Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan di dua lokasi pengungsian, yakni Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, serta Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Di lokasi pengungsian, rombongan Srikandi dan PIKK PLN berinteraksi langsung dengan para pengungsi, khususnya perempuan, anak-anak, dan lansia. Selain menyapa warga, tim juga melakukan pendataan kebutuhan mendesak yang diperlukan pengungsi.
Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, perlengkapan bayi, hygiene kit, serta kebutuhan khusus perempuan.
Srikandi dan PIKK PLN juga memberikan dukungan psikososial melalui komunikasi langsung dengan pengungsi dan kegiatan sederhana bersama anak-anak.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, mengatakan kehadiran PLN di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan perusahaan.
“PLN hadir untuk rakyat, tidak hanya melalui pelayanan kelistrikan, tetapi juga melalui kepedulian dan aksi nyata saat masyarakat menghadapi bencana. Srikandi dan PIKK PLN menjadi bagian dari semangat tersebut,” kata Ajrun Karim.
Ketua PIKK PLN UID Sumatera Barat, Nurike Ajrun, menyampaikan keterlibatan PIKK bertujuan untuk memastikan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak, mendapatkan perhatian yang cukup di lokasi pengungsian.
“Kami ingin para pengungsi merasa diperhatikan dan didampingi. Kehadiran kami adalah bentuk empati dan dukungan agar mereka tetap kuat dalam masa pemulihan,” ujarnya.
Salah seorang perwakilan pengungsi mengapresiasi bantuan dan kehadiran PLN di lokasi pengungsian.
Ia menilai dukungan yang diberikan membantu meringankan beban warga, baik secara fisik maupun mental.
Melalui kegiatan ini, Srikandi dan PIKK PLN UID Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam upaya penanganan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak di Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison