Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Takut Longsor Berulang, Warga Tabiang Banda Gadang Minta Sungai segera Didam

S

Warga di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo memasang bendera putih di aliran sungai.
Warga di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo memasang bendera putih di aliran sungai.
PADEK.JAWAPOS.COM—Rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat memunculkan kelelahan dan kecemasan mendalam di tengah masyarakat.


Advertisement

Di Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, warga bahkan memasang bendera putih sebagai simbol keputusasaan sekaligus bentuk desakan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata.

Pantauan di lapangan, Senin (5/1/2026), dua bendera putih terlihat berkibar di kawasan Komplek Griya Permata. Pengibaran bendera tersebut dilakukan warga sebagai bentuk keresahan atas ancaman bencana susulan, menyusul banjir dan air galodo yang kembali menerjang kawasan itu pada awal Januari 2026.

Salah seorang warga, April Legianti (52), mengatakan warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah, terutama pengedaman atau penguatan tebing sungai di sekitar permukiman. Menurutnya, jika hujan deras kembali terjadi, abrasi dan longsor susulan dikhawatirkan akan semakin meluas.

Advertisement

“Kami tidak ingin satu komplek ini hilang. Rumah saya di ujung sana sudah hilang, dan kami sudah lebih dari 15 tahun tinggal di sini. Kalau hujan deras seperti kemarin, kami takut pengikisan tanah terjadi lagi, bahkan masjid juga bisa ikut hilang,” ujarnya.

April menjelaskan, pemasangan bendera putih dimaksudkan agar pemerintah segera merespons aspirasi warga. Pasalnya, sejak banjir besar pada akhir November 2025, warga belum sepenuhnya pulih dan kembali harus membersihkan lumpur akibat bencana susulan.

“Sejak 27 November kami belum selesai membersihkan rumah, sekarang harus membersihkan lumpur lagi. Bantuan yang kami terima kemarin juga tidak luput dari lumpur. Sampai kapan kami harus mengungsi dan hidup dalam rasa was-was,” katanya.

Advertisement

Ia menambahkan, sekitar 80 persen warga telah mengontrak rumah sementara setelah menerima bantuan insentif akibat tempat tinggal mereka rusak atau hilang.

Namun, warga menilai solusi jangka panjang berupa pengedaman aliran sungai menjadi kebutuhan paling mendesak. “Kami hanya berharap tempat ini segera didam. Itu yang paling kami butuhkan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Eri (53), warga lainnya yang mengaku masih mengalami trauma akibat bencana. Menurutnya, kondisi geografis kawasan tersebut masih sangat rentan terhadap amblas susulan.

“Bendera putih ini bentuk menyerahnya masyarakat. Kondisi sekarang masih rawan, karena itu kami mendorong agar proses pengedaman segera dilakukan,” ucapnya.

Eri juga mengungkapkan kerugian yang dialaminya akibat bencana, termasuk kehilangan sebagian besar ternak peliharaannya. Dari 18 ekor ayam dan kambing yang dimiliki, kini hanya tersisa tiga ekor kambing.

“Ayam habis semua, kambing tinggal tiga. Kami tidak mau mempersulit, tapi jika ada bantuan terkait ternak, tentu sangat kami harapkan,” pungkasnya. (yud)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Longsor Tutup Sebagian Jalan Kelok 17 Limapuluh Kota, Truk Besar Belum Bisa Melintas

Longsor Tutup Sebagian Jalan Kelok 17 Limapuluh Kota, Truk Besar Belum Bisa Melintas

Longsor terjadi di Kelok 17 Limapuluh Kota, Jumat (6/11/2026) pagi. Polisi berlakukan sistem buka tutup, kendaraan roda enam ke atas belum.

Dharmasraya Masuk Kategori Waspada BMKG, Potensi Hujan Lebat hingga 1 Oktober

Dharmasraya Masuk Kategori Waspada BMKG, Potensi Hujan Lebat hingga 1 Oktober

Dharmasraya masuk kategori Waspada BMKG hingga 1 Oktober 2026 dengan potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir dan longsor.

Jalan Bukittinggi-Lubukbasung Putus Total di Sungailandia, Kendaraan Tak Bisa Lewat

Jalan Bukittinggi-Lubukbasung Putus Total di Sungailandia, Kendaraan Tak Bisa Lewat

Jalan Bukittinggi-Lubukbasung putus total di kawasan Sungailandia, Agam, akibat kerusakan parah badan jalan. Arus lalu lintas lumpuh.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer