Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Bikin Warga Padang Banyak Berobat, Keluhan ISPA Naik

Randi Zulfahli
Penulis: Randi Zulfahli❯
Tiga warga melintas menggunakan sepeda motor dengan latar perbukitan di Kota Padang saat kabut asap menyelimuti wilayah tersebut, Jumat (18/9/2026).
Tiga warga melintas menggunakan sepeda motor dengan latar perbukitan di Kota Padang saat kabut asap menyelimuti wilayah tersebut, Jumat (18/9/2026).

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM– Kabut asap yang menyelimuti Kota Padang dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak pada layanan kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat tren kunjungan warga dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat dalam sepekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati mengatakan, peningkatan tersebut terjadi seiring menurunnya kualitas udara yang terpantau melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

“Jadi kalau kita lihat dengan indeks standar pencemar udara (ISPU), terkait dengan ISPU ini bahwa ada penurunan kualitas saat ini,” ujar Srikurnia kepada Padek, Jumat (18/9/2026).

Advertisement

Dinkes Padang melakukan pemetaan tren kasus ISPA dengan melihat asumsi rata-rata kunjungan di setiap puskesmas. Kota Padang memiliki 24 puskesmas yang tersebar di 11 kecamatan.

Srikurnia menjelaskan, jika satu puskesmas diasumsikan melayani 100 kunjungan pasien per hari, maka 24 puskesmas diperkirakan menerima sekitar 2.400 kunjungan setiap hari. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya merupakan kunjungan dengan keluhan ISPA.

“Jadi hampir kami sampaikan setengah dari kunjungan, ini kami sampaikan kunjungan yang datang ke puskesmas itu memang dengan keluhan ISPA,” katanya.

Advertisement

Dengan asumsi tersebut, sekitar 1.200 kunjungan per hari berkaitan dengan keluhan ISPA. Namun, angka itu merupakan estimasi berdasarkan asumsi rata-rata kunjungan, bukan jumlah kasus ISPA yang tercatat secara aktual.

“Dengan kondisi cuaca yang seperti ini kemungkinan untuk meningkat ya pasti karena memang kondisi udara yang tidak sehat akan mengganggu salah satunya itu pernafasan bagi manusia,” tuturnya.

Data yang dipantau Dinkes mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. “Semua usia, kita tarik data semua usia,” kata Srikurnia.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Padang telah menerbitkan surat edaran mitigasi dampak kabut asap yang ditandatangani Wali Kota Padang. Sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PJJ Berakhir, Murid dan Tendik di Padang Kembali Sekolah Besok dengan Wajib Bermasker

PJJ Berakhir, Murid dan Tendik di Padang Kembali Sekolah Besok dengan Wajib Bermasker

Sekolah di Padang kembali tatap muka pada 22 Oktober 2026 setelah PJJ berakhir, dengan kewajiban masker bagi murid dan tendik.

Kabut Asap, Sekolah di Padang Kembali Terapkan PJJ 19–21 Oktober

Kabut Asap, Sekolah di Padang Kembali Terapkan PJJ 19–21 Oktober

Pemko Padang memberlakukan PJJ bagi murid PAUD, SD, dan SMP pada 19–21 Oktober 2026 akibat kabut asap yang memengaruhi kualitas udara.

Kabut Asap Padang, Murid Diminta Pulang Pukul 12.00 WIB, Ekskul dan Pramuka Ditunda

Kabut Asap Padang, Murid Diminta Pulang Pukul 12.00 WIB, Ekskul dan Pramuka Ditunda

Pemko Padang memberlakukan PJJ akibat kabut asap hingga 17 Oktober 2026. Murid diminta pulang pukul 12.00 WIB dan ekskul ditunda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer