Salah satu fasilitas yang kembali ramai dikunjungi adalah Baginda Aziz Chan Youth Center yang berlokasi di Jalan Bagindo Aziz Chan. Gedung milik Pemerintah Kota Padang ini resmi kembali beroperasi pada Senin (30/3).
Pantauan Padang Ekspres di lapangan, aktivitas di dalam gedung mulai terlihat dengan kehadiran petugas serta pengunjung yang memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia.
Namun, pada hari pertama operasional, ruang kerja bersama (working space) sempat ditutup untuk umum karena digunakan oleh komunitas American Corner Padang yang bergerak di sektor ekonomi kreatif (ekraf).
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Padang, Wira Wirdanis, menjelaskan bahwa pengelolaan fasilitas di Youth Center memang memprioritaskan 17 subsektor ekonomi kreatif.
“Gedung ini memang menjadi tempat berkumpulnya anak muda, tetapi pada dasarnya tetap diprioritaskan untuk kegiatan 17 subsektor ekonomi kreatif,” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat tetap dapat menggunakan fasilitas working space saat tidak ada kegiatan komunitas. Selain itu, gedung ini juga menyediakan berbagai ruangan seperti lantai 1, ruang mini teater, dan ruang musik yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi kreatif maupun disewakan untuk kegiatan komersial.
Penggunaan fasilitas ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang retribusi pemakaian gedung. Dalam aturan tersebut, kegiatan di luar sektor ekonomi kreatif yang bersifat komersial dikenakan biaya sewa sesuai ketentuan.
Sepanjang tahun 2026, tingkat pemanfaatan fasilitas di Youth Center menunjukkan tren yang cukup tinggi. Pada Januari tercatat sebanyak 120 kali pemakaian, Februari 84 kali, sementara pada Maret terjadi penurunan penyewaan karena dominasi kegiatan ibadah selama Ramadan. Meski demikian, kunjungan ke working space tetap tinggi.
“Untuk Maret memang sewa menurun, tapi penggunaan tetap ramai. Khusus working space bahkan selalu penuh,” jelas Wira.
Untuk memanfaatkan fasilitas, komunitas atau kelompok dapat mendaftar melalui sistem “Si Buyuang” guna mengecek ketersediaan sarana dan prasarana. Setelah itu, pemohon diwajibkan mengurus administrasi dengan mengajukan surat ke Dinas Pariwisata Kota Padang untuk proses verifikasi dan penentuan jenis penggunaan.
Tingginya minat masyarakat terhadap fasilitas ini berdampak positif terhadap pendapatan daerah. Pada tahun 2025, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pengelolaan Youth Center mencapai 155 persen, menjadi yang tertinggi di Kota Padang.
“PAD kita dari Youth Center bahkan mencapai 155 persen pada 2025, tertinggi di Kota Padang,” ungkapnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Padang berencana melakukan perbaikan fasilitas guna meningkatkan kenyamanan pengunjung. Selain itu, terdapat wacana pemanfaatan gedung sebagai lokasi pesta pernikahan (baralek) untuk meningkatkan PAD, meski masih menunggu persetujuan pimpinan.
Di sisi lain, kebijakan efisiensi anggaran pada 2026 turut berdampak pada perubahan jam operasional. Jika sebelumnya gedung beroperasi hingga pukul 20.00 WIB, kini hanya dibuka dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB untuk kunjungan umum. Sementara itu, pada akhir pekan, gedung tetap dibuka khusus untuk kegiatan penyewaan.
Dengan tingginya minat masyarakat dan berbagai rencana pengembangan, Bagindo Aziz Chan Youth Center diharapkan terus menjadi pusat aktivitas kreatif anak muda sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah. (cr4)
Editor : Adetio Purtama