UMKM, di Antara Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan

32

Oleh: Rice Haryati, Mahasiswi Prodi S3 Kajian Lingkungan dan Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran penting dalam pembangunan ekonomi dan motor penggerak perekonomian di Indonesia. UMKM sangat signifikan bagi perekonomian, khususnya sumbangan dalam menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus mengurangi pengangguran dan menciptakan nilai tambah dalam PDB.

Jumlah usaha mikro 98,68%, usaha kecil 1,22% dan penyerapan tenaga kerja sebesar 89,04% usaha mikro,4,84% usaha kecil tahun 2018. Dilihat dari sumbangan terhadap PDB (37,77%) dan ekspor (1,22%) masih rendah. Dari data statistik Sumatera Barat penyerapan tenaga kerja usaha mikro (67,78%) dan kecil (19,01)% dan jumlah usaha mikro (89,59%), usaha kecil (9%) tahun 2018. Untuk itu UMKM diharapkan memiliki superior value yang akan mengantar daerah maupun meraih competitive advantage dalam pasar regional maupun global.

Pengembangan UMKM dapat dianalisis dengan inovasi dan keberlanjutan pembangunan (keberlanjutan ekonomi, keberlanjutan sosial dan keberlanjutan lingkungan) terhadap kinerja berkelanjutan. Strategi inovasi yang dilakukan oleh Usaha Mikro Kecil berupa inovasi produk, proses, dan pasar akan berdampak pada kinerja UMKM dalam pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Usaha sebagai inti dari sistem ekonomi apapun memiliki dampak besar pada pembangunan berkelanjutan suatu negara. Demikian juga UMKM penting secara sosial dan ekonomi bagi ekonomi nasional (Ciemleja & Lace, 2011) dan berperan sebagai kunci sosial karena dapat mengurangi pengangguran (Woźniak et al., 2019).

Terpeliharanya keberlanjutan fungsi lingkungan hidup merupakan kepentingan manusia, sehingga menuntut tanggung jawab dan peranannya untuk memelihara dan meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Pembangunan berkelanjutan harus memperhatikan lingkungan hidup, termasuk sumber daya alam, sumber daya manusia, serta pengembangan sumber daya buatan. Hal tersebut menjadi sarana untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan menjadi jaminan bagi kesejahteraan, serta mutu hidup generasi masa kini dan generasi mendatang (Baumgartner & Ebner, 2010). Proses untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di mana pertumbuhan ekonomi, kohesi sosial dan perlindungan lingkungan yang disebut “triple bottom line” diperlakukan sama dan saling mendukung. (Elkington, 1997).

Tantangan yang ditimbulkan oleh masyarakat, lingkungan dan ekonomi telah memaksa organisasi untuk melakukan inovasi, mengelola perubahan, dan mengadopsi aktivitas baru ke arah keberlanjutan (Martens dan Carvalho, 2017).

Peluang inovasi akan memungkinkan pengembangan teknologi yang berpusat pada upaya pembangunan berkelanjutan. Hal ini menantang tenaga kerja untuk terlibat dalam pelatihan inovasi bisnis dan mengembangkan program-program inovasi yang selaras dengan peningkatan keberlanjutan bisnis (Cooper, 2014).

Baca Juga:  PWS Sumbar Ikut Majukan Pembangunan

Inovasi ini menjadi menjadi kunci kinerja sebuah perusahaan. Sementara itu, kinerja berkelanjutan menuntut perusahaan untuk secara simultan mengembangkan prinsip ekonomi, sosial dan lingkungan jangka panjang. Dengan demikian, bagi perusahaan yang mengekspresikan pembangunan berkelanjutan, mereka harus memasukkan prinsip-prinsip kemakmuran ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan promosi lingkungan dalam produk, kebijakan, dan praktik usaha. Konsep pembangunan berkelanjutan menjadi semakin tak terhindarkan bagi dunia bisnis dan terus mempengaruhi hampir semua aspek fungsi bisnis. Penggerak untuk keberlanjutan dalam UMKM adalah pelanggan, pemerintah, komunitas lokal, karyawan, perusahaan asuransi, bank, dan perusahaan besar. (Hsu et al., 2017)

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 190 UMKM dari berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Barat yaitu Kota Padang, Pesisir Selatan, Tanahdatar, Agam, Limapuluh Kota, dan Padangpariaman, memperlihatkan bahwa inovasi berpengaruh terhadap keberlanjutan lingkungan, ekonomi dan sosial, serta berdampak pada kinerja UMKM berkelanjutan. Penelitian ini dibuktikan menggunakan metode kuantitatif dengan alat analisis Structural Equation Modeling dengan penggunaan software Amos. Kinerja UMKM keberlanjutan dipengaruhi keberlanjutan lingkungan, ekonomi, sosial. Sedangkan keberlanjutan lingkungan, ekonomi dan sosial dipengaruhi oleh inovasi.

Terkait kinerja UMKM yang berkelanjutan di Sumatera Barat, maka para pelaku usaha diharapkan mampu melakukan ragam inovasi yang tepat, mulai dari produk, proses, dan pemasaran sesuai kebutuhan kelestarian lingkungan berkelanjutan. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kemampuan (skill) pelaku UMKM. Salah satunya melakukan pelatihan-pelatihan bagi pelaku UMKM, meskipun dengan pendidikan yang terbatas untuk meningkatkan inovasi UMKM. Inovasi tidak serta merta untuk tujuan keuntungan, tetapi harus lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan sosial. (*)

Bagian dari hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada International Journal of Entrepreneurship Volume 25, Issue 4, 2021 dengan judul “Development of Small, Micro Enterprises Based (SMES) on Innovation and Environmental Sustainable Development in West Sumatera”.
Artikel ini ditulis berdasarkan disertasi yang telah dipertahankan dalam Ujian Tertutup pada tanggal 24 Agustus 2021, dengan Promotor Prof. Dr. Yasri, MS dan co-Promotor Prof. Dr. Hasdi Aimon, M.Si., serta Dewan Penguji 1) Prof. Dr. Yunia Wardi, MS., 2) Dr. Sri Ulfa Sentosa, MS., 3) Perengki Susanto, SE, M.Sc, Ph.D dan penguji luar institusi Prof. Dr. Johannes, SE, M.Si. dari Fakultas Ekonomi Universitas Jambi.