Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Saatnya Merencanakan Ibadah Haji sejak Muda

Eri Mardinal • Jumat, 5 Desember 2025 | 09:23 WIB

Rifka Abadi, Wakil Ketua MUI Kota Padang.
Rifka Abadi, Wakil Ketua MUI Kota Padang.
Oleh: Rifka Abadi, Wakil Ketua MUI Kota Padang.

Allah SWT memanggil siapa yang Ia kehendaki, namun ikhtiar untuk mempersiapkan diri adalah bentuk penghormatan seorang hamba terhadap panggilan tersebut.

Bayangkan sebuah perjalanan suci yang tidak hanya menjadi puncak spiritual, tetapi juga momentum terbaik dalam hidup yang dilakukan saat tubuh masih kuat, pikiran masih jernih, dan kesehatan masih prima.

Itulah semangat dari Gerakan Haji Muda, sebuah gerakan literasi dan edukasi yang mengajak masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, untuk mulai merencanakan haji sejak dini.

Setiap tahun, antusiasme umat Islam Indonesia untuk berhaji terus meningkat. Namun kenyataannya, kuota haji terbatas sementara antrian semakin panjang.

Di beberapa daerah, masa tunggu bahkan bisa mencapai 20-30 tahun, walaupun saat ini sudah disamaratakan melalui metode yang lebih konstitusional menjadi rata-rata 26 tahun pada semua provinsi di Indonesia seperti yang disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah di beberapa kesempatan. Artinya, jika seseorang baru mendaftar pada usia 40 tahun, besar kemungkinan ia baru bisa berangkat di usia 66 tahun.

Kondisi ini berkaitan erat dengan fakta bahwa rata-rata jamaah Indonesia berangkat pada usia lanjut, dimana kondisi kesehatan tentunya menjadi tantangan utama, risiko gagal berangkat meningkat jika kemampuan fisik tak lagi memadai.

Gerakan Haji Muda tentunya hadir untuk mengubah mindset ini, berhaji bukan setelah mapan, tetapi direncanakan sejak muda agar bisa berangkat saat fisik masih kuat.

Tentunya banyak hal positif jika jamaah sudah merencanakan lebih awal dan bisa berangkat haji di umur yang secara kondisi tenaga masih prima. Berhaji di usia 30–40 tahun memberikan banyak benefit seperti konsentrasi ibadah lebih optimal, risiko kelelahan dan sakit rendah, aktivitas haji lebih mudah dijalani, kesempatan belajar dan memahami manasik yang lebih baik.

Generasi muda hari ini harus mulai merubah paradigma bahwa mereka adalah orang-orang yang bisa menjadikan perjalanan suci ini (haji) sebagai milestone hidup, bukan hanya sebagai penutup usia.

Karena rata-rata kondisi yang terjadi saat ini, keberangkatan di usia lanjut setelah jamaah masuk usia pensiun dan dalam masa yang sudah tidak produktif menjadikan ibadah haji sebagai rencana penutup rangkaian ibadah yang selama ini mereka laksanakan.

Padahal, seharusnya Ibadah haji harus menjadi starting point untuk menjalani kehidupan islami yang lebih komprehensif dan penghambaan yang berkualitas.

Selain dalam rangka persiapan ibadah, persiapan haji sedari dini akan memperkuat tata kelola keuangan serta management diri, di sinilah edukasi Gerakan Haji Muda menjadi sangat relevan bahwa perencanaan haji bukan hanya soal mendaftar, tetapi juga menyusun strategi keuangan, menabung secara konsisten, memastikan kesiapan pelunasan, membangun disiplin finansial jangka panjang.

Bank Syariah juga telah menyediakan produk tabungan haji yang bisa digunakan untuk pendaftaran haji dan persiapan pelunasan haji, namun masih banyak yang belum memanfaatkannya karena kurangnya literasi, atau merasa “waktu masih lama”, padahal menabung sejak muda membuat beban finansial jauh lebih ringan.

Gerakan Haji Muda ini tidak sekadar kampanye, tapi ini merupakan gerakan perubahan budaya. Budaya untuk mulai dari usia dibawah 17 tahun sudah mendaftar dan mendapatkan porsi haji.

Budaya menguatkan motivasi spiritual generasi muda, bahwa berhaji bukan hanya untuk yang sudah sepuh akan tetapi haji adalah ibadah aktif yang membutuhkan fisik kuat.

Budaya menciptakan dorongan dan peran keluarga dimana orang tua bisa mulai menyiapkan pendaftaran haji untuk anak sebagai “hadiah terbaik Untuk Anak”.

Gerakan Haji Muda Bukan Sekadar Perencanaan, tapi Investasi Ibadah. Haji adalah rukun Islam kelima, sehingga merencanakannya sejak dini bukan hanya soal administrasi, tetapi bentuk kesungguhan seseorang terhadap perintah Allah.

Mendaftar sejak muda, menabung sejak muda, dan menyiapkan diri sejak muda adalah langkah yang membuat perjalanan spiritual ini menjadi lebih bermakna dan lebih terjaga.

Generasi muda hari ini memiliki peluang emas untuk menunjukkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan akhir usia, melainkan perjalanan hidup. Dengan perencanaan matang, literasi yang tepat, dan kesadaran finansial, keberangkatan haji bisa menjadi lebih mudah, lebih sehat, dan lebih berkah.

Gerakan Haji Muda mengajak setiap insan untuk mulai memiliki mindset kuat dalam dirinya bahwa, “Aku siap berhaji, bukan nanti saat tua, tetapi saat masih kuat.” (*)

Editor : Eri Mardinal
#literasi haji #ibadah haji #tabungan haji #haji muda