Peninjauan ini dilakukan menyusul banjir besar yang melanda Kota Padang pada pekan lalu dan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas pendidikan.
Pada kunjungan tersebut, Sekda Padang memeriksa satu per satu sarana sekolah yang terdampak, mulai dari ruang belajar, halaman sekolah, hingga akses jalan menuju kawasan pendidikan tersebut.
Sebagian besar area masih dipenuhi lumpur tebal dan material sisa banjir yang mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Pemeriksaan lapangan ini menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Padang untuk menetapkan skala prioritas pemulihan sarana pendidikan di wilayah Nanggalo dan kawasan sekitarnya.
Selain meninjau kondisi fisik sekolah, rombongan juga mengecek kesiapan dukungan logistik yang tersedia bagi warga terdampak.
Dalam kunjungan itu tampak bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah tiba dua hari sebelumnya.
Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan lembaga pendidikan yang kini memasuki tahap awal pemulihan.
Kehadiran dukungan ini turut menjadi penguat semangat bagi para tenaga pendidik, siswa, dan warga sekitar yang tengah berupaya bangkit dari dampak banjir.
Kasat Pol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, yang turut mendampingi peninjauan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi persiapan menjelang aksi gotong-royong besar yang dijadwalkan digelar pada Minggu (7/12/2025).
Menurutnya, seluruh unsur pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat akan dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan kawasan pendidikan.
“Besok kita akan turun bersama seluruh unsur, baik dari OPD, Satpol PP, relawan, hingga masyarakat. Fokus kita adalah pembersihan kawasan sekolah, pengangkatan material banjir, serta membantu perbaikan fasilitas agar proses belajar mengajar dapat segera normal kembali,” ujarnya.
Satpol PP Padang bersama stakeholder terkait telah menyiapkan langkah terpadu untuk mempercepat pemulihan lingkungan pendidikan.
Pembersihan massal di SMAN 12 Padang dan sekitarnya diharapkan menjadi tahap awal pemulihan fasilitas publik agar layanan pendidikan dapat berfungsi optimal setelah terdampak bencana.(*)
Editor : Heri Sugiarto