Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KKN Cupaktangah 8 Perkuat Ketangguhan Warga Pascabanjir

Adetio Purtama
Penulis: Adetio Purtama❯

Tim Kelompok 8 KKN Kebencanaan Cupaktangah bersama Bapak Lurah Cupaktangah dan Anggota DPRD Sumbar di Saluran Irigasi Gunung Nago.
Tim Kelompok 8 KKN Kebencanaan Cupaktangah bersama Bapak Lurah Cupaktangah dan Anggota DPRD Sumbar di Saluran Irigasi Gunung Nago.
PADEK.JAWAPOS.COM—Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pauh pada akhir bulan November 2025 kemarin memicu banjir yang merendam permukiman warga Kelurahan Cupaktangah dan Pasar Baru, terutama di sepanjang Jalan Dr. M. Hatta, hingga RT 02, akibat drainase yang menyempit, dangkal,tersumbat sampah dan lumpur serta sendimen.


Advertisement

Kondisi di lapangan, banjir bercampur lumpur merendam rumah, UMKM, jalan lingkungan, serta fasilitas umum, menyebabkan aktivitas warga terhenti dan kerugian ekonomi yang signifikan.

Kehadiran mahasiswa KKN Kebencanaan Cupaktangah 8 menjadi bagian dari upaya pemulihan melalui pendataan dampak, pembersihan lingkungan, edukasi kebencanaan, dan kajian teknis bangunan terdampak sebagai dasar penguatan ketangguhan warga pascabanjir.

Ketua Tim KKN Kebencanaan Cupaktangah 8, Febriyola, mengatakan pihaknya melakukan pendataan dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara warga untuk memperoleh gambaran riil dampak banjir.

Advertisement

“Kami mencatat puluhan warga terdampak dengan estimasi kerugian mencapai ratusan juta rupiah, terutama pada rumah dan UMKM di tepi jalan raya. Data ini kami serahkan kepada kelurahan dan pihak terkait sebagai bahan perencanaan bantuan dan pemulihan ekonomi,” ujarnya saat di lokasi, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya mendata tapi juga terlibat langsung membersihkan lumpur di rumah warga, tempat ibadah, Kantor Kerapatan Adat Nagari, serta saluran drainase bersama masyarakat.

Lurah Cupaktangah, menyebutkan hasil pendataan dan kajian teknis mahasiswa KKN, termasuk analisis kelayakan Kantor KAN yang sempat terendam hingga 70 sentimeter, akan ditindaklanjuti bersama instansi terkait.

Advertisement

“Rekomendasi pemetaan alur air, perbaikan drainase, dan penguatan kesiapsiagaan warga menjadi bahan koordinasi kami ke tingkat kota agar kejadian serupa dapat diminimalkan,” katanya.

Bersama mahasiswa KKN Kebencanaan Cupaktangah 8, warga menata kembali lingkungan, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan harapan baru.

Dari genangan yang menyisakan luka, lahir kesadaran kolektif bahwa ketangguhan tidak dibangun dalam sehari, melainkan melalui kerja bersama yang berkelanjutan.

KKN Cupaktangah 8 telah menjadi bagian dari proses itu mengukir jejak pengabdian di tengah lumpur, demi masa depan yang lebih aman, tangguh, dan bermartabat.

Ke depan, pemerintah kelurahan bersama warga dan mahasiswa akan melanjutkan edukasi pengelolaan sampah serta gotong royong rutin sebagai langkah pencegahan banjir berulang. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Satgas PRR Dorong Pemulihan Mata Pencaharian Warga Pascabanjir Berulang di Guo

Satgas PRR Dorong Pemulihan Mata Pencaharian Warga Pascabanjir Berulang di Guo

Satgas PRR mengawal pemulihan pascabanjir Guo, Padang, termasuk lahan pertanian dan usaha warga yang terdampak bencana berulang

Pascagalodo Kayu Aro, BRI Insurance Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak

Pascagalodo Kayu Aro, BRI Insurance Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak

Pascagalodo Arosuka, BRI Insurance menyalurkan bantuan sembako melalui TJSL untuk membantu warga terdampak banjir bandang Kabupaten Solok.

Karya 10 Anak Pariaman Dipamerkan di Jakarta, Seni Jadi Media Pemulihan Pascabencana

Karya 10 Anak Pariaman Dipamerkan di Jakarta, Seni Jadi Media Pemulihan Pascabencana

Sepuluh karya lukisan anak Pariaman dipamerkan di Jakarta melalui program Ekraf Peduli sebagai media ekspresi dan pemulihan pascabencana.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer