Pesona Desa Wisata Desa Kubu Gadang, Padangpanjang

20
Edukasi Heritage. (IST)

Meski berusia relatif muda, Desa Wisata Kubu Gadang yang terletak di Kelurahan Ekorlubuk, Padangpanjang Timur berkembang pesat dan menjadi buruan kunjungan wisatawan hingga mancanegara. Seperti apa lokasinya?

Desa Wisata Kubu Gadang memberikan sensasi liburan sangat komplit. Tidak hanya garansi kesejukan dan kesegaran udara yang masih jauh dari polusi, juga memiliki beragam edukasi warisan tempo dulu (heritage). Baik berupa sejumlah pertunjukan kesenian dan permainan tradisi, juga dapat menikmati kuliner ringan dan berat saisuak (masa lalu).

Desa Wisata Kubu Gadang yang terlahir dari garapan putra daerah dimotori seorang Yuliza Zen mulai 2014 silam itu, dapat ditempuh dalam waktu singkat dengan jarak 60 kilometer dari Kota Padang dan hanya 5 kilometer dari pusat Kota Padangpanjang. Untuk dapat menikmati suasana asri Desa Wisata Kubu Gadang, pengunjung dapat mengakses menggunakan kendaraan mini bus melalui tiga akses pintu masuk. Masing-masing melalui Gerbang Ransam, Guguak Kaliliang dan Gajahtanang sebagai satu-satunya gerbang yang bisa mengakomodir pengunjung dalam jumlah besar menggunakan micro bus.

Melalui tiga pintu masuk desa tersebut, pengunjung akan langsung disuguhi pemandangan dan udara yang segar. Bentangan lahan pertanian produktif dengan kegiatan aktivitas petani tradisionalnya, akan membawa psikis wisatawan seakan hidup di masa tempo dulu. Bagi rombongan wisatawan yang menggunakan bus, hanya perlu melanjutkan dengan berjalan kaki sekira 100-150 meter untuk sampai di pusat objek wisata yang dilengkapi Touris Information Center (TIC) Kubu Gadang.

Melalui TIC, pengunjug bisa mendapatkan bejubel informasi tentang Desa Wisata Kubu Gadang dengan berbagai keunggulannya. Di antaranya seperti ketersediaan 15 unit homestay, potensi unggulan kuliner, atraksi seni dan budaya serta wisata edukasi. Termasuk salah satu keunggulan lainnya, terdapatnya Pasar Digital yang beroperasi mulai pukul 07.00-13.00 WIB setiap Minggu dan terkadang beraktivitas ketika adanya momentum kalender wisata yang dikemas khusus Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang.

Berbeda dengan pasar pada umumnya, Pasar Digital melayani transaksi jual beli dan sewa hanya menggunakan mata uang khusus Kubu Gadang yang identik dengan nominal mata uang tempo dulu. Mata uang yang terbuat berbahan kulit tersebut, memiliki dengan nilai konversi masing-masing Duo Piah (Rp2 ribu), Mos (Rp5 ribu), Sapiak (Rp10 ribu), Duo Piak (Rp20 ribu), Sasuku (Rp50 ribu) dan Satuih (Rp100 ribu).

Melalui Pasar Digital dengan alat tukar mata uang khusus tersebut, wisatawan dapat menikmati sajian kuliner tempo dulu dan menyewa pakaian tradisional dengan harga relatif juga murah. Beragam kuliner dan cemilan tempo dulu yang dapat ditemukan pengunjung, yakni seperti kalamai sagu (oyak-oyak), kacimui, lamang tapai, pical inyiak simah, jagung rebus dan katen.

Inisiator dan pengelola Desa Wisata Kubu Gadang, Yuliza Zen menyebut meski baru efektif berjalan di penghujung 2015 silam itu, objek wisata ini telah menjadi salah satu tujuan kunjungan wisatawan domestik dan manca negara. Hal ini karena spesifikasi dan keunggulan objek wisata berupa tradisonal kuliner, atraksi seni budaya dan tradisi adat Minangkabau.

Dalam menikmati kuliner, Desa Wisata Kubu Gadang menyajikan sensasi perpaduan keindahan alam dengan udaranya yang segar dan edukasi tentang adab kebudayaan Minangkabau. Pengunjung dapat menjalani santap siang dengan cara makan baradaik dan makan bajamba, serta menikmati menu khas Kubu Gadang berupa nasi kabaka dan dendeng pisang.

“Bagi pengunjung berakhir pekan dengan menginap di homestay yang dilengkapi sarana prasarana representatif, bisa menikmati sajian atraksi seni tradisional. Di antaranya berupa silek lanyah, randai dan tari serta musik tradisional. Umumnya pertunjukan ini hanya disajikan di Hari Minggu, atau dalam agenda paket wisata biro perjalanan atau tour travel,” ungkap Yuliza.

Selain memiliki pertunjukan seni tradisi, di Desa Wisata Kubu Gadang juga terdapat wisata edukasi berupa permainan tradisi, menanam padi, kesenian tradisi dan belajar masakan tradisional. Pada umumnya fasilitas tersebut banyak dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kalangan pelajar, komunitas dan kalangan masyarakat perkotaan.

“Saat ini dengan segala kelengkapan sarana yang ada, Desa Wisata Kubu Gadang telah mampu melayani paket-paket wisata. Terutama dengan ketersediaan 15 unit homestay yang terbagi dalam cluster A, B dan C, dengan harga sewa berkisar dari Rp 500 ribu hingga paling tinggi Rp1 juta per malam, termasuk layanan sarapan. Alhamdulillah dalam tahun 2020 ini, Desa Wisata Kubu Gadang akan memiliki tambahan 8 unit gazebo dan panggung hiburan portable,” tutur Yuliza.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Maiharman mengatakan Desa Wisata Kubu Gadang berada di lokasi strategis di Jalan Haji Miskin, adalah satu dari empat desa wisata yang ada di kota berjuluk Serambi Mekah dan rutin menjadi tujuan agen perjalanan membawa tamu berwisata ke tempat tersebut.

Berwisata kini tidak lagi tertuju ke museum, berkunjung ke kebun binatang atau menikmati wahana permainan di taman bermain. Berwisata sudah berkembang menjadi sesuatu yang lebih sederhana, yaitu menikmati kehidupan sehari-hari suatu masyarakat. Misal, bagi yang tinggal di perkotaan merasakan kaki terendam lumpur lalu ikut bertanam padi atau menikmati hijau perdesaan, pengalaman seperti itu yang coba diberikan pada wisatawan ketika berkunjung ke Kubu Gadang.

Dikatakannya sebagai upaya promosi dan kreativitas bersama , Kubu Gadang terus tumbuh dan berkembang dan mencoba menghadirkan atraksi lain, seperti randai, pacu upiah, paket wisata edukas bagi anak dan lainnya yang semuanya dilaksanakan di lahan sawah. Tumbuhkembangnya tingkat kunjungan wisatawan, penggiat wisata masyarakat Kubu Gadang tidak berhenti melakukan perubahan.

Saat ini dinilai objek Kubu Gadang telah menjadi salah satu ikon wisata daerah berjuluk Serambi Mekkah itu. Pada 2020 ini, Pemko Padangpanjang telah menganggarkan melalui APBD untuk pengembangan desa wisata guna penyediaan sarana gazebo dan panggung portable.

“Melalui penganggaran rutin di APBD, merupakan salah satu komitmen Pemko dalam memberikan support untuk program desa wisata sebagai agenda tahunan bidang pariwisata. Banyak atraksi hebat berupa seni tradisi serta kuliner ala kampung yang akan memanjakan wisatawan nantinya,” sebut Maiharman. (wrd)