Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Tembus Rp4,5 Juta, Warga Ramai-ramai Borong Emas di Pariaman

ZikriNiati ZN • Kamis, 17 April 2025 | 07:27 WIB

Harga emas 24 karat terus mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp4,5 juta per emas atau setara 2,5 gram.
Harga emas 24 karat terus mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp4,5 juta per emas atau setara 2,5 gram.
PADEK.JAWAPOS.COM—Harga emas 24 karat terus mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp4,5 juta per emas atau setara 2,5 gram. Sementara untuk emas batangan, harga saat ini menyentuh angka Rp1,8 juta per gram.

Menariknya, kenaikan harga ini justru mendorong peningkatan pembelian emas di tengah masyarakat, bukan penjualan seperti biasanya.

Di Toko Emas Murni, Pasar Pariaman, lonjakan harga emas dibarengi dengan meningkatnya omzet penjualan. Pemilik toko, Emilia, mengungkapkan dalam sepekan terakhir, penjualan emas mencapai 50 hingga 100 emas per hari.

"Iya, saat ini terjadi peningkatan penjualan emas di toko saya. Warga ramai-ramai beli emas. Bahkan banyak yang menyebut mengambil simpanan deposito di perbankan, kemudian membeli emas," ujarnya, kemarin (16/4/2025).

Peningkatan pembelian berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pedagang, karyawan, ASN hingga perantau yang masih berada di kampung.

Untuk jenis perhiasan, warga lebih banyak membeli cincin dan gelang padat, sementara kalangan muda cenderung memilih emas batangan murni untuk investasi jangka panjang.

Menurut Emilia, sekitar 80 persen konsumen membeli emas, sementara 20 persen lainnya menjual emas perhiasan karena kebutuhan mendesak seperti modal usaha dan biaya pendidikan.

Langkah warga memborong emas disebut sebagai upaya untuk mengamankan nilai uang di tengah ketidakpastian ekonomi.

Seperti yang dilakukan Endrianita (56), warga Kampungbaru, Pariaman. Ia mengambil tabungan pendidikan anaknya dan mengalihkannya ke dalam bentuk emas batangan.

"Tabungan anak direncanakan untuk biaya kuliah dua tahun lagi. Saya alihkan ke emas karena khawatir nilai rupiah turun terus," ujarnya.

Emas batangan yang dibeli disimpannya dengan aman di Safe Deposit Box (SDB) salah satu bank. Endrianita mengaku lebih nyaman dengan investasi emas karena tidak suka memakai perhiasan.

Fenomena ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), terlebih di tengah isu ekonomi yang tidak menentu. (nia)

Editor : Hendra Efison
#Harga Emas Tembus #Warga Ramai ramai Borong Emas