Pesantren Ramadan ini berlangsung dari 5 hingga 25 Maret 2025. Rencananya, kegiatan dibuka oleh Wali Kota Padang Fadly Amran. Namun, hingga acara pembukaan berakhir, ia tidak hadir.
Ketua Masjid Raya Al-Munawarah, Mas'oed Abidin, mengungkapkan kekecewaannya karena Wali Kota tidak datang.
"Kami sudah menunggu kehadiran Wali Kota Padang Fadly Amran. Semua peserta juga menanti, tetapi beliau tidak hadir," ujar Mas'oed Abidin, Rabu (5/3/2025).
Dalam kesempatan itu, ia berharap pesantren Ramadhan dapat melahirkan tokoh-tokoh nasional dari Sumatera Barat.
Mas’oed Abidin menyoroti ketiadaan pemimpin nasional dari Sumatera Barat setelah era tokoh besar seperti Buya Hamka, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir.
"Kita tidak lagi mampu melahirkan pemimpin nasional. Ini kecemasan kita semua. Untuk menuju Indonesia Emas, kita harus menyiapkan anak-anak yang disiplin dan berkualitas," tegasnya.
Menurutnya, Pesantren Ramadhan bisa menjadi wadah membentuk generasi yang siap menjadi pemimpin di masa depan.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, telah membuka secara resmi Pesantren Ramadhan 1446 H di Masjid Agung Nurul Iman, Jumat (21/2/2025).
Pesantren Ramadhan tahun ini mengusung tema "Membentuk Karakter Berbasis ABSSBK dalam Mencegah Perilaku Negatif Anak dan Remaja."
Maigus Nasir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program keagamaan ini.
"Pesantren Ramadhan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Program ini sejalan dengan salah satu program unggulan saya dan Wali Kota, yaitu Smart Surau," ujarnya.
Smart Surau merupakan inisiatif Pemkot Padang untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di masjid dan mushala. Program ini berbasis teknologi dan menyediakan fasilitas digital, WiFi gratis, serta ruang belajar yang nyaman bagi anak-anak. (edg)
Editor : Hendra Efison