau tidak ada pertemuan itu, mungkin masih di awang-awang.

Ada juga yang menyebut, Andre seperti ingin mengambil panggung Gubernur Sumbar Mahyeldi yang pada 100 hari kepemimpinannya belum menunjukkan apa-apa. Sebagai politisi PKS yang notabenenya adalah oposisi di tingkat pusat, tentu Buya Mahyeldi tak bisa selincah dan se-gercep Andre. Pertimbangan politis itu mungkin akan menghalanginya bertemu para Menteri.

Andre pun diselorohkan di berbagai grup whatsapp (WAG) mengadakan rapat koordinasi (Rakor) Bupati/Wali Kota se-Sumbar di Jakarta. Rakor yang biasanya digelar oleh Gubernur untuk memetakan pembangunan di Sumbar, atau saat ini untuk memastikan perkembangan kasus Covid-19 di Sumbar.

Lepas dari “peran” Gubernur yang diambil alih Andre Rosiade, tentu kita dapat melihat Andre sebagai seorang wakil rakyat yang betul-betul ingin Sumbar mendapatkan jatah “kue” APBN yang baik. Selama ini harus diakui, Sumbar sedikit terpinggirkan, bahkan untuk pembangunan jalan tol Padang-Sicincin saja belum ada kejelasan sampai sekarang. Sementara di ruas tol yang lain, Riau, sudah hampir rampung.

Baca Juga:  "Ratok Anak Rantau"

Mari kita lihat, kemana saja Andre membawa para kepala daerah itu. Dalam kunjungan tahap dua – setelah sebelumnya dengan Mendag M Lutfi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS), Andre kembali memboyong Wali Kota dan Bupati di Sumbar untuk bertemu dengan Menteri Kabinet Kerja II, Senin (12/04). Kali ini mereka bertemu dengan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki. Banyak program koperasi dan UMKM yang langsung disabet Bupati dan Wako.

Selanjutnya, Andre memasilitasi pertemuan sembilan kepala daerah dengan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Senin (12/4) malam. Menteri Trenggono didampingi sejumlah pejabat teras KKP, di antaranya Plt Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini, Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, dan Dirjen PDSPKP Artati Widiarti mengaku siap berkolaborasi dengan Sumbar.

Hari berikut bertemu Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, Andre memboyong 11 kepala daerah, Selasa (13/4). Meningkatkan kualitas pariwisata di Sumbar menjadi topik utama. Sandi didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hary Santosa Sungkari dan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Riski Handayani Mustafa.

Andre mengatakan, pertemuan 11 kepala daerah dengan Menparekraf adalah bentuk kerja nyata serta kolaborasi bersama untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatra Barat.

Road show berlanjut, sembilan kepala daerah bertemu dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian di kantor Kementerian PUPR, Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu, salah satunya terkait pembangunan jalan Tol Padang-Sicincin yang tersambung ke Pekanbaru, Riau yang mandek serta sejumlah program pembangunan strategis di Sumbar.

Tak sekadar bertemua, Andre juga menggelar pertemuan bersama Menteri PUPR Basuki Hadimulyono dan Menteri Perdagangan Mohammad Luthfi di kantor Kementerian PUPR, Jakarta.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Menteri Perdagangan ke sejumlah pasar rakyat di Sumatra Barat beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan, Andre Rosiade mendampingi Luthfi menyerahkan surat rekomendasi pembangunan Fase VII Pasar Raya Kota Padang dan Pasar Bawah Bukittinggi kepada Menteri PUPR.

Pekerjaan luar biasa yang dilakukan Andre Rosiade mengikis friksi-friksi yang terjadi pada Pilkada 2020. Meski sudah “bakuhampeh” dengan partai masing-masing, kini semuanya menyatu. Mengelilingi ibu kota negara demi mendapatkan program-program terbaik di Sumbar. Agar pembangunan di Sumbar terlaksana dengan baik dengan dukungan maksimal dari pusat. Tak salah kiranya kalau Andre disebut “koenci” atau kunci pembangunan Sumbar. (Pengurus Japnas Sumbar)

Previous articleGubernur Dukung Unand Teliti Pengintegrasian Kesiapsiagaan Covid-19
Next articleAndre Rosiade Apresiasi Kader Gerindra Berbagi saat Ramadhan