Tidak hanya dapat merusak psikis kita, tetapi juga dapat merusak kekebalan tubuh kita. Berikut dampak buruk dari memendam perasaan dengan sendiri. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Psychosomatic Research menemukan bahwa memendam emosi dapat meningkatkan risiko kematian karena penyakit jantung dan juga kanker.
Penelitian tersebut membuktikan penelitian sebelumnya yang menghubungkan antara emosi negatif, seperti marah, cemas, dan depresi, dengan pengembangan dari penyakit jantung (Kubzansky dan Kawachi, 2000).
Pertama, Meningkatkan Risiko Kematian dan Penyakit. Energi yang diakibatkan oleh emosi merupakan energi yang tidak baik untuk kesehatan bagi tubuh. Energi dari emosi yang dipendam dapat menyebabkan tumor, pengerasan arteri, sendi kaku, dan dapat melemahkan tulang, sehingga dapat menyebabkan kanker, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan tubuh rentan terhadap penyakit.
Kedua, Rentan terhadap Peradangan (Inflamasi). Penelitian yang dilakukan oleh Middendorp, et al. (2009) pada penderita rheumatoid arthritis menemukan bahwa orang-orang yang didorong untuk saling bertukar perasaan dan mengekspresikan emosi akan memiliki kadar penanda inflamasi dalam darah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang memendam perasaan mereka untuk diri mereka sendiri.
Alangkah baiknya jika kita tidak menahan perasaan atau emosi kita agar psikis dan tubuh kita tetap baik dan tidak rusak. Nah, ada beberapa cara untuk melepaskan dari memendam perasaan.
Pertama, Mengetahui Apa yang Dirasakan. Kita perlu tahu apa yang ada di diri kita, seperti marah, semangat, cemas, gugup dan sebagainya. Kedua, Membicarakan Perasaan Diri Sendiri kepada Orang Terdekat. Apabila anda merasa emosi anda berlebihan, anda dapat membicarakan kepada orang terdekat anda agar emosional anda dapat reda dengan baik.
Ketiga, Menjadi Seorang Pengamat. Kita juga harus tahu kapan harus mengeluarkan emosi dan kapan untuk menjadi pengamat. Tidak di semua tempat dapat menuangkan emosi, terkadang kita harus menahan emosi kita. Alangkah baiknya kita menarik napas saat emosi, sehingga dapat sedikit meredakan emosi.
Keempat, Mengalihkan Emosi dengan Melakukan Kegiatan yang Positif. Jika merasa sangat emosi, alangkah baiknya kalian menyalurkan bakat kalian, seperti menari, menyanyi, menonton, menulis cerita, mendengarkan musik, dan masih banyak lagi. Dengan begitu, kita akan merasa lebih tenang dan lebih baik dari sebelumnya karena emosi tersebut telah kita salurkan lewat hal yang kita sukai.
Kelima, Berteriak di tempat yang Sunyi. Apabila anda tidak dapat menahan emosi anda, alangkah baiknya anda memilih pergi ke tempat yang sunyi atau sepi dari keramaian sehingga anda dapat berteriak sekuat mungkin untuk menghilangkan beban pikiran atau emosi anda sehingga anda dapat merasa lega dan pikiran anda akan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Orang-orang yang suka memendam emosi lebih rentan sakit akibat penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh. Emosi yang tertekan juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, sampai depresi.
Oleh karena itu, marilah kita menyayangi tubuh kita dengan baik dan apabila memiliki masalah alangkah baiknya menceritakan kepada orang terdekat yang kita miliki, jika kita tidak memilih bercerita kita otak kita pasti akan menyutuh atau bahkan menuntut untuk menahannya sehingga di saat yang tidak tepat kita dapat melakukan hal yang tidak baik, seperti melukai diri sendiri.(***) Editor : Novitri Selvia