Pandemi Covid, Lulusan SMK SMTI Padang Tetap Diserap Dunia Industri

205

SMK SMTI Padang Tahun Pelajaran 2019/2020 kembali menelurkan 173 lulusan pada wisuda ke 53 di Pangeran Beach Hotel, Sabtu (28/11/2020).

Prosesi pelantikan lulusan tahun ini berbeda dibanding tahun sebelumnya, dimana dilakukan secara virtual dan tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Dari 173 lulusan yang diwisuda, 28 orang mengikutinya secara offline di Hotel Pangeran Beach dan 145 orang mengikuti secara virtual online.

Dengan dilantiknya 173 orang lulusan pada tahun ini, maka sejak berdirinya tanggal 10 Oktober 1966, SMK SMTI Padang telah menghasilkan lulusan sebanyak 4.393 orang.

Kegiatan wisuda tahun ini dirangkaikan secara virtual dengan Wisuda Nasional Akademik Tahun Pelajaran 2019/2020 bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, yang dilaksanakan secara serentak dengan 20 satuan pendidikan (9 Politeknik, 2 Akademi Komunitas dan 9 SMK) lingkup Kementerian Perindustrian. Wisuda Nasional BPSDMI mengambil tema “Skills For The Future” atau skil untuk masa depan.

Hasil capaian lulusan disampaikan Zulhaida Kepala SMK SMTI Padang yang diwujudkan dengan semboyan sekali dayung lima pulau terlampaui.

“Pulau pertama adalah kelulusan SMK SMTI Padang TP 2019/2020 lulus 100 persen dengan mendapatkan ijazah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Perindustrian. Pulau kedua, selain mendapatkan ijazah dari dua kementerian, lulusan SMK SMTI Padang juga mendapatkan Sertifikat Kompetensi Nasional dari LSP-P1 SMK SMTI Padang. Tahun ini karena kondisi paparan Covid-19, tidak semua siswa dapat mengikuti uji kompetensi,” jelasnya.

Dari 173 orang siswa kelas XII TP 2019/2020 yang ikut uji kompetensi nasional pada masa pandemi adalah 149 orang, dan lolos mendapatkan sertifikat kompetensi sebanyak 147 orang.

Kemudian, sebut Zulhaida, pulau ketiga yakni 69 orang lulusan mendapatkan sertifikat kompetensi Internasional bidang Kimia Industri dan Health Safety Environment (HSE) bekerja sama dengan Lembaga Internasional Vapro Belanda.

Pulau keempat, kata Zulhaida, lulusan SMK SMTI Padang juga dibekali dengan sertifikat kompetensi bahasa Inggris dan sertifikat TOEIC agar mampu bersaing di dunia kerja. Dari pelaksanaan sertifikasi kompetensi dan tes Toeic bekerja sama dengan Lembaga Bahasa Asing LBA-LIA kota Padang. Seluruh lulusan mendapatkan sertifikat TOEIC dan 59 orang mendapatkan sertifikat uji kompetensi bahasa Inggris.

Dan pulau kelima, ujar Zulhaida, hampir seluruh lulusan SMK SMTI Padang TP 2019/2020 telah terserap di Industri, perguruan tinggi dan berwirausaha dengan persentasi 97 % terdiri dari 93 orang bekerja di industri, 11 orang berwirausaha, dan 62 orang melanjutkan kuliah.

Penyerapan lulusan yang tinggi tidak terlepas dari kualitas mutu lulusan dan kerja sama SMK SMTI Padang dengan pihak industri. Dimana, sebut Zulhaida sebagai bukti tingginya serapan lulusan di masa pandemi, lulusan SMK SMTI Padang masih tetap dilirik industri besar. Salah satunya perusahaan besar daerah Cikarang yaitu PT Mayora Indah Tbk telah melakukan rekrutmen dimasa pandemi secara online di sekolah terhadap 90 orang lulusan SMK SMTI Padang dan sudah dipanggil bekerja 71 orang sebelum pelantikan lulusan. “Mudah-mudahan diakhir tahun 2020 serapan lulusan SMK SMTI Padang TP 2019/2020 dapat mencapai 100%,” ungkap Zulhaida.

Selain itu juga disampaikan prestasi SMTI Padang yaitu telah meraih penghargaan tertinggi dari Kementerian PAN RB atas pelaksanaan Zona Integritas dengan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) pertama dan satu-satunya pada tahun 2019 di lingkungan unit kerja Kementerian Perindustrian.

Sementara itu Kepala BPSDMI Kemenperin Eko S A Cahyanto dalam sambutannya secara virtual menyampaikan serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja pada tahun 2019 sebesar 81,89 persen untuk SMK dan 51,91 persen untuk perguruan tinggi. Sedangkan pada tahun 2020, serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja sebesar 75,70 persen untuk SMK dan 47,85 persen untuk perguruan tinggi. “Pencapaian tersebut tentunya didukung oleh kualitas pengajar yang baik,” tuturnya.

Para lulusan ini telah mengikuti prosedur kelulusan yang dipersyaratkan dalam bentuk ujian tulis, ujian kompetensi dan sertifikasi kompetensi walaupun di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda.

Di samping itu, dukungan BPSDMI dalam pengembangan dan peningkatan kapasitas guru vokasi di lingkungan Kemenperin dapat dilihat melalui penyediaan pelatihan-pelatihan peningkatan kompetensi yang bekerjasama dengan institusi pendidikan vokasi. Baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti Singapura, Australia dan Jepang.

“Hingga tahun-tahun mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi, dengan pemuda-pemuda produktif akan mendominasi penduduk Indonesia. Bonus demografi ini merupakan modal penting bagi kami untuk menyiapkan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing untuk mendorong percepatan hilirisasi industri demi program subtitusi impor,” tutur Eko. (adv)

Previous articleApresiasi Alumni Unand Bantu Atasi Covid-19 dan Misi Kampus Merdeka
Next articleDi Depan Wali Kota dan Mahasiswa, Fadli Zon Sampaikan Diplomasi Total