Rumah Kongsi Isolasi Covid-19

ilustrasi. (net)

Elfindri

Direktur SDGs Unand

Minggu-minggu ini jelas temuan Covid-19 di Sumbar mengalami peningkatan baik dari jumlah absolut maupun angka Case Fatality Rate (CFR), pada kisaran 3 persen.   Mudah menjelaskan selain karena retrospektive Covid-19 mengalami peningkatan, semakin banyak uji semakin ditemukan ke akar-akarnya. Itu pertanda baik dari sisi surveilance.

Dalam postingan saya ke teman-teman, virusnya sudah masuk ke desa-desa, dan sudut-sudut dapur.  Memang asal muasal tentu kasus impor, sehingga kemarin saya sama Dr. Andani sepakat untuk mengunci erat pintu masuk poros Pekanbaru dan Medan, konon kabarnya dua daerah itu sudah di atas persyaratan minimum WHO angka kasus Covid-nya.

Setelah kasus import ditrace secara intensif tentu local transmission tidak terhindarkan. Angka-angka penularan dalam keluarga meningkat.  Angka penularan dari pasien ke dokter dan tenaga nakes juga demikian. Sehingga local transmission ini menjadi concern utama.

Selama ini isolasi mandiri dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengurangi tekanan permintaan pelayanan di rumah sakit. Isolasi mandiri akan efektif jika kesadaran dan awareness yang tinggi di rumah. Sebaliknya penularannya mudah apalagi diiringi dengan kurang disiplin, atau kontak tak terhidarkan.

Baca Juga:  Permasalahan Gambir dan Solusinya

Di Kabupaten Agam saja ada kasus 5 pemuda yg baru saja ikut perhelatan kena dan positive Covid-19. Bupatinya segera menghentikan kegiatan pesta setidaknya sampai batas waktu yang ditetapkan melalui surat edaran.

Saya setuju sekali kesigapan surat edaran ini. Perta perkawinan, rapat-rapat dalam tempat yang sempit, pertemuan berbagai bentuk, sebaiknya ditunda dulu. Tapi kalau isolasi mandiri ke rumah-rumah jelas akan berefek transmisi internal semakin mudah.

Model Rumah Kongsi penderita Covid-19 dapat dijadikan alternatif. Sebuah rumah bisa di sekolah, bisa bangunan rumah gadang dimana para penderita Covid di pool di sana dengan penanganan secara komunitas dan dapat supervisi dari pihak puskesmas.

Ini diupayakan agar proses transmisi internal dapat ditekan serendah mungkin.  Cobalah model ini dan ketika kasus Covid-19 meladak, kita masih tidak kehilangan akal dan kontak penderita dengan keluarganya dapat diminimumkan. Ini juga masib ada inovasi penanganan. Selain dari peningkatan imun penderita dengan berbagai penyuluhan dan informasi yg diberikan. (*)