Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Welly Suhery, Lebah PKB di Ujung Utara Sumbar

Willian. • Sabtu, 13 Desember 2025 | 10:28 WIB
Willian, Redaktur Pelaksana.
Willian, Redaktur Pelaksana.

PADEK.JAWAPOS.COM—Hari ini Sabtu (13/12), Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dilangsungkan. Muswil digelar di Hotel Truntum Padang.

Pengurus DPP PKB juga hadir dalam muswil ini. Sebelumnya muswil terakhir digelar pada tahun 2021, Anggia Ermarini terplih menjadi Ketua DPW PKB saat itu. Namun pada 2023, Firdaus Wiros ditunjuk oleh DPP PKB mengganti Anggia.

Artinya pada Muswil PKB kali ini, juga ditunjuk kepemimpinan DPW PKB Sumbar yang baru. Sejumlah nama menguat.

Nama Firdaus anggota DPRD Sumbar juga masih disebut. Sudah dua periode Firdaus kokoh di DPRD Sumbar. Selanjutnya ada nama Rico Alviano yang saat ini duduk di kursi DPRI dan menjadi satu-satunya kader PKB dari Sumbar di senayan.

Selain itu, dua nama terakhir adalah Donizar dan Welly Suhery. Seperti diketahui, Donizar juga merupakan anggota DPRD Sumbar yang sudah dua periode mengawal aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya (dapil) yakni Pasaman dan Pasaman Barat (Dapil IV, Sumbar, red).

Sepak terjang Donizar jangan ditanya. Di dapilnya ia sangat aktif dan gesit. Jargonnya adalah ”Politik Tanggubgjawab”. Konstituenya dipanggil ”Sahabat Donizar”. Setiap turun ke lapangan tokoh yang satu ini kerap menekankan ke masyarakat tolak politik uang.

Ya, pria yang dikenal humoris ini memang sudah fasih oleh pendukungnya, yang menekankan bahwa politik uang adalah praktik jual beli. Setelah terpilih tak ada lagi ikatan emosional karena sudah ada transaksi sebelumnya.

Maka itu, ”Politik Tanggungjawab” sudah melekat kepadanya. Tak heran jika setiap pemilihnya punya Kartu Sahabat Donizar. Jika masyarakat mengadu, apalagi membawa kartu tersebut, banyak kemudahan yang diberikan Donizar. Jangan ditanya kemudahan itu, cukup konstituen saja yang tau, toh, mereka yang merasakan.

Nah, tak hanya itu, pada Pilkada 2024 di Pasaman, Donizar juga merupakan salah satu aktor sentral atas kemenangan Partai PKB di Pasaman.

Ketokohannya di Pasaman sangat mempengaruhi hasil Pilkada lalu. Donizar sempat ditanya, terkait siapakah kandidat untuk DPW PKB pada muswil kali ini. Jawabnya singkat, yakni ”Mungkin dari Pasaman,” begitu pungkasnya.

Hal itu mengisyaratkan jika ketenaran partai tersebut sudah benar-benar jauh meluas dan tidak lagi di pandang partai kecil di Sumatera Barat.

Kandidat terakhir adalah Welly Suhery yang kini merupakan Bupati Pasaman hasil Pilkada 2024. Di Kabupaten Pasaman ketokohannya sudah melesat hingga ke pedalaman Pasaman.

Dikenal dengan kesederhanaan dan keramahannya, menjadikan Welly Suhery salah satu figur yang ditempatkan di hati masyarakat Pasaman.

Welly Suhery sendiri merupakan satu-satunya kader PKB yang berhasil menjabat sebagai Bupati di Sumbar. Ada 19 kabupaten/kota, Welly Suhery tegak diujung Sumbar dan mengibarkan bendera PKB.

Welly Suhery juga mencatatkan nama, menjadi satu-satunya bupati dari PKB sejak partai ini berdiri di Sumatera Barat. Pecah telur, sejak berpuluh tahun lamanya, menjadi sejarah baru bagi partai. Berkaca dari Welly Suhery ”Bertebaran lebah-lebah PKB”. Karena  gambar lebah di lambang partai tersebut adalah simbol perjuangan. Berjuang seperti Welly Suhery, menempatkan partai di posisi terpuncak.

Karena ketokohan dan penuh kesahajaannya itu, tak salah DPP PKB bangga dengan Welly Suhery. Makanya ia juga dilirik DPP untuk memimpin DPW PKB Sumbar.

Dari bocoran yang didapat, nama Welly Suhery sudah sangat hafal oleh Muhaimin Iskandar (Cak Imin) Ketum DPP PKB. Tak heran jika Welly Suhery langsung mendapatkan tawaran memimpin DPW PKB Sumbar dari DPP PKB. Satu-satunya kader yang mendapatkan tawaran dari tiga nama yang santer disebut-sebut sebelumnya.

Dalam perbincangan singkat dengan Bupati Pasaman ini, ia menyebut bukan tidak siap memimpin partai. Ada tanggungjawab besar yang harus diselesaikannya untuk Pasaman. Apalagi kondisi fiskal yang tidak stabil dan ancaman defisit anggaran.  Maka itu ia sudah menanamkan komitmennya yakni mengurus masyarakat Pasaman terlebih dulu. Bukan berarti dirinya mengenyampingkan kepentingan partai. Menurutnya belum saatnya ia memimpin DPW PKB Sumbar. Ada tokoh lain yang lebih berpengalaman darinya. Begitu dia merendah, padahal PKB sedang harum bak bunga yang sedang mekar berkat kakok tangannya.

Nah, siapapun itu nantinya yang memimpin DPW PKB Sumbar, tentunya akan menjadi warna baru bagi keberlangsungan partai. Menjadi warna bagi masyarakat di Sumbar, karena tertumpang ribuan aspirasi masyarakat oleh setiap kader yang mewakili, baik di legislatif maupun eksekutif.

”Semoga amanah bagi yang terpilih” dan menjunjung politik Rahmatan Lil Alamain seperti yang digaungkan selama ini. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Welly Suheri #sumbar #pkb