Gerakan Peduli di Tengah Pandemi

Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni. (INTERNET)

Hampir tak ada ilmu pengetahuan yang memberi penjelasan, perjalanan hidup kita ditemukan situasi pandemi. Situasi ini bersamaan pula dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Inilah situasi yang menjadi ujian berat di tengah semangat membangun, beribadah, serta hal-hal yang kita ingin raih bersama.

Kita mesti berhenti pada satu titik untuk bergandeng tangan menyelamatkan tatanan kehidupan yang sudah berjalan ini. Tak boleh runtuh dan cerai-berai oleh ancaman pandemi Covid-19. Pemerintah Kabupaten Padangpariaman menyadari,
guncangan sosial karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sudah ditetapkan.

Begitu banyak rencana harus tertunda, begitu banyak rutinitas harus terhenti. Tiada jalan lain, kita harus menghadapi bersama. Kita kuat untuk itu.  Atas nama pemerintah Kabupaten Padangpariaman, mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah ikut ambil bagian untuk peduli terhadap keadaan ini. Para wakil rakyat, pengusaha, pekerja sosial, paramedis, para guru, satuan pengamanan, telah bahu-membahu turun ke masyarakat membantu keadaan. Semoga menjadi amal ibadah, di bulan penuh berkah ini. Amin.

Peduli Ulama
Kita punya modal sosial yang cukup baik untuk berbagi. Ada selalu muncul gagasan-gagasan untuk saling membantu. Seperti minggu lalu, pemerintah Kabupaten Padangpariaman minggu lalu melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Padangpariaman juga menyerahkan bantuan kepada para ulama, mubalig, dai, khatib, tuanku, senilai Rp 500 ribu per orang. Ada sekitar 340 orang yang mendapatkan bantuan yang tersebar di 17 kecamatan.

Bantuan ini dimaksudkan,lazimnya pada bulan suci ini kegiatan para alim ulama sangat padat. Mereka berceramah di setiap masjid, mushala, surau yang ada di Kabupaten Padangpariaman pada waktu menjelang Shalat Tarawih dan Shalat Subuh. Begitulah saban tahun, setiap bulan Ramadhan tiba.

Kini kegiatan itu terhenti karena ditiadakannya kegiatan berkumpul massa dalam jumlah banyak. Bantuan diharapkan membantu, walaupun dengan jumlah yang tak seberapa, agar mereka bisa tetap menjalankan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar mungkin saja dengan melalui media online.

Pemerintah Kabupaten Padangpariaman juga sedang menyiapkan bantuan-bantuan dalam skala yang lebih luas. Sesuai dengan kemampuan yang ada. Inilah fokus pemerintah di masa pandemi ini.

Bincang Online
Menjelang memasuki Bulan Suci Ramadhan 1441 H, melalui teknologi informasi yang tersedia, pemerintah Kabupaten Padangpariaman melaksanakan teleconference dengan Ketua MUI Sumbar Buya Haji Gusrizal Gazahar Lc MAg yang dihadiri Ketua Dewan Masjid Sumbar Prof Dr Duski Samad MAg, Sekkab Jonpriadi, Ketua MUI dan Ketua Baznas Padangpariaman.

Buya Gusrizal Gazahar menyatakan kondisi saat ini tentu tidak kita harapkan terjadi. Tapi marilah kita bersatu memperbanyak doa, bermunajat kepada Allah di setiap sepertiga malam terakhir agar Allah menjauhkan kita dari setiap penyakit dan musibah. Semoga doa kita di bulan suci agar pandemi Covid-19 cepat berlalu, diijabah Allah.

Lebih lanjut, Gusrizal mengatakan setiap wabah datang dari Allah dan tentu juga bisa dihentikan oleh-Nya. Sehingga yang bisa kita lakukan hanyalah meningkatkan terus keimanan dan ketakwaan, serta kenikmatan kita beribadah kepada Allah SWT.
Inilah teleconference yang membuat rasa haru sangat mendalam. Mengingat perjalanan kehidupan yang tak pernah diduga sebelumnya.

Kita ternyata menghadapi sebuah ujian yang berat, namun kita diyakinkan bisa melalui semua ini. Tak terasa air mata menetes sendiri. Ide untuk memberikan bantuan terhadap para ulama ini, lahir sebelum pertemuan online tersebut. MUI Sumbar menyambut baik gagasan ini, ketika disampaikan. Harapan besar tiada lain, agar masyarakat kuat menghadapi cobaan.

Kepada para ulama; mubalig, dai, khatib, tuanku, di seluruh pelosok Kabupaten Padangpariaman, harapan tertumpang. Melalui mereka, selama ini kekuatan iman masyarakat terus dipupuk. Kali ini, mereka tidak bisa melakukannya.

Protokol menghadapi pandemi Covid-19 sebenarnya hampir sama dengan ajakan agama, hidup bersih, selalu ber-wudhu’, yang artinya kita cuci tangan, cuci kaki, seperti dianjurkan. Pada agama, pada bulan suci ini, muslim beriman itu menjaga bersih lahir bathin dengan banyak beribadah.

Pada pertemuan itu, saya masih ingat, Ketua DMI Sumbar Prof Duski menekankan, kehebatan media sosial dalam menyebarluaskan informasi tidak akan ada artinya tanpa bantuan para ulama yang merupakan suluah bendang dalam nagari. Semoga para ulama menggunakan berbagai medium yang tersedia, sehingga bisa menyampaikan risalah agama kepada masyarakat.

Kini kita harus mengambil peran, sekecil apapun, sesuai dengan kesanggupan, agar keadaan ini bisa kembali pulih. Kita pernah didera bencana alam, ternyata kita bisa bangkit. Kali ini kita juga harus bangkit bersama. Allah SWT memberi ujian kepada mereka yang kuat menghadapinya. Semoga kita selamat dari wabah, selamat menunaikan ibadah puasa. (Ali Mukhni-Bupati Padangpariaman)