Waspadai Hama pada Tanaman Hias Philodendron

49

Oleh: Reswita, Mahasiswa S2 Program Studi Biologi, Universitas Andalas

Menanam tanaman hias untuk dijadikan dekorasi di rumah memang menyenangkan. Selain memberikan keindahan, memelihara tanaman hias juga dapat memberikan sirkulasi udara yang baik serta meningkatkan kualitas udara di sekitarnya, karena secara prinsip tanaman juga akan menangkap berbagai partikel polutan dari udara.

Tren tanaman hias akhir-akhir ini mengarah kepada tanaman hias jenis daun dengan morfologi yang beraneka bentuk dan warna. Atau masyarakat awam menyebutnya dengan jenis talas-talasan. Salah satunya adalah dari genus Philodendron.

Philodendron adalah sejenis tumbuhan dari famili Araceae, yang mempunyai banyak spesies. Philodendron berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata philo yang berarti cinta dan dendron yang berarti pohon.

Pada awal penemuannya genus Philodendron, kebanyakan species yang ditemukan berbentuk daun menyerupai hati sehingga memang tepat jika dijuluki pohon cinta. Karena keindahan bentuk dan warna-warni daunnya, Philodendron banyak disukai sebagai tanaman penghias ruangan atau taman.

Philodendron memiliki beragam bentuk daun, ada yang berbentuk hati, lanset, lanset berlekuk dan jari-jari. Begitu juga dengan ukuran helai daun dan panjang tangkai daun yang juga bervariasi.

Setiap orang yang membudidayakan tanaman hias di rumahnya tentunya berharap tanaman hiasnya tumbuh dan berkembang dengan sehat. Sayang jika ada serangan hama yang menyebabkan timbulnya penyakit dan membuat tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya. Ada beberapa hama yang menyerang tanaman hias khususnya tanaman Philodendron yakni ulat, Kutu daun, thrip, siput, kutu wool dan fungus gnat (Sari, UF, 2010).

  1. Ulat

Daun Philodendron bisa saja diserang oleh ulat dengan berbagai jenis dan ukuran. Ulat-ulat yang merusak daun Philodendron merupakan ulat kecil yang sering luput dari pengamatan kita. Namun hal itu bisa tidak terjadi jika kita meningkatkan kehati-hatian dengan mengamati serangga seperti kupu-kupu yang hinggap di sekitar tanaman untuk meletakkan telur-telurnya. Biasanya telur diletakkan pada permukaan bawah daun tanaman.

  1. Aphid

Hama Aphid termasuk ke dalam Ordo Hemiptera dari Family Aphididae atau dikenal juga dengan golongan kutu daun. Aphid bertubuh lunak berwarna kuning, hijau muda, atau coklat tua. Hama Aphid menghisap cairan tumbuhan untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya sehingga menyebabkan daun muda tanaman menjadi rusak dan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

3.Fungus Gnat

Fungus Gnat atau Braydaesia merupakan serangga yang dapat menjadi hama dengan cara merusak bagian akar, rambut akar, dan daun tanaman. Serangga tersebut berukuran cukup kecil yakni sekitar 1/8 inci.

  1. Kutu Wool (Mealy Bugs)

Hama Kutu wool juga dikenal dengan nama kutu putih. Hama yang termasuk family Pseudococcidae ini sangat populer karena hampir menyerang semua jenis tanaman pertanian dan perkebunan. Pada Philodendron hama ini ditemukan di ketiak daun, permukaan daun, di dalam seludang bunga dan pada akar.

  1. Thrip
Baca Juga:  Mudik, Wisata dan Pandemi

Thrip termasuk serangga dalam ordo Thysanoptera yang mempunyai ukuran tubuh yang sangat kecil yaitu sekitar 1/20 inci dan memiliki dua pasang rambut disayapnya. Thrip menyerang daun tanaman dengan cara menghisap cairan pada daun muda tanaman yang diserangnya.

  1. Siput

Siput yang menyerang daun Philodendron dapat berupa siput bercangkang dan siput telanjang. Siput termasuk Filum molusca dari Kelas Gastropoda yang suka hidup di tempat lembab dan gelap. Siput ini memakan daun dan meninggalkan bekas seperti gigitan ulat.

Tentunya pencinta tanaman hias Philodendron tidak menginginkan serangan-serangan hama tersebut, dan membutuhkan pengetahuan terkait hal apa saja yang bisa dilakukan agar tanaman hiasnya tetap tumbuh dengan sehat. Beda jenis serangan hama maka berbeda pula cara penanggulangannya.

Berikut beberapa penanggulangan serangan hama yang dapat dilakukan para pecinta tanaman hias Philodendron:

  1. Ulat

Pada umumnya ulat yang menyerang tanaman hias Philodendron merupakan larva kupu-kupu yang aktif pada malam atau dikenal dengan Ngengat. Teknik pengendalian hama ulat dapat dilakukan dengan memungut ulat yang ditemukan pada tanaman hias. Namun jika jumlahnya cukup banyak dapat juga dilakukan dengan pengendalian kimiawi dengan cara menggunakan insektisida.

  1. Aphid

Mengingat ukuran tubuh Aphid sangat kecil dan penyebarannya relatif cepat maka pengendalian aphid termasuk sulit dilakukan. Sehingga untuk mengatasi serangan hama Aphid dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida berdosis rendah.

  1. Fungus Gnat

Pengendalian hama Fungus Gnat dapat dilakukan dengan cara menyiramkan nematisida maupun insektisida, misalnya Vydate.

  1. Kutu Wool (Mealy Bugs)

Pengendalian hama Kutu Wool, dapat dilakukan dengan memberikan insektisida. Apabila serangan hama cukup berarti maka dapat dilakukan dengan menyemprotkan Confidor atau Agrimec pada dosis 0.25 ml/liter seminggu sekali.

  1. Thrip

Upaya pengendalian serangan hama Thrip dapat diusahakan dengan menjaga sanitasi lahan serta tanaman. Namun jika intensitas serangan cukup berat maka dapat dilakukan  penyemprotan dengan insektisida seperti Confidor.

  1. Siput

Mengingat pemakaian moluscacida untuk mengatasi serangan siput yang hanya bersifat sebagai pengusir sementara, maka cara pengendalian siput yang efektif dapat dilakukan dengan cara memungut siput-siput yang menyerang tanaman hias.

Nah, itu dia hama yang mungkin menyerang tanaman hias Philodendron yang harus diwaspadai. Dengan mengenali jenis-jenis hama pada tanaman hias maka akan dapat ditentukan upaya pengendalian yang efektif dan berbeda untuk setiap serangan hama. (***)

Previous articleTindak Lanjut Pertemuan Bupati-Menteri KP, Tim KKP Kunjungi Pessel
Next articleMotivasi Perempuan Semangat Berkarya, PLN Resmikan Gerakan Srikandi