Bus pariwisata BA 3070 LU yang dikemudikan Meldi, 52, asal Payakumbuh berdomisili di Bukittinggi tersebut mengantarkan rombongan studi tur OSIS MTs Negeri 7 Canduang Kabupaten Agam menuju Pantai Air Manis Padang.
Meldi yang ditemui di Unit Satlantas Polres Padangpanjang, menyebut kondisi mobil sangat baik-baik saja sejak keberangkatan dari titik kumpul rombongan dijemput di SPBU Baso. Perjalanan yang dimulai sekira pukul 07.00, sempat berhenti di mess pariwisata tersebut untuk mengambil mic kebutuhan fasilitas karoke di bus.
“Perjalanan tidak ada kendala dan masalah yang terasa. Laju bus mulai dari Berangkat hingga beberapa meter dari lokasi kejadian, setir sudah tidak dapat difungsikan lagi. Bus melaju juga tidak dalam keadaan kencang, dengan posisi hanya menggunakan porseneling 4 saat itu,” terang Meldi di Mapolres Padangpanjang.
Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang guru pimpinan rombongan study tour, Wismi Netri menyebut saat itu laju bus cukup santai mulai dari keberangkatan yang disebutkannya sekira pukul 08.00 dari SPBU Baso.
Rombongan yang terdiri dari 4 guru, 37 siswa dan satu anak guru tersebut dikatakannya sangat menikmati perjalanan karena bus melaju cukup nyaman. Namun dirinya mengaku masih bersyukur, tidak ada satupun dari anggota rombongan yang mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.
“Kami masih bersyukur tidak ada anak-anak kita serta guru dan satu anak yang ikut serta mengalami luka pada peristiwa itu. Namun rencana study tour OSIS harus dibatalkan, dan kami dibantu pihak kepolisian kembali ke sekolah dengan bus pariwisata lainnya serta bus milik MAN Koto Baru,” terang Wismi melalui selularnya.
Sementara Kasat Lantas Polres Padangpanjang, Iptu Aldy Lazzuardy membenarkan telah terjadi kecelakaan di wilayah hukum Polres setempat akibat satu unit bus pariwisata mengalami kehilangan fungsi kemudi.
Berdasarkan keterangan supir dikatakan Aldy, bus yang mengangkut rombongan siswa madrasah tersebut tidak dapat dikendalikan sesaat sebelum di titik Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Hal ini diduga akbiat terjadinya kerusakan pada sambungan batang setir pada ball joint (bola setir).
“Kerusakan tersebut mengakibatkan laju bus tidak dapat dikendalikan sehingga meluncur ke arah sisi kiri dari arah Bukittinggi-Padangpanjang. Bus menabrak sedikitnya 3 unit rumah dan 1 bengkel yang tengah beroperasi pagi itu,” terang Aldy.
Akibat dari kecelakaan tersebut, Aldy menyebut terdapat 4 orang mengalami luka-luka ringan dan dilarikan ke Rumah Sakit Yarsi Padangpanjang untuk diberikan perawatan.
Hingga berita ini ditulis, Aldy mengatakan ke empat korban luka yang merupakan kernet bus, M Iqbal, 22 dan tiga lainnya pemilik kendaraan di bengkel tersebut diketahui tidak mengalami hal fatal.
“Berdasarkan keterangan pihak medis, ke empat korban hanya mengalami luka ringan yang tidak membahayakan sehingga hanya perlu observasi sebelum diperbolehkan pulang. Sedangkan kerusakan akibat kecelakaan berupa 3 rumah, 1 bengkel dan 3 unit kendaraan bermotor serta bus pariwisata, diperkirakan paling banyak Rp100 juta,” terang Aldy.
Pada kesempatan itu, Aldy mengatakan hingga saat ini pihak Unit Laka Lantas masih memintai keterangan pihak bus dan saksi untuk kepentingan penyidikan. Sementara untuk kondisi bus saat ini sudah berhasil dievakuasi dari TKP, menunggu proses derek ke Mapolres pada saat volume arus lalu lintas berkurang.
“Saat ini kita masih mendalami peristiwa dengan meminta keterangan pihak bus dan saksi, untuk kepentingan penyidikan. Sedangkan bus terkait sudah kita derek ke tempat aman di sekitaran TKP, untuk kemudian dipindahkan ke Mapolres,” pungkas Aldy. (wrd) Editor : Novitri Selvia