Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemko Padang dan BPBPK Sumbar Bahas Solusi 228 Sumur Bor Atasi Krisis Air Bersih

Heri Sugiarto
Penulis: Heri Sugiarto❯

Wali Kota Padang Fadly Amran saat bertemu Kepala BPBPK Sumbar Maria Doeni Isa bahas 228 sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih pascabencana.(Foto: Prokopim)
Wali Kota Padang Fadly Amran saat bertemu Kepala BPBPK Sumbar Maria Doeni Isa bahas 228 sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih pascabencana.(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar pertemuan dengan Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota.


Advertisement

Pertemuan ini digelar untuk mencari solusi atas persoalan ketersediaan air bersih yang masih dirasakan sebagian warga pascabencana.

“Alhamdulillah, pelayanan PDAM saat ini sudah mencapai sekitar 99 persen, meskipun masih terdapat kendala tekanan air di beberapa titik. Namun, bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan PDAM, kita harus menyiapkan alternatif solusinya,” jelasnya.

Salah satu opsi yang dibahas adalah pembangunan sumur bor atau sumur komunal.

Advertisement

Berdasarkan pendataan Pemko, Kota Padang membutuhkan 228 sumur bor yang tersebar di beberapa kecamatan. Rinciannya, Kuranji 36 titik, Koto Tangah 107 titik, Pauh 48 titik, dan Nanggalo 37 titik. Wali Kota berharap dukungan dari BPBPK Sumbar untuk pengadaan sumur bor sebagai solusi jangka pendek.

BPBPK Sumbar Siap Dukung Penyediaan Air Bersih

Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa, menyatakan pihaknya siap mendukung penyediaan air bersih di Kota Padang. Maria menyebut pihaknya sudah menerima laporan masyarakat terkait kekeringan di sejumlah wilayah.

“Solusi yang bisa kami bantu, pertama, meskipun suatu wilayah bukan daerah layanan PDAM, apabila sumber air terdekat memungkinkan, dapat dilakukan pemasangan pipa SPAM sebagai solusi darurat.

Kedua, pembangunan sumur bor dengan sistem penampungan (toren), seperti yang sudah kami lakukan di Padang Pariaman,” ujarnya.

Advertisement

Maria mengatakan bahwa pembangunan sumur bor harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk sistem penampungan dan sumber energi.

“Jika listrik tidak tersedia, solar panel dapat digunakan. Untuk itu, kami minta Pemko Padang menyiapkan lahan yang jelas dan menentukan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaannya,” jelas Maria.

Dengan koordinasi ini, Pemko Padang dan BPBPK Sumbar menargetkan pemenuhan kebutuhan air bersih warga secara lebih merata dan cepat, terutama bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan PDAM.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kementerian PU Pulihkan Layanan Air Minum 6.000 Sambungan Rumah di Padang Pascabanjir

Kementerian PU Pulihkan Layanan Air Minum 6.000 Sambungan Rumah di Padang Pascabanjir

Banjir Padang merusak sejumlah SPAM. Layanan 6.000 sambungan rumah terdampak di Guo Kuranji telah dipulihkan.

PLN Salurkan Sembako, Pakaian, dan Air Bersih untuk Warga Terdampak Bencana di Padang

PLN Salurkan Sembako, Pakaian, dan Air Bersih untuk Warga Terdampak Bencana di Padang

PLN UID Sumatera Barat menyalurkan sembako, pakaian, dan air bersih untuk membantu warga terdampak bencana di Guo Kuranji dan Lubuk Minturun

Accelerator IPA Gunung Pangilun Mulai Diuji, Normalisasi Aliran Air Dilakukan Bertahap

Accelerator IPA Gunung Pangilun Mulai Diuji, Normalisasi Aliran Air Dilakukan Bertahap

Accelerator IPA Gunung Pangilun mulai diuji setelah rehabilitasi rampung. Perumda Air Minum Kota Padang melakukan normalisasi aliran air

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer