
PADEK.JAWAPOS.COM— Memburuknya kualitas udara di Kota Padang mulai berdampak pada perdagangan masker. Permintaan masker di sejumlah toko obat melonjak sekitar 50 persen, sementara harga beberapa jenis masker naik hingga Rp5.000 per kotak.
Berdasarkan pemantauan, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Padang berada pada kisaran 214 hingga 299 dan masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya konsentrasi PM2.5 atau partikel debu halus di udara.
Kabut asap kiriman dari provinsi tetangga turut memperburuk kualitas udara, ditambah emisi dari berbagai aktivitas lokal.
Meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap paparan polusi membuat permintaan masker di sejumlah toko obat ikut meningkat.
Salah seorang pemilik toko obat, Corry, mengatakan permintaan masker saat ini mengalami kenaikan sekitar 50 persen dibandingkan kondisi normal sebelum kualitas udara memburuk.
“Masker jenis duck atau yang sering disebut masker duckbill, dari harga Rp15 ribu per kotak, sekarang naik menjadi Rp20 ribu. Untuk masker KN94 dari Rp7 ribu isi sepuluh, sekarang naik menjadi Rp10 ribu,” kata Corry, Senin (7/9/2026).
Warga Mulai Memburu Masker
Menurut Corry, lonjakan permintaan terjadi setelah Pemerintah Kota Padang mewajibkan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan menyusul memburuknya kualitas udara.
Masker kini menjadi salah satu barang yang banyak dicari warga, terutama mereka yang masih harus beraktivitas di luar rumah.
Selain masker, penjualan obat-obatan untuk mengatasi gejala flu dan batuk juga mengalami peningkatan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





