Kegiatan yang dipusatkan di kantor lurah Belakang Pondok tersebut menyasar warga yang masuk kategori desil 1, desil 2, dan desil 3 dalam data kesejahteraan sosial. Penyaluran bantuan dilakukan menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Sebanyak 31 kepala keluarga (KK) yang telah terdata sebagai penerima mendapatkan paket sembako berupa beras dan minyak goreng. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan Bulog.
“Bantuan ini kita salurkan bersama Bulog Sumatera Barat untuk warga yang benar-benar membutuhkan, terutama yang masuk kategori desil 1 sampai desil 3,” ujarnya.
Maigus menjelaskan, proses penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data terpadu yang telah diverifikasi sehingga diharapkan tepat sasaran. Menurutnya, Pemko Padang terus berupaya memastikan bantuan sosial dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kota Padang pada tahun 2026 ditunjuk sebagai daerah percontohan nasional dalam penerapan digitalisasi bantuan sosial. Program tersebut bertujuan meningkatkan akurasi data penerima bantuan sekaligus meningkatkan transparansi dalam penyalurannya.
“Ke depan, data penerima bantuan akan berbasis digital melalui aplikasi yang disiapkan pemerintah pusat sehingga penyaluran bantuan bisa lebih transparan dan tepat sasaran,” katanya.
Program digitalisasi bantuan sosial ini direncanakan mulai dijalankan setelah Lebaran. Tahap awal akan diawali dengan bimbingan teknis sebelum masuk pada tahap implementasi penuh yang ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Dalam sistem tersebut, masyarakat nantinya dapat melakukan pendaftaran maupun pembaruan data secara mandiri melalui aplikasi yang disediakan. Namun, bagi warga yang tidak memiliki perangkat digital, pemerintah daerah telah menyiapkan skema pendampingan.
Sekitar 4.000 relawan dan agen akan dilibatkan untuk membantu masyarakat dalam proses pendataan. Jaringan masjid di Kota Padang juga akan difungsikan sebagai pusat layanan digital bagi warga yang membutuhkan bantuan dalam mengakses sistem tersebut.
Menurut Maigus, langkah digitalisasi ini juga menjadi solusi untuk memperbaiki berbagai persoalan data bantuan sosial yang selama ini kerap terjadi di lapangan, seperti ketidaktepatan sasaran penerima bantuan.
Ia mengakui masih ditemukan warga dengan kondisi ekonomi cukup mampu tetapi terdata sebagai penerima bantuan. Sebaliknya, ada pula warga kurang mampu yang belum masuk dalam data penerima.
“Melalui sistem ini semua data akan terintegrasi, mulai dari kepemilikan aset, kendaraan hingga kondisi ekonomi riil masyarakat. Dengan begitu proses verifikasi akan lebih objektif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat, R Darma Wijaya, mengatakan penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Bulog dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk penugasan dari pemerintah kepada Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat berpendapatan rendah, khususnya menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan setiap penerima bantuan pangan memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan. Untuk satu bulan alokasi diberikan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng, sehingga penyaluran dua bulan dilakukan sekaligus agar lebih efektif.
Darma Wijaya menambahkan, secara keseluruhan jumlah penerima bantuan pangan di Sumatera Barat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dengan total mendekati 600 ribu penerima.
Sementara itu, untuk Kota Padang sendiri tercatat sekitar 75 ribu masyarakat menjadi penerima bantuan pangan pada tahun ini.
Ia memastikan stok beras yang dikelola Bulog dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
“Alhamdulillah untuk stok beras kita dalam kondisi aman. Untuk tiga bulan ke depan insya Allah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan pangan, Bulog juga menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) melalui berbagai kegiatan seperti gerakan pangan murah di sejumlah daerah.
Program tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri. (yud)
Editor : Adetio Purtama