Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, dr. Lismawati, M.Biomed., Sp.PA, memaparkan hal tersebut dalam rapat pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Padang bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Selasa (11/11).
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengapresiasi langkah RSUD dr. Rasidin dalam memperkuat mutu pelayanan. “Kami mendukung penuh langkah inovatif yang berorientasi pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu program baru RSUD dr. Rasidin untuk tahun 2026 adalah penyediaan makanan dan minuman gratis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) bagi pasien dan keluarga yang datang dalam kondisi darurat.
“Pasien IGD sering datang tanpa persiapan. Karena itu, kami sediakan makanan ringan seperti roti dan teh untuk membantu mereka,” jelas dr. Lismawati.
Selain itu, RSUD dr. Rasidin juga akan membuka layanan poli siang dan poli malam, agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu berobat. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses layanan sekaligus meningkatkan PAD.
RSUD dr. Rasidin menargetkan PAD tahun 2026 sebesar Rp50 miliar melalui inovasi pelayanan tersebut.
Untuk menjaga mutu layanan, pihak rumah sakit juga memperkuat pelatihan dan pembinaan rutin bagi tenaga medis serta memperketat pengawasan lapangan.
“Kami tidak ingin ada lagi keluarga pasien yang mendorong tempat tidur sendiri. Petugas harus sigap dan melayani dengan hati,” tegas dr. Lismawati.
Dengan berbagai inovasi dan pembenahan itu, RSUD dr. Rasidin Padang menargetkan diri menjadi rumah sakit rujukan utama yang unggul dalam pelayanan medis sekaligus humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.(yud)
Editor : Hendra Efison