Tadi pagi baru saja seorang kurir mengantarkan paket belanja ke rumah Susan. Setelah diterima, Susan langsung membuka paket itu. Ternyata pakaian model terbaru yang dipesannya tiga hari yang lalu sudah datang dengan selamat dan memuaskan. Rencananya besok Susan akan memakai pakaian baru itu ke kampusnya.
Esoknya di dalam kelas, beberapa teman perempuan sangat kagum dengan pakaian baru Susan. Sebagian dari mereka merasa iri karena Susan menjadi orang pertama di kelas yang memakai pakaian model terbaru. Pujian demi pujian tersebut membuat Susan semakin percaya diri. Dia bahkan merasa menjadi perempuan tercantik satu kampus.
Di mata teman-temannya, Susan terkenal sebagai mahasiswi yang trendy dan sering bergonta-ganti pakaian, aksesoris, dan pernak-pernik. Menurut mereka hal itu wajar, karena Susan berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan. Selain selalu menjadi pusat perhatian Susan juga dipercaya oleh teman-temannya menjadi bendahara kelas.
Salah satu tugas yang diemban oleh Susan sebagai seorang bendahara adalah meminta dan mengumpulkan uang kas kelas. Uang kas kelas sendiri wajib dibayar dua kali satu bulan yang mana besaran uang yang dibayar per satu kali adalah Rp 50 ribu. Jadi per satu mahasiswa wajib membayar uang kas sebesar Rp 100 ribu per bulan. Jika ditotal dengan jumlah mahasiswa yakni 40 orang, maka uang yang disimpan Susan per bulannya adalah Rp 4 juta.
Selain untuk keperluan kelas, uang kas tersebut dipergunakan untuk menjenguk jika ada salah satu mahasiswa yang sakit, membantu jika ada mahasiswa yang butuh uang, dan menggelar sejumlah kegiatan yang membutuhkan dana tambahan. Bahkan tak jarang ada beberapa mahasiswa yang meminjam uang kas untuk membayar uang semester.
Beruntung teman-teman satu kelas Susan tidak pernah telat maupun tidak membayar uang kas. Hal itu membuat perputaran uang kas tersebut lancar dan tidak menemui masalah. Namun permasalahan itu tidak datang dari teman-temannya tapi dari dalam diri Susan sendiri.
Pertama kali Susan memakai uang kas kelas untuk berbelanja pakaian adalah ketika dia harus membayar paket dengan sistem cash on delivery (COD). Kebetulan pada saat itu dia tidak memiliki uang tunai. Kemudian dia berinisiatif untuk memakai uang kas kelas terlebih dahulu dan berjanji akan menggantinya setelah pulang dari ATM.
Awal-awal Susan selalu mengganti uang kas kelas yang dipakainya. Namun lama-kelamaan dia mulai tidak disiplin. Bahkan dia beranggapan jika uang kas kelas itu diambil sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, maka teman-teman sekelasnya tidak mengetahui kondisi itu. Mulai dari situlah Susan sering menggunakan uang kas kelas untuk berbelanja barang yang dia inginkan.
Bahkan Susan pernah membelanjakan uang kas kelas sebesar Rp 2 juta. Dia membeli sejumlah pakaian merek terbaru dan berbagai macam aksesoris perempuan. Dengan sejumlah barang-barang baru itu Susan semakin dikenal oleh teman-teman di kampusnya. Banyak juga mahasiswa yang mencoba mendekati dan mengenal Susan.
Suatu hari salah seorang teman kelas Susan dirawat di rumah sakit karena usai menjalani operasi usus buntu. Ketua kelas meminta Susan untuk menyisihkan sebagian uang kas, yang nantinya akan diserahkan kepada teman yang dirawat di rumah sakit tersebut. Mendengar permintaan ketua kelas itu Susan panik. Pasalnya uang yang akan diberikan kepada teman yang sakit itu tidak cukup.
Susan pun berpikir keras untuk menemukan cara agar kelakuannya tidak ketahuan oleh teman-teman. Akhirnya dia meminjam uang salah seorang sepupunya untuk mencukupi uang kas yang akan diberikan kepada temannya yang sakit. Beruntung pada saat itu Susan masih bisa terselamatkan.
Tetapi tiga hari kemudian, salah seorang teman lainnya meminta Susan untuk meminjamkan uang kas kepada dirinya untuk membayar uang semester. Dalam aturan yang telah dibuat di kelas Susan bagi setiap anggota kelas yang membutuhkan uang semester bisa meminjam dari uang kas.
Susan semakin panik, karena tidak hanya uang kas kelas yang tidak cukup, tapi juga deadline pembayaran uang semester tinggal dua hari lagi. Susan pun berpikir keras untuk mencari pinjaman uang agar bisa mencukupi uang kas yang akan dipinjamkan kepada temannya tersebut. Namun usaha yang dilakukannya tidak kunjung berhasil.
Kepanikan Susan semakin menjadi-jadi karena tidak hanya satu orang yang meminjam uang tapi ada tiga orang teman lainnya. Jika uang kas kelas tersebut tidak digunakan untuk hal-hal yang bodoh sebenarnya uang kas bisa dipinjamkan untuk 10 orang dalam membayar uang semester.
Karena tak kunjung mendapatkan pinjaman yang merupakan hak mereka, ketiga orang tersebut kemudian mengadukan hal itu kepada ketua kelas dan perangkat kelas lainnya. Ketua kelas langsung memanggil Susan untuk menjelaskan alasan kenapa Dirinya belum juga meminjamkan uang kas kepada teman-teman.
Susan seperti disidang dan diintograsi. Dia tidak sanggup menjawab satu pertanyaan pun dari ketua kelas dan perangkat kelas lainnya. Karena terus didesak dengan pertanyaan-pertanyaan akhirnya Susan mengaku jika uang kas kelas tidak cukup untuk diberikan kepada tiga orang teman tadi.
Dia pun mengakui uang kas itu telah dia pakai untuk membeli berbagai macam pakaian baru dan aksesoris perempuan. Ketua kelas dan teman-teman lainnya tidak menyangka Susan akan melakukan hal-hal yang melanggar aturan itu. Susan pun tak sanggup untuk mengangkat kepalanya karena merasa malu.
Akhirnya ketua kelas mengambil keputusan bahwasanya Susan harus mengganti semua uang kas yang telah dia pakai. Sementara untuk 3 orang teman yang akan membayar uang semester, teman-teman lain bersedia untuk menyumbangkan uang mereka agar Ketiga orang temannya itu tetap bisa berkuliah.
Sejak saat itu setelah Susan melunasi semua utangnya, dia memutuskan untuk berhenti kuliah dan memilih pulang kampung. Dia merasa malu dan tidak sanggup lagi bertemu dengan teman-temannya di kampus akibat perbuatan dan kelakuan yang telah dia lakukan. (adt)
Editor : Adetio Purtama