Jangan Ambil Keuntungan saat Pandemi Covid-19

Oleh: Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi & Motivator Nasional

Saat pandemi Covid-19 ini banyak sekali orang yang mengalami kesusahan. Masalahnya beragam. Mulai dari yang terkait langsung hingga terkena dampaknya. Semua yang merasakannya perasaannya campur aduk: sedih, kecewa, kesal, frustasi, marah, dan sebagainya. Seluruhnya negatif. Mereka butuh bantuan segera.

Terkait dengan kondisi tersebut, mereka yang tidak terkena dampaknya baik langsung maupun tidak langsung,  sebaiknya melakukan beberapa hal. Itu untuk meringankan saudara-saudara kita yang menderita.

Pertama, mensyukurinya karena Tuhan baik sekali sehingga tidak mengalami dampak Covid-19. Bisa dibayangkan kalau terkena langsung ataupun tidak langsung, pasti menyakitkan sekali, baik pada si penderita maupun keluarganya.

Untuk itu agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Sang Pencipta. Secara sungguh-sungguh melaksanakan semua perintahNYA dan konsisten melakukannya.

Kedua, mengantisipasi secara serius. Simak baik-baik semua imbauan pemerintah dan laksanakan dengan sungguh-sungguh. Jangan anggap enteng.

Ingat Covid-19 setiap saat bisa mengenai siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Wabah yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya ini bisa menyerang setiap orang. Ironisnya wujudnya tidak kelihatan tapi membahayakan sekali. Ancamannya dahsyat dan luar biasa.

Hanya dengan melaksanakan imbauan pemerintah secara konsisten dan selalu berdoa kepada Tuhan sebagai upaya mengantisipasinya. Sejak minggu kedua Maret 2020 bersamaan dengan pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin Letjen TNI Doni Monardo, pemerintah lewat berbagai media setiap hari menyampaikan info tentang Covid-19 dan imbauan-imbauan.

Patuhilah semuanya. Ajak keluarga dan semua orang yang dikenal untuk mentaatinya. Beritahu dampaknya hingga yang sangat fatal yakni kematian bagi yang kena Covid-19. Dengan begitu mereka lebih hati-hati, waspada, dan mawas diri.

Ketiga, beri bantuan maksimal kepada orang-orang yang membutuhkannya. Sekalipun jangan pernah berpikir untuk mencari keuntungan dari mereka.

Ingat, orang yang sudah susah jangan dibuat makin susah. Mereka yang terdholimi doanya manjur dan potensi dikabulkan oleh Tuhan besar sekali.

Dalam situasi Covid-19 sangat keterlaluan kalau ada orang yang berusaha mengambil keuntungan dari mereka yang kesusahaan. Orang itu tidak punya nurani dan empati. Perilaku dan tutur katanya bisa membuat orang yang susah jadi makin susah.

Siapapun orangnya, kenal atau tidak dikenal, bantulahnya secara maksimal. Niatkan semuanya sebagai ibadah, sepenuhnya karena Tuhan.

Berempatilah kepada mereka. Bayangkan kalau itu terjadi pada diri sendiri dan keluarga. Pasti menyedihkan sekali dan butuh bantuan orang lain.

Ingat, sekecil apapun bantuan yang diberikan, kalau ikhlas melakukannya merupakan investasi sangat berharga baik di dunia maupun di akhirat. Tabungan itu nilainya besar sekali dan tidak dapat digantikan dengan uang berapapun.

Karena niatnya sepenuhnya ibadah, kalau bantuan yang diberikan berhasil, maka usahakan secara maksimal tidak menerima imbalan apapun dari mereka yang dibantu. Meski biasanya saking senangnya mereka mau membalas pertolongan itu.

Wujudnya beragam, mulai dari materi hingga bermacam barang. Mereka yang ekonominya mapan tidak sungkan-sungkan memberikan yang nilainya lumayan.

Ada kepuasan batin yang tiada tara saat bisa menolak semua pemberian itu. Tentunya menyampaikannya harus santun beretika.

Utarakan secara baik-baik. Dengan rendah hati sampaikan bahwa semua itu sepenuhnya karena Tuhan. Tanpa ridha dan izinnya sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.

Selanjutnya teruslah membantu siapapun. Jangan pernah lelah. Ucapan terima kasih dari mereka yang dibantu merupakan energi positif yang luar biasa.

Saat pandemi Covid-19 ini merupakan momentum yang sangat tepat membantu sesama. Apalagi jika menyadari betul bahwa ketika memberi bantuan pada orang lain, pada hakekatnya adalah menolong diri sendiri.

Jadi tunggu apa lagi. Teruslah membantu… membantu… membantu siapapun termasuk orang yang tidak dikenal hingga ajal menjemput kita. Aamiin ya robbal aalamiin…

Bahagialah orang yang dapat membantu. Alhamdulillah… Ingat sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberi manfaat pada sesama di manapun dia berada.(*)