QRIS sebagai Metode Transaksi New Life Style

62
Ilustrasi. (Foto: IST)

Wahyu Purnama A
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumbar

Ameh bapeti, kabau bakandang. Pepatah Minangkabau tersebut menyiratkan bahwa setiap barang berharga hendaknya disimpan baik-baik pada tempatnya. Selain itu, peribahasa tersebut juga dapat bermakna agar setiap orang pandai dan mampu mengurusi dirinya tanpa tergantung dengan orang lain. Di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang, ada baiknya kita tidak hanya berpangku tangan, tapi juga terus berusaha, bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dengan membuka peluang-peluang usaha dan layanan baru melalui digitalisasi.

Sebagaimana pepatah tersebut, digitalisasi memungkinkan data yang kita terima dapat tersimpan dengan baik. Jika terkait dengan usaha, maka data transaksi berupa uang masuk dan keluar, akan langsung tercatat dan dapat diakses secara efisien, mudah dan aman. Salah satu inovasi transaksi digital yang berkembang di dunia saat ini adalah QR Code.

Penggunaan QR Code sebagai instrumen pembayaran berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin luasnya penggunaan uang elektronik dan dompet digital seperti LinkAja, Go-Pay, OVO dan DANA. QRIS mengusung semangat Unggul yang mengandung makna Universal, Gampang, Untung, dan Langsung dan Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Handal). Harapannya, transaksi dengan QRIS dapat menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.

Berdasarkan data Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, walau berada di tengah perlambatan ekonomi global, tren ekonomi keuangan digital masih tetap meningkat dan diproyeksikan terus tumbuh. Digital payments tumbuh 20% pada dua tahun terakhir (2018-2019), dan pasarnya diproyeksikan akan terus tumbuh di kisaran 9%-17% pada tahun 2020-2023. Tren digitalisasi mengubah perilaku transaksi masyarakat menuju cara-cara yang mendukung mobilitas, kecepatan, keamanan dan fleksibilitas. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, integrasi ekonomi keuangan digital, terutama digital payment semakin penting.

Covid-19 telah menyebabkan pergeseran interaksi antar manusia dengan berkurangnya intensitas kontak fisik dan tatap muka, termasuk dalam bertransaksi. Adanya risiko penyebaran virus dan bakteri dalam bertransaksi membuat WHO turut menyarankan penggunaan mekanisme pembayaran contactless dan mobile. Bank Indonesia bersama pemerintah, menyiapkan “new life style” dengan memperluas pola transaksi pembayaran ke depan yang serba digital, contactless, dan tentunya lebih aman. QRIS hadir sebagai inovasi sistem pembayaran nasional. QRIS bukanlah aplikasi, namun merupakan salah satu fitur metode pembayaran digital sehari-hari yang sudah terintegrasi di aplikasi mobile banking atau mobile payment di ponsel Bapak/Ibu.

Pembayaran menggunakan QRIS dapat dilakukan tanpa kontak fisik sesuai protokol physical distancing. Pelanggan cukup scan menggunakan ponselnya dan kasir cukup memantau status transaksi dari aplikasi. Sementara untuk fitur QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM), pedagang/ merchant dengan mudah dapat mendistribusikan QRIS miliknya via aplikasi messaging dan konsumen/pelanggan dapat dengan mudah melakukan scan langsung QRIS yang diterima melalui galeri foto/ gambar di ponsel.

Di masa pandemi Covid-19 menuju “new life style”, BI fokus melakukan perluasan QRIS secara tematik pada perdagangan ritel seperti UMKM, pasar, toko/ warung penyedia bahan kebutuhan pokok, serta e-commerce, sosial keagamaan seperti donasi panti asuhan, rumah ibadah, penerimaan zakat, infaq dan sodaqoh (ZIS), serta bidang kesehatan seperti rumah sakit, klinik, praktik dokter, dan apotek, didukung oleh inovasi pendaftaran QRIS secara online, sosialisasi virtual, dan perluasan fitur QRIS TTM.

Sebagai informasi, pada bulan Maret lalu di acara Pekan QRIS Nasional (PQN) yang dilakukan serentak oleh 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN) seluruh Indonesia, BI Sumbar meresmikan QRIS market place Bajojo Online (bajojo.id) tanggal 14 Maret 2020 sebagai market place online-nya urang Minang. Ratusan merchants penjual bahan kebutuhan pokok dan sembako telah bergabung pada market place Bajojo, sehingga memudahkan masyarakat untuk membeli sembako secara online, tetap tinggal di rumah.

Selain itu, BI Sumbar juga turut memfasilitasi berbagai penggunaan QRIS, antara lain di Pasar Raya, Masjid Raya Sumbar, Dewan Masjid Kota Padang dan Panti Asuhan. BI Sumbar juga telah memperluas penggunaan QRIS hingga kantin-kantin di kampus Unand, rumah sakit, dan apotek, karena kami menilai QRIS dapat mengurangi risiko penyebaran virus dan penyakit karena transaksi dilakukan tanpa perlu melakukan kontak fisik, cukup scan, sesuai dengan kondisi new normal dan new life style ke depan. Selain itu, Kami memandang penggunaan QRIS penting untuk mempermudah cara bertransaksi bagi masyarakat. Banyak manfaat QRIS untuk semua.

Bagi pemerintah/ pemda: mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, terdatanya UMKM beserta transaksinya, membantu formulasi kebijakan, serta mendukung elektronifikasi transaksi pemda, termasuk sebagai akses rekening pendapatan daerah seperti pembayaran pajak daerah, retribusi parkir, dan pasar dan sebagainya.
Bagi masyarakat: sebagai alternatif pembayaran kekinian, pengeluaran tercatat, aman, cepat, nyaman, dan efisien. Bagi merchants/ pelaku usaha: penjualan berpotensi meningkat, mengurangi biaya pengelolaan kas, terhindar dari uang palsu dan tidak perlu menyediakan uang kembalian, transaksi tercatat otomatis dan langsung masuk ke rekening.

Bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP): sesuai tren digital retail payment, market baru untuk menawarkan produk finansial lainnya, data transaksi untuk credit profile dan penawaran pembiayaan ke merchant, serta menjaga loyalitas nasabah.

Sekitar 3,5 juta merchants telah menggunakan QRIS di seluruh Indonesia, di mana 87%-nya merupakan pelaku UMKM. Tren merchant QRIS pada usaha kecil, sosial keagamaan, dan bidang kesehatan semakin meningkat. Sementara di Sumbar sendiri, jumlah merchants QRIS telah mencapai 35.097 merchants (posisi 29 Mei 2020).

Pelaku usaha yang ingin mendaftar menjadi merchant, silakan hubungi penyelenggara QRIS berizin (cek di website BI), lalu menyiapkan dokumen seperti membuka rekening, juga nomor HP dan smartphone.

Akhir kata, QRIS merupakan ikhtiar kita bersama untuk mendorong perekonomian, mengikuti perkembangan zaman, dan gaya hidup baru, khususnya pasca pandemi. Semoga kita semua selalu mawas diri, sukses bertransformasi menuju digitalisasi, dengan semangat baru menjadi pribadi yang lebih baik lagi, sekaligus dapat saling mempererat tali silaturahim, baik antar pemerintah, pemangku kebijakan, cadiak pandai, alim ulama, masyarakat dan ninik mamak, media, serta pelaku usaha. Dek ameh sagalo kameh, dek padi sagalo jadi. Pakai aplikasi apapun boleh, yang utama transaksi ter-digitalisasi. Awak Basamo Pakai QRIS! (*)