VCO, Stem Cell, dan Kecantikan

12
Tristiana Erawati M Guru Besar Fakultas Farmasi Unair

DI era sekarang kecantikan menjadi idaman para perempuan. Perempuan dinilai cantik ketika kulitnya putih dan bersih. Seiring dengan banyaknya perempuan yang ingin tampil cantik, menjamur pula produk-produk kecantikan yang beredar di pasaran.

Tidak jarang untuk tampil cantik, perempuan berganti-ganti produk kecantikan. Ada yang merasa sudah memakai sesuai petunjuk, tapi tak kunjung mendapatkan hasil yang memuaskan. Bagaimana kosmetik bisa bekerja efektif dalam kulit itu bergantung pada bagaimana kosmetik bisa larut dalam kulit.

Mayoritas produk kosmetik dioleskan pada kulit. Semua mensyaratkan bahan aktif masuk atau berpenetrasi ke dalam kulit. Bahan aktif yang akan berpenetrasi harus dalam bentuk terlarut.

Selain kelarutan, faktor yang memengaruhi penetrasi bahan aktif adalah lipofilitas. Kemampuan senyawa kimia untuk larut dalam lemak, minyak, lipid, maupun pelarut nonpolar.

Untuk mengatasi permasalahan itu, beberapa penelitian dilakukan dengan memanfaatkan sistem penghantaran teknologi nano yang menggunakan lemak cair dan lemak padat yang distabilkan dengan surfaktan dan/atau kosurfaktan.

Jenis lemak cair/minyak yang dapat digunakan adalah lemak tumbuhan (minyak kedelai, minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak kelapa murni, olive oil, asam oleat). Sementara itu, lemak padat yang dapat digunakan, antara lain, beeswax (lilin lebah), Oleum cacao (lemak cokelat), Cetyl palmitate, Compritol 888, dan Glyceryl monostearate.

Minyak kelapa murni (VCO) dengan kandungan tertinggi asam lemak menghasilkan ukuran droplet paling kecil jika dibandingkan dengan minyak kedelai dan minyak jagung yang memiliki kandungan terbanyak asam lemak (Erawati et al, 2014).

Manfaat VCO untuk kecantikan, antara lain, melembapkan kulit kering, mempertahankan kekencangan kulit, membantu mengobati jerawat, mencegah penuaan dini, dan mengurangi peradangan.

Baca Juga:  Lebaran, Foto, dan Glorifikasi Desa

Untuk mendapatkan sistem penghantaran yang berukuran nano, perlu dipertimbangkan juga perbandingan jumlah lemak padat dan lemak cair yang digunakan, serta metode pembuatannya. Peningkatan penetrasi ke dalam kulit juga bisa dipercepat dengan menambahkan enhancer ke dalam sistem.

Di antaranya, essential oil (a.l minyak nilam, rosemary oil, peppermint oil) dan enhancer kimia (a.l Azone, Trancutol, Pirolidon, DMSO). Bahan aktif dengan molekul besar > 500 Da untuk dapat menembus stratum korneum memerlukan enhancer khusus. Salah satu molekul besar adalah growth factor yang terkandung dalam amniotic membrane stem cell-metabolite product (AMSC-MP).

AMSC-MP adalah produk metabolit dari stem cell yang diambil dari membran amnion dengan rata-rata ukuran molekul 20 kDa. Sebelumnya, pemanfaatan AMSC-MP untuk antiaging dapat dilakukan dengan teknik microneedle (Prakoeswo dkk, 2018) yang bersifat invasif.

Perkembangan selanjutnya, penggunaannya hanya dengan cara dioleskan.
Stem cell mampu memperbaiki sel kulit sehingga terlihat awet muda. Stem cell juga memberikan kelembapan, antioksidan, kolagen, serta melindungi kulit dari sinar UV dan radikal bebas.

Dahsyatnya manfaat stem cell membuat banyak klinik kecantikan menawarkan produk dengan penggunaan stem cell. Pemanfaatan penghantaran teknologi nano dan enhancer SPACE-peptide sangat menjanjikan bagi peningkatan penetrasi bahan obat dan kosmetik ke dalam kulit.

Stem cell yang berkolaborasi dengan teknologi nano menjadi masa depan produk kecantikan. Tantangannya ke depan adalah bagaimana stem cell sebagai produk kecantikan bisa murah dan dinikmati semua kalangan. Apa yang dilakukan perusahaan farmasi Jepang Ajinomoto Co. yang sedang mengembangkan StemFit bisa ditiru. (*)