Seorang ulama asal Arab Saudi, Syekh Abdurrahman, yang merupakan pensiunan dosen di negeri tersebut, hadir memberikan tausiyah kepada warga binaan dalam rangka safari Ramadhan yang tengah dijalaninya di Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, menyambut positif kunjungan tersebut.
Menurutnya, kehadiran Syekh Abdurrahman membawa nuansa baru yang segar dalam upaya pembinaan keagamaan bagi warga binaan, khususnya di bulan suci Ramadhan.
"Tausiyah yang disampaikan beliau berdasarkan pengalaman langsung di Arab Saudi sangat bermanfaat, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi bagi seluruh pihak yang hadir," ujar Kunrat.
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Yayasan Dar el-Iman, yang berperan sebagai penerjemah sekaligus penjembatan pesan-pesan yang disampaikan Syekh Abdurrahman kepada para warga binaan.
Kunrat mengapresiasi keterlibatan yayasan tersebut dan berharap sinergi serupa dapat terus berlanjut demi kepentingan pembinaan keagamaan di lapas.
Lebih jauh, Kunrat mengungkapkan visinya untuk memperluas program keagamaan di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan (rutan) di Sumatera Barat. Ia telah menginstruksikan agar di setiap lapas dan rutan dibentuk pesantren yang terstruktur.
"Harapan saya sederhana, yakni masuk napi, keluar santri. Dengan bekal keagamaan yang kuat, warga binaan diharapkan dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bermanfaat, dan tidak lagi melanggar hukum," tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Junaidi Rison, memastikan bahwa program pesantren di lembaganya bukan sekadar kegiatan musiman. Program tersebut telah berjalan setiap hari, terlepas dari datangnya bulan Ramadhan atau tidak.
Junaidi menjelaskan bahwa berbagai kegiatan keagamaan rutin telah menjadi bagian dari keseharian warga binaan, mulai dari belajar mengaji, membaca dan menulis Al-Qur'an, hingga pelatihan menjadi dai.
Bulan Ramadhan, menurutnya, hanyalah momentum untuk semakin menggiatkan program yang memang sudah berjalan dengan baik tersebut.
Baca Juga: Oase Kuliner Ramadhan: Pasar Baru Unand Jadi Magnet Berburu Takjil Meski Macet Mengepung
"Kami tidak perlu lagi pesantren kilat, karena pesantren kami sudah berjalan setiap hari," kata Junaidi.
Kunjungan Syekh Abdurrahman ke Lapas Kelas IIA Padang ini diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus pendorong semangat bagi seluruh warga binaan untuk terus memantapkan keagamaan mereka, serta menjadi inspirasi bagi lapas dan rutan lainnya di Sumatera Barat. (cc1)
Editor : Hendra Efison