Dosen UIN Imam Bonjol Padang Jadi Penguji Eksternal Ujian Akhir Mahasantri Darul Hijrah


PADEK.JAWAPOS.COM — Dosen Ilmu Hadis Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Novizal Wendry, M.A., mendapat kehormatan sebagai penguji eksternal pada ujian akhir mahasantri Ma'had Darul Hijrah Karang Putih Batu Gadang, Lubuk Kilangan, Padang.
Rekognisi tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan lisan dan tertulis dari pimpinan pondok, Dr. (H.C.) Abuya Riswandi Al-Fadany.
Ujian akhir berlangsung di Aula Ma'had Darul Hijrah pada Senin, 20 Juli 2026.
Ma'had Miliki Program Tahfiz dan Program 'Alim
Ma'had Darul Hijrah memiliki dua kelompok program pendidikan, yaitu Program Tahfiz Al-Qur'an dan Program 'Alim.
Pada Program Tahfiz Al-Qur'an, santri difokuskan menghafal Al-Qur'an selama menempuh pendidikan di pesantren. Program tersebut berlangsung sekitar tiga tahun pendidikan formal dan satu tahun masa pengabdian.
Lulusan program ini mengikuti ujian hafalan yang dikenal sebagai Khatam Shugra dan Khatam Kubra.
Sementara itu, Program 'Alim dibagi ke dalam tiga tahapan pembelajaran.
Tahap pertama adalah I'dad atau masa persiapan selama dua tahun. Pada fase ini, santri mempelajari ilmu alat dan fikih dasar dengan tujuan mampu membaca kitab secara benar dan lancar.
Tahap kedua adalah Tafaqquh yang ditempuh selama lima tahun. Pada fase ini santri mempelajari literatur hadis, fikih, dan ushul fikih agar mampu memahami kitab-kitab klasik.
Adapun tahap ketiga adalah Dauratul Hadis selama tiga tahun yang bertujuan membekali santri dalam penguasaan dalil-dalil hadis sebagai dasar penyelesaian persoalan fikih.
Tujuh Mahasantri Ikuti Ujian Akhir
Ujian akhir diikuti oleh tujuh peserta. Dari jumlah tersebut, dua peserta merupakan lulusan Program Studi Ilmu Hadis dan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Imam Bonjol Padang.
Dalam ujian tersebut, materi yang diujikan adalah Sunan Abi Dawud Kitab al-Munakahat.
Sementara kitab syarah yang digunakan adalah Baẓlūl al-Majhūd dan 'Aun al-Ma'būd.
Seluruh peserta dinyatakan memiliki kemampuan membaca teks hadis, menerjemahkan, serta menjelaskan syarah hadis yang diujikan.
Selain itu, mereka juga mampu mengontekstualisasikan kandungan hadis dengan berbagai fenomena di masyarakat menggunakan rujukan kitab-kitab hadis.(*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




