Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan sampah meluap di area penampungan yang berada di bibir sungai.
Petugas kebersihan di lokasi membenarkan adanya lonjakan kiriman sampah sejak awal Ramadan, terutama dari limbah rumah tangga berupa sisa bahan makanan dan plastik pembungkus.
“Baru masuk bulan puasa ini, kiriman sampah yang masuk meningkat sampai dua kali lipat dibanding hari biasa. Kebanyakan yang datang itu sampah rumah tangga, sisa-sisa bahan makanan dan plastik pembungkus,” ujar Sijup (54), petugas kebersihan, saat ditemui di lokasi, Selasa (24/2/2026).
Sampah dari TPS Jembatan Andalas diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin, Kota Padang.
Pengangkutan dilakukan dua kali sehari, pada pagi dan sore hari, guna mencegah penumpukan berlebih di area penampungan.
Sijup menyatakan peningkatan volume sampah membuat ritme kerja petugas menjadi lebih berat dibanding hari biasa.
“Jujur saja, saya merasa cukup kewalahan karena jumlah sampahnya sangat banyak. Apalagi sekarang kondisi sedang berpuasa, tenaga tentu tidak sekuat hari biasa, sementara sampah terus berdatangan tanpa henti,” katanya.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, keterbatasan jumlah kontainer menjadi salah satu penyebab sampah meluber hingga ke badan jalan dan mendekati bibir sungai.
Lokasi TPS yang berada di dekat aliran sungai dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran apabila sampah jatuh atau tertiup angin ke dalam air.
Petugas di lapangan mengimbau masyarakat untuk memastikan sampah dimasukkan ke dalam bak yang tersedia agar tidak berserakan di sekitar lokasi.
Lonjakan volume sampah pada awal Ramadan ini menjadi tantangan pengelolaan kebersihan di Kota Padang, khususnya di kawasan padat aktivitas seperti Jembatan Andalas, Kecamatan Padang Timur.(*)
Editor : Hendra Efison