Langkah ini diambil sebagai antisipasi penurunan debit air pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang.
Keputusan tersebut disampaikan Ketua Pemuda RT 02 Ganangan, Budi Candra Zaharal, Senin, 12 Januari 2026.
Ikan akan dijual kepada pedagang dengan sistem penjualan per kilogram. Kebijakan ini diambil setelah banjir dan longsor melanda sejumlah kecamatan di Kota Padang beberapa minggu lalu.
Budi mengatakan kondisi cuaca ekstrem telah mengubah aliran sungai di beberapa titik. “Banyak tebing sungai runtuh, bahkan ada aliran sungai yang membentuk jalur baru dengan kedalaman yang jauh lebih dalam dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan Pemerintah Kota Padang sedang mempersiapkan pembangunan kembali tebing sungai dan batang air yang rusak.
Proses tersebut diperkirakan memengaruhi debit air yang mengalir ke aliran sekitar Mushalla Al Ihsan.
Atas kondisi itu, pemuda Ganangan sepakat menangkap ikan sebelum debit air semakin surut. “Sebagian pemuda akan melakukan penangkapan ikan, kemudian hasilnya dijual per kilo. Seluruh biaya dan hasil penjualan dilaporkan secara terbuka,” kata Budi.
Budi menambahkan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap lingkungan dan upaya menjaga transparansi organisasi.
Ia menyebut kondisi aliran Banda Kito saat ini tidak lagi menerima aliran air akibat jebolnya batang air Lambung Bukit.
“Kalau tidak segera diperbaiki tebingnya, kemungkinan aliran air ke Banda kami akan kering terus,” ujarnya.
Pemuda berharap perbaikan tebing sungai dilakukan secepatnya agar aliran air kembali normal.(CC1)
Editor : Hendra Efison