Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Panas di Padang Bawa Berkah, Harga Nanas Tetap Stabil Jelang Ramadan

M
Penulis: Mengki Kurniawan❯

Salah satu lapak pedagang nanas di kawasan Jalan Koronggadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Kamis (5/2/2026).
Salah satu lapak pedagang nanas di kawasan Jalan Koronggadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Kamis (5/2/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Cuaca panas yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir membawa berkah tersendiri bagi para pedagang buah.


Advertisement

Nanas menjadi salah satu komoditas paling diminati masyarakat untuk melepas dahaga, terutama menjelang bulan suci Ramadan, Kamis (5/2/2026).

Di kawasan Jalan Koronggadang, Kecamatan Kuranji, seorang pedagang nanas bernama Tasar (74) atau yang akrab disapa Gaek, mengaku penjualan nanas mengalami peningkatan signifikan seiring cuaca terik yang menyengat.

“Kalau cuaca panas seperti ini, pembeli memang ramai. Banyak yang cari nanas untuk dimakan langsung atau dijadikan jus,” ujar Tasar.

Advertisement

Meski permintaan meningkat, Tasar memastikan harga nanas masih stabil. Saat ini, harga nanas di lapaknya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp18.500 per buah, tergantung ukuran. Menjelang Ramadan, ia menegaskan belum ada rencana menaikkan harga.

“Harga yang berlaku sekarang masih normal seperti hari-hari biasa,” tuturnya.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Tasar secara rutin mendatangkan nanas dari Dumai, Riau, setiap tiga hari sekali. Nanas asal Dumai dipilih karena kualitas dan rasanya yang dinilai cocok dengan selera warga Padang.

Advertisement

Selain melayani pembeli eceran, Tasar juga menjadi pemasok bagi pedagang keliling dan pasar tradisional di Kota Padang. Kepercayaan pelanggan yang terbangun selama bertahun-tahun membuat perputaran stok nanas di lapaknya terbilang cepat, meski persaingan antarpedagang buah semakin ketat.

Namun demikian, Tasar mengakui bahwa cuaca hujan menjadi tantangan terbesar dalam usahanya. Saat hujan, minat masyarakat terhadap buah segar cenderung menurun dan distribusi pasokan pun kerap terhambat.

Meski usianya telah memasuki kepala tujuh, semangat Tasar untuk berdagang tak pernah surut. Ia meyakini bahwa konsistensi dan keberanian menjadi modal utama agar usaha bisa bertahan di tengah dinamika pasar.

“Kunci usaha ini adalah keberanian. Kita harus siap mengambil risiko dan tetap jujur dalam berdagang. Jangan mudah menyerah walau sedang sepi,” pungkasnya optimistis.

Kisah Tasar menjadi bukti bahwa perdagangan buah lokal di Kota Padang masih cukup tangguh. Dengan harga yang relatif stabil, **nanas diprediksi tetap menjadi pilihan utama masyarakat** hingga memasuki bulan suci Ramadan. (*)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menjaga Asupan Gizi di Musim Panas

Menjaga Asupan Gizi di Musim Panas

Cuaca panas dan berdebu meningkatkan risiko ISPA. Ahli gizi menyarankan cukup cairan, protein, serta buah kaya vitamin.

Wujudkan Sejuta Harapan, Bank Mandiri Ajak Masyarakat Padang dan Bengkulu Donor Darah

Wujudkan Sejuta Harapan, Bank Mandiri Ajak Masyarakat Padang dan Bengkulu Donor Darah

Bank Mandiri bersama PMI menggelar donor darah di Padang dan Bengkulu dengan melibatkan lebih dari 290 pendonor guna mendukung stok darah.

PERADI Profesional Mulai Konsolidasi di Sumbar, Hawilli Ottaris Dipilih Pimpin DPD Padang

PERADI Profesional Mulai Konsolidasi di Sumbar, Hawilli Ottaris Dipilih Pimpin DPD Padang

PERADI Profesional mulai konsolidasi di Sumbar. Hawilli Ottaris dipilih memimpin DPD Padang sebagai langkah awal penguatan organisasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer