Riri dan Beni adalah sepasang kekasih yang sudah berpacaran selama hampir lima tahun. Keduanya telah merencanakan untuk menikah. Namun pernikahan mereka batal karena Riri dijodohkan oleh orangtuanya.
Riri adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ia putri seorang pengusaha. Ayahnya, owner sebuah perusahaan properti di kota besar. Ibunya juga pengusaha. Di bidang kuliner dan mebel.
Sedangkan Beni dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang petani. Ibunya seorang ibu rumah tangga. Andi lulusan sarjana di sebuah perguruan tinggi ternama dan bekerja sebagai karyawan swasta.
Meski berasal dari keluarga yang berbeda, Beni dan Riri tetap saling mencintai. Riri tidak mempermasalahkan perbedaan latar belakang keluarga Beni. Beni dan Riri satu sekolah sejak SMP hingga SMA. Mereka sering menghabiskan waktu bersama.
Hubungan itu terus berlanjut hingga di perguruan tinggi. Meski berbeda kampus. Mereka selalu bersama. Singkat cerita Beni ternyata ingin segera menikahi Riri. Ia pun sudah mempersiapkan rencana lamarannya. Niat itu sudah setahun disimpannya. Menunggu momen yang tepat untuk mengungkapkan.
“Riri anak yang baik dan rendah hati. Kalau hatimu sudah bulat untuk menikahinya, ibu dan ayahmu merestui,” kata Sari (bukan nama sebenarnya), ibunda Andi saat ia meminta restu orangtuanya.
“Alhamdulillah, saya senang ibu dan ayah merestui hubungan kami berdua. Saya akan beri tau niat baik ini kepada Riri,” jawab Andi.
“Semoga kamu berjodoh dengannya,” balas ibunya.
Andi sangat bahagia. Ia mendapat restu orangtuanya. Ia pun tak sabar ingin segera menyampaikan kabar bahagia ini. Singkat cerita, Andi mengatur pertemuan dengan Riri. Pertemuan itu disepakati di sebuah kafe kecil di sudut kota.
Tibalah waktu pertemuan itu. Keduanya duduk di sebuah meja bundar. “Aku punya sesuatu untukmu,” ucap Andi.
Ia mengeluarkan cincin dari sakunya. Lalu berlutut di hadapan Riri. “Ri. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Maukah kamu menikah denganku?” tanya Andi.
Andi menatap Riri dengan penuh cinta. Riri pun tersenyum bahagia. Ia lalu menjawab. “Aku juga sangat mencintaimu. Tapi…,” balas Riri menggantung ucapannya.
“Tapi apa Ri? Kamu tidak ingin menikah denganku? Tanya Andi keheranan.
Dengan nada terbata-bata, Riri lalu menjawab. “Bukannya aku tidak mau menikah denganmu. Tapi aku sudah dijodohkan oleh orangtuaku,” ucap Riri dengan berurai air mata.
Bak disambar petir di siang bolong. Andi terdiam. Bibirnya bergetar. Wajahnya berubah. Terlihat sangat sedih dan kecewa. Ia tak menyangka belahan jiwanya akan meninggalkannya.
Tak ingin berputus asa. Andi mencoba menemui orangtua Riri. Ia ingin meminta penjelasan. Tapi usahanya sia-sia. Riri akan dinikahkan dengan anak temannya. Lulusan luar negeri.
Andi akhirnya menerima kenyataan. Hubungan yang sudah dijalani selama hampir lima tahun kandas. Ia batal menikahi kekasihnya. Tapi ia tak patah semangat. Hidup ini harus terus berjalan.
Ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Ia juga berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Andi akhirnya berhasil diterima di sebuah universitas luar negeri. Ia juga mendapatkan pekerjaan baru sebagai manajer di sebuah perusahaan minyak ternama di luar negeri.
Ia juga mulai menjalin hubungan dengan wanita lain. Setelah beberapa tahun, Andi akhirnya menikah dengan wanita yang ia cintai. Mereka hidup bahagia bersama dan memiliki anak yang lucu. (Eri Mardinal) Editor : Novitri Selvia