Bertemu Wako Pariaman dan Wabup Agam, Yuliandre Dorong Industri Kreatif

16

Wali Kota Pariaman Genius Umar menyambut kedatangan rombongan KPI Pusat bersama Komisioner KPI asal Sumbar Yuliandre Darwis, di Kota Pariaman, Selasa (2/8/2022).

Wali Kota Pariaman Genius Umar menjelaskan bahwa kini kota yang dipimpinnya sedang dalam program pemajuan pendidikan lewat kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi.

“Tentu dengan percepatan wajib belajar hingga perguruan tinggi di Kota Pariaman ini akan membuat siap untuk kemajuan kota Pariaman kedepan,” ujarnya.

Sementara itu, Yuliandre menyebutkan bahwa program yang diusung Wako Genius Umar adalah program masa depan yang terbaik bagi warga. Begitu juga dalam mendorong perkembangan pariwisata dan industri kreatif.

“Sebagaimana kita tahu bahwa masa depan kita ditentukan oleh anak-anak kita. Seperti yang kita lihat di Korea Selatan, bagaimana anak mudanya tumbuh berkreativitas hingga masuk menjadi kualitas mancanegara,” jelasnya didampingi Ketua KPID Sumbar Dasrul.

Saat ini Genius juga membangun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Untuk itu, saat ini banyak event-event untuk mendatangkan wisatawan serta program yang mampu menggerakan konten-konten kreator lokal agar memancanegara serta mampu mengangkat nilai kebudayaan Indonesia, khususnya Kota Pariaman.

Selain ke Pariaman, KPI Pusat juga berkunjung ke Kabupaten Agam. Dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Irwan Fikri, Yuliandre menyampaikan bahwa industri kreatif sangat menjanjikan ke depan.

Baca Juga:  Target Ratusan Ribu Wisatawan Saksikan Hoyak Tabuik Budaya Piaman 2022

“Industri kreatif mempunyai potensi besar di masa sekarang ini untuk bisa menjadi sebuah sumber pemasukan daerah, bahkan negara. Hal ini sudah dibuktikan oleh Korsel yang mampu melahirkan kiblat baru industri kreatif dunia menyaingi negara adidaya seperti Amerika Serikat,” tuturnya.

Penasihat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu juga menyebutkan, di Korea Selatan salah satu grup Boyband saja bisa menghasilkan valuasi sekitar Rp76 triliun.

“Potensi Industri kreatif ini juga terlihat di Indonesia, khususnya Kabupaten Agam. Terbukti dalam tahun ini saja, ada 2 film terbaik bangsa yang memiliki latar belakang lokasi di Kabupaten Agam, yaitu Ranah 3 Warna dan Hamka yang akan tayang,” tambahnya.

Wakil Bupati Agam Irwan Fikri saat menjamu rombongan KPI Pusat mengatakan, pihaknya¬† sebagai warga Kabupaten Agam tentu senang dengan industri kreatif yang datang dan dibuat di daerahnya. “Hal itu bisa menjadi sarana untuk mempromosikan keindahan Kabupaten Agam sebagai objek wisata nasional,” tutur Irwan.

Menurutnya, ide Yuliandre yang menggagas bangkitnya industri kreatif di daerah tentu membuka cakrawala untuk terus mengembangkan destinasi wisata Kabupaten Agam sehingga dapat dikenal lebih luas lagi.(rel)