Padang Miliki RPU Berstandar Nasional

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meninjau proses pemotongan ayam di RPU di kawasan RPH Aiepacah, kemarin. (IST)

Keinginan Kota Padang memiliki Rumah Potong Unggas (RPU) berstandar nasional akhirnya terwujud. Hal itu seiring dengan telah selesai dibangunnya rumah potong unggas di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH), Kelurahan Aiepacah, Kecamatan Kototangah.

Rumah potong unggas yang dibangun sejak tahun 2019 lalu itu kini telah siap beroperasi. Kamis (25/3), Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Sekko Padang Amasrul meresmikan pemakaian gedung tersebut yang ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita.

“Kami, atas nama Pemko Padang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Koperasi Saudagar Minang Raya (SMR) bersama stakeholders terkait yang telah memfasilitasi terwujudnya pembangunan rumah potong unggas di Kota Padang,” ucap Amasrul.

Ia mengungkapkan, Kota Padang sebagai salah satu kota dengan tingkat konsumsi pangan asal hewan yang cukup tinggi khususnya daging ayam, sangat memerlukan keberadaan Rumah Potong Unggas (RPU) yang memenuhi standar nasional.

Pada tahun 2019 lalu, Koperasi SMR membuat perjanjian kerja sama dengan Pemko Padang untuk membangun RPU dalam rangka mendukung pemerintah mewujudkan pangan asal hewan khususnya daging.

“Alhamdulillah, dengan didorong keinginan yang kuat serta kerja sama dari Koperasi KSMR hari ini (kemarin, red) kita dapat melihat bangunan sudah berdiri lengkap dengan peralatan yang modern dan memenuhi standar Nasional (SNI), bersertifikasi halal dan NKV (nomor kontrol veteriner),” ujar Amasrul.

Lebih lanjut dikatakan, keberadaan RPU-KSMR ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan memberikan keamanan terhadap peredaran daging di Kota Padang.

Selain itu juga dapat mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan, yaitu melakukan penjaminan ketersediaan pangan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) mulai dari hulu sampai ke hilir.

Sementara itu, Ketua Umum Koperasi SMR Joy Kahar mengatakan, pembangunan RPU ini telah selesai pada 27 Juli 2020 lalu. RPU ini mampu memproduksi ayam potong sebanyak 1.500 ekor per jam.

“RPU ini didukung dengan berbagai fasilitas diantaranya, kapasitas mesin cold storage yang bisa menampung 50 ton daging ayam. Kemudahan bisa membekukan daging ayam sampai minus 40 derajat dengan kapasitas 16 ton per hari. Dengan kapasitas ini kita menargetkan dapat memotong 10 ribu sampai 15 ribu ekor ayam per hari,” sebutnya.

Joy Kahar optimis dengan kemampuan RPU tersebut kebutuhan ayam yang utuh, higienis, halal, utuh, bersih dapat terpenuhi untuk masyarakat Kota Padang maupun di Sumatera Barat.

“RPU ini merupakan satu-satunya yang di Sumatera Barat, bahkan provinsi tetangga seperti Jambi dan Bengkulu belum ada. Kita harapkan dengan adanya RPU ini dapat memotivasi tumbuh RPU di Kota Padang dan kabupaten/kota lainnya di Sumtera Barat,” pungkasnya.

Baca Juga:  Cegah Kerumuman saat Tradisi Balimau, Tempat Pemandian Diawasi

Sementara itu, Gubernur mengatakan, kehadiran rumah potong unggas akan menggerakkan hulu hilir dari peternakan unggas di Kota Padang. Mulai dari pembibitan, penyediaan pakan hingga kesejahteraan peternak, dan lainnya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kita sangat menyambut baik kehadiran RPU Kota Padang ini. Semoga hal ini dapat menggerakkan perekonomian masyarakat Kota Padang khususnya dan Sumatera Barat umumnya,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi menambahkan, dengan kehadiran RPU di Kota Padang ini maka Provinsi Sumatera Barat dapat bersinergi dengan provinsi lainnya di Indonesia untuk penyediaan daging ayam.

“Untuk itu kita harapkan kepada para perantau supaya lebih banyak lagi berinvestasi di Kota Padang sehingga 65 persen warga Sumatera Barat yang bekerja di sektor pertanian, perikanan dan peternakan dapat bergerak ekonominya. Apalagi fokus Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama kabupaten/kota di Sumbar adalah di bidang peternakan, pertanian dan perikanan,” pungkas Gubernur.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Padang Syahrial Kamat menambahkan, RPU yang baru diresmikan ini merupakan RPU pertama di Kota Padang yang ditargetkan bisa mendukung dan meningkatkan ketersediaan dan kebutuhan masyarakat akan daging ayam potong yang berkualitas.

RPU tersebut nantinya akan memotong dan memproduksi berbagai jenis daging ayam diantaranya ayam kampung, ayam potong dan lainnya dimana kapasitas maksimal yang bisa diproduksi oleh RPU yakni antara 8 ribu sampai 15 ribu ekor ayam per harinya.

“Namun karena RPU ini baru diresmikan, jadi untuk awal-awal ini RPU diperkirakan memproduksi antara 1000 sampai 3000 ekor ayam,” jelasnya.

Syahrial mengungkapkan, untuk ayam-ayam yang dipotong di RPU Aiepacah berasal dari peternak yang ada di Kota Padang dan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sumbar. Produksi daging ayam potong RPU itu nantinya didistribusikan ke hotel, restoran, dan kepada pedagang-pedagang olahan daging ayam.

Daging ayam potong yang diproduksi oleh dari RPU dipastikan halal, aman, dan memiliki kualitas yang baik karena dalam proses produksi didukung oleh alat dan mesin yang canggih sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam mengonsumsi daging ayam potong tersebut.

“Kita harapkan dengan adanya RPU ini bisa terus meningkatkan ketersediaan pasokan daging ayam potong di Kota Padang dan menjadikan Kota Padang sebagai sentra daging ayam potong di Sumbar,” tukasnya. (eri)

Previous articlePeriode Tintin Bakal Berlanjut
Next articleTPP Belum Disesuaikan, Puluhan Nakes Unjuk Rasa