Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemko Pariaman Lestarikan Permainan Tradisional Melalui Sekolah

Hendra Efison • Senin, 10 Januari 2022 | 16:07 WIB
Murid SDN 04 Desa Batang Tajongkek Kecamatan Pariaman Selatan asik dan gembira memainkan permainan tradisional.
Murid SDN 04 Desa Batang Tajongkek Kecamatan Pariaman Selatan asik dan gembira memainkan permainan tradisional.
Pandemi Covid-19 mengakibatkan dua tahun ini kegiatan olahraga permainan tradisional tidak dilombakan baik itu di tingkat nasional, provinsi, kota/kabupaten, dan kecamatan. Namun, Disdikpora Kota Pariaman tetap mengimbau sekolah, untuk mengajarkan dan mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak didik.

“Hal ini dilakukan untuk menjaga dan melestarikan permainan tradisional supaya tetap ada dan dikenal oleh anak-anak kita. Selain itu permainan tradisional ini juga bisa mengurangi keterikatan mereka dalam bermain gadget, dan memupuk kembali adanya rasa kebersamaan, serta mempunyai sikap toleransi,” sebut Sekretaris Disdikpora Kota Pariaman, Hertati Taher, Senin (10/1).

Salah satu sekolah yang telah melaksanakan yakni SDN 04 Desa Batang Tajongkek Kecamatan Pariaman Selatan. Sekolah yang dikepalai oleh Afdhal Fuady ini sudah memulai kegiatan tersebut di awal 2022 sebagai pelajaran ekstrakurikuler.

Afdhal mengungkapkan, sangat penting memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak didik apalagi di era digital saat ini. “Untuk minggu pertama ini kami mengenalkan permainan tradisional “Badia Batuang dan Ular Naga” kepada mereka. Mereka sangat antusias mempelajari dan mencoba memainkannya,” ujar Afdhal.

Badia Batuang adalah sebuah permainan yang terbuat dari potongan bambu yang diberi lubang di tengah dan ujungnya, kemudian diberi minyak tanah dan sumbu, disulut dengan api agar mengeluarkan bunyi dentuman. Permainan ini sering dilakukan selama bulan suci Ramadan.

Kemudian untuk permainan ular naga, anak-anak memainkannya secara berkelompok. Permainan ini terdiri dari dua orang yang bertugas sebagai pintu gerbang untuk menangkap naga-naga yang dilalui oleh induk dan anak-anak naga, sambil menyanyikan lagu yang berbunyi “Ular naga panjangnya bukan kepalang, menjalar-jalar selalu riang kemari, umpan yang lezat itulah yang dicari, ini dianya yang terperangkap”, setiap saat pintu gerbang akan turun naik untuk menangkap naga yang lewat, sehingga naga-naga yang lewat akan merasakan ketakutan ketika melewati gerbang tersebut, takut apabila mereka yang tertangkap.

Afdhal menjelaskan, banyak lagi permainan tradisional yang akan mereka kenalkan ke siswa, seperti permainan gasiang, congklak, gundu batu, kelereng, enggrang, karet tali, cabur.

“Jadi anak didik kami selain hari minggu, mereka juga bisa memainkannya di jam istirahat atau di jam olahraga di sekolah, karena untuk semua jenis permainan tersebut sudah kami fasilitasi dengan menggunakan dana BOS,” tegas Afdhal. (*) Editor : Hendra Efison
#permainan tradisional #ekstrakurikuler #pariaman #SDN 04 Batang Tajongkek