Aktivitas di pusat perdagangan terbesar di Kota Padang tersebut terpantau berjalan normal tanpa peningkatan signifikan sejak pagi hingga siang hari.
Berdasarkan pantauan di lokasi, arus lalu lintas kendaraan di jalan utama kawasan Pasar Raya Padang masih lancar dan tidak menunjukkan kemacetan panjang seperti yang kerap terjadi saat terjadi lonjakan pengunjung.
Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan kecepatan stabil, sementara area parkir di bahu jalan belum dipadati kendaraan hingga meluap ke badan jalan utama.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Hermansyah (49), juru parkir di kawasan itu, yang menyebut intensitas kendaraan sejak pagi hingga siang masih dalam kategori wajar dan hampir sama dengan hari biasa.
“Jumlah kendaraan yang parkir hampir sama saja seperti hari-hari biasanya, belum ada lonjakan yang mencolok,” ujar Hermansyah saat ditemui di sela aktivitasnya.
Meski demikian, ia memperkirakan peningkatan jumlah pengunjung baru akan terjadi menjelang sore hari, merujuk pada pola tahun-tahun sebelumnya ketika masyarakat lebih banyak keluar rumah mendekati waktu berbuka puasa.
Menurutnya, masyarakat biasanya datang untuk mencari takjil atau pabukoan serta membeli bahan masakan untuk menu berbuka, sehingga kepadatan kendaraan cenderung terjadi pada waktu yang disebut sebagai “jam kritis” menjelang magrib.
Kondisi serupa dirasakan para pedagang di dalam pasar, termasuk Maryati (54), pedagang sayur yang akrab disapa Simar, yang menyatakan penjualan pada hari pertama dan kedua Ramadhan masih tergolong stabil tanpa kenaikan signifikan dibanding hari biasa.
Ia menjelaskan bahwa karakteristik pembeli selama Ramadhan cenderung bergeser dari sisi waktu kunjungan, di mana keramaian pasar tidak lagi terjadi sejak pagi buta melainkan meningkat ketika menjelang sore hari.
“Biasanya di bulan puasa ini yang ramai itu ketika menjelang sore, karena di jam-jam itulah banyak yang mencari bahan masakan segar atau sekalian mencari takjil dan pabukoan di sekitar pasar,” katanya.
Hal serupa diungkapkan Isaf (37), pedagang buah di Pasar Raya Padang, yang menyebut lapaknya belum diserbu pembeli secara massal meskipun buah-buahan kerap menjadi pilihan utama untuk minuman berbuka.(*)
Editor : Hendra Efison