Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Ramadan, Lamang Tapai kembali Ramai Diburu Warga Padang

M
Penulis: Mengki Kurniawan❯

Salah seorang pedagang lamang tapai di kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat, Kota Padang, Minggu (8/2/2026).
Salah seorang pedagang lamang tapai di kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat, Kota Padang, Minggu (8/2/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Suasana di pelataran Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Sumatera Barat, tampak berbeda pada Minggu (8/2/2026).


Advertisement

Aroma khas bambu terbakar berpadu harum santan menyeruak di udara, menarik perhatian para pengunjung yang melintas di kawasan ikonik Kota Padang tersebut.

Di bawah terik matahari yang cerah, deretan lamang tapai tersaji rapi dan menggoda selera. Kudapan tradisional khas Minangkabau ini bukan sekadar makanan pengganjal perut, melainkan simbol tradisi yang sarat makna, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Lamang tapai merupakan perpaduan harmonis antara lamang yang gurih dan tapai yang manis-asam. Lamang dibuat dari beras ketan putih yang dimasak dengan santan di dalam bambu, sementara tapai berasal dari fermentasi ketan hitam. Kombinasi keduanya menghasilkan cita rasa khas yang sulit dilupakan, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.

Advertisement

Proses pembuatan lamang tapai terbilang unik dan membutuhkan ketelatenan. Beras ketan yang telah dibumbui dimasukkan ke dalam ruas bambu talang yang dilapisi daun pisang.

Selanjutnya, bambu dipanggang secara miring di dekat perapian selama tiga hingga lima jam. Teknik ini menuntut keahlian khusus, terutama dalam memutar bambu secara berkala agar ketan matang merata dan aroma bambu meresap sempurna.

Di kawasan Masjid Raya, gerai Lamang Tapai Syafrizal menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi. Usaha keluarga yang telah eksis sejak 2014 ini kini dikelola oleh Endang, anak dari perintis usaha tersebut.

Advertisement

Di balik meja dagang, Yulia (25), perempuan asal Solok, dengan ramah melayani para pembeli yang ingin mencicipi kuliner legendaris ini.

Menurut Yulia, minat masyarakat terhadap lamang tapai masih tergolong tinggi, terutama pada momen-momen tertentu yang dianggap sakral oleh masyarakat Minangkabau. Meski berbagai makanan modern terus bermunculan, lamang tapai tetap memiliki tempat tersendiri di hati penikmat kuliner tradisional.

“Penjualan biasanya mulai ramai menjelang puasa, Lebaran, atau saat musim durian. Karena memang sudah tradisi orang Minangkabau makan lamang di waktu-waktu itu,” ujar Yulia, Minggu (8/2/2026).

Pada hari biasa, Yulia mampu menjual lima hingga enam batang lamang. Namun, jumlah tersebut meningkat signifikan saat akhir pekan atau hari libur. Ia pun harus memulai aktivitas lebih pagi, terutama pada Sabtu dan Minggu, mulai pukul 08.00 WIB hingga menjelang Maghrib, demi melayani pembeli yang datang silih berganti.

Di balik manisnya rasa lamang tapai, tantangan nyata tetap dihadapi para pedagang. Selain faktor cuaca dan dinamika penertiban ruang publik, fluktuasi harga bahan baku menjadi kendala utama. Kenaikan harga santan dan beras ketan membuat pedagang harus cermat mengelola modal.

“Kendala utama sekarang harga bahan makin naik. Kami juga sulit menaikkan harga jual karena konsumen bisa keberatan. Jadi harus pintar-pintar mengatur modal supaya tetap bisa berjualan,” tambah Yulia.

Kehadiran pedagang lamang tapai di pusat kota menjadi oase bagi warga yang merindukan tradisi “malamang”. Meski banyak masyarakat kini tak lagi sempat memasak lamang sendiri di rumah, kuliner ini tetap hidup sebagai simbol gotong royong dan pengingat kehangatan tradisi leluhur Minangkabau, terutama dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. (cr3)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Wujudkan Sejuta Harapan, Bank Mandiri Ajak Masyarakat Padang dan Bengkulu Donor Darah

Wujudkan Sejuta Harapan, Bank Mandiri Ajak Masyarakat Padang dan Bengkulu Donor Darah

Bank Mandiri bersama PMI menggelar donor darah di Padang dan Bengkulu dengan melibatkan lebih dari 290 pendonor guna mendukung stok darah.

PERADI Profesional Mulai Konsolidasi di Sumbar, Hawilli Ottaris Dipilih Pimpin DPD Padang

PERADI Profesional Mulai Konsolidasi di Sumbar, Hawilli Ottaris Dipilih Pimpin DPD Padang

PERADI Profesional mulai konsolidasi di Sumbar. Hawilli Ottaris dipilih memimpin DPD Padang sebagai langkah awal penguatan organisasi.

Empat Koreografer Hadir di Kaba Festival 2026: Sebuah Tribute untuk Sang Maestro Ery Mefri

Empat Koreografer Hadir di Kaba Festival 2026: Sebuah Tribute untuk Sang Maestro Ery Mefri

Kaba Festival 2026 digelar 1–2 November di Padang dengan menghadirkan empat koreografer dari Indonesia dan Singapura sebagai tribute.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer