Dinas Pariwisata Sumbar akan Masifkan Panduan CHSE pada Kegiatan MICE

46

Bersih, sehat, selamat dan melestarikan lingkungan mungkin bukan barang baru bagi masyarakat Minangkabau. Namun, implementasinya dalam industri pariwisata perlu dilakukan reorientasi kepada pelaku wisata karena keharusan adanya bukti atau sertifikat.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial, saat pembukaan acara Sosialisasi Panduan CHSE Penyelenggaraan Kegiatan MICE, di Hotel Grand Inna Padang, Selasa (2/3/2021).

“Sosialisasi untuk pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan serta Kelestarian Lingkungan (Cleanliness, Health, Safety and Environmental sustainability) atau CHSE itu pada kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE), memang belum bisa masif dilakukan, sebab belum ada panduannya. Setelah kegiatan sosialisasi panduan CHSE ini, tentunya kita akan minta difasilitasi untuk melakukan evaluasi CHSE tersebut melalui aplikasi yang sudah disediakan untuk pelaku pariwisata,” ujar Novrial.

Progres report ini sangat penting karena Sumbar, kata Novrial, memang mengajukan diri untuk menjadi Kota MICE. 

“Kami minta peserta sosialisasi mengikuti acara ini dengan baik. Sebab, panduan SHCE ini sangat detil dan menjadi acuan bagi Asosiasi, Industri dan seluruh stakeholders MICE dalam menyelenggarakan kegiatan MICE di era New Normal,” ujarnya. 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (events) bersama Dinas Pariwisata Sumbar itu menghadirkan narasumber seperti Andi Mohan (Wakil Ketua DPP Aseprapi), yang mempresentasikan panduan CHSE. Setelah zuhur dan isoma, pemateri selanjutnya Budi Supriyanto (Kabid Strategi dan Kemitraan Wisata MICE) membeberkan soal platform MICE.ID, dan seluk-beluk international conference. (hsn)

Previous articlePariyanto: Semoga Dharmasraya di Tangan SR-Labuan Bertambah Maju
Next articleMahasiswa STMIK Jayanusa Raih Beasiswa Bangkit Kampus Merdeka