Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tabuik Piaman Bakal Didaftarkan ke UNESCO, Museum Kebudayaan Diresmikan di Pariaman

Randi Zulfahli • Senin, 7 Juli 2025 | 00:31 WIB

Puncak Festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik Tahun 2025 dibuka Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon di Pantai Gandoriah Pariaman, Minggu (6/7/2025).(Foto: Kominfo)
Puncak Festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik Tahun 2025 dibuka Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon di Pantai Gandoriah Pariaman, Minggu (6/7/2025).(Foto: Kominfo)
PADEK.JAWAPOS.COM-Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menghadiri Puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman Tahun 2025 di Lapangan Parkir Muaro Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Minggu (6/7/2025).

Sebelum menghadiri acara tersebut, Menteri Fadli Zon meresmikan Museum Kebudayaan di Rumah Tabuik Pasa. Museum itu menjadi museum pertama di Kota Pariaman.

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Fadli Zon tidak hanya untuk menghadiri acara puncak, tetapi juga meresmikan museum tersebut.

Dalam museum itu tertulis bahwa pelaksanaan tradisi Tabuik di Pariaman telah tercatat sejak tahun 1887.

Ia menyebut bahwa Menteri Kebudayaan dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy menyampaikan bahwa Budaya Tabuik akan didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

“Bapak Menteri Fadli Zon dan Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy menyampaikan insyaallah Budaya Tabuik ini akan didaftarkan ke UNESCO,” ujar Yota.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy mengatakan bahwa Budaya Tabuik Piaman akan didaftarkan ke UNESCO oleh Menteri Kebudayaan, karena merupakan warisan budaya Pariaman.

“Kami mengucapkan selamat kepada Kota Pariaman karena telah memiliki Museum Kebudayaan dan Bapak Menteri Kebudayaan akan menyiapkan anggaran untuk museum tersebut,” kata Vasco.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya untuk menyaksikan acara budaya, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi antara masyarakat Minang di ranah dan di rantau. “Saya melihat ada 200 ribu lebih pengunjung melihat kegiatan ini,” ujarnya.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengatakan kehadirannya sekaligus menandai komitmen pemerintah dalam pelestarian budaya nasional.

Fadli Zon menjelaskan bahwa dukungan terhadap budaya Tabuik merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto yang telah mendirikan Kementerian Kebudayaan secara terpisah.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia yang sangat kaya dari Sabang sampai Merauke, dari Nias sampai Pulau Rote.

Ia menyampaikan bahwa Budaya Hoyak Tabuik merupakan budaya yang terus diselenggarakan dari waktu ke waktu dan menjadi tradisi masyarakat.

“Ini terbukti dihadiri oleh lebih dari 200 ribu warga Kota Pariaman dan sekitarnya termasuk dari perantauan. Ini bentuk nyata penghargaan terhadap budaya sendiri dan kekayaan budaya bangsa,” tambahnya.

Fadli Zon menyebutkan bahwa pelestarian budaya merupakan langkah penting dalam menjaga identitas bangsa.

Oleh karena itu, ia menyatakan telah menyampaikan kepada Wakil Gubernur dan Wali Kota Pariaman bahwa Budaya Tabuik akan dipelajari dan diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO.

“Insyaallah Budaya Tabuik ini akan kita pelajari dan kita usulkan menjadi warisan takbenda UNESCO, dan mudah-mudahan tidak dalam waktu yang lama. Budaya kita tidak hanya kaya, tetapi juga sangat tua. Saya meyakini bahwa dalam budaya ada akulturasi dan pencampuran budaya,” jelasnya.

Fadli Zon mengapresiasi pelaksanaan acara Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2025 dan menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat menghargai budayanya sendiri.

“Kita harapkan Budaya Tabuik ini dikenal oleh masyarakat Pariaman yang berada di seluruh Indonesia dan juga dikenal dunia,” pungkasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#museum budaya #fadli zon #unesco #Menteri Kebudayaan #Wisata Tabuik #Warisan Budaya Takbenda #Yota Balad #Budaya Tabuik Piaman #Vasko Ruseimy