Wakil Gubernur Kaget! Ada Lubang Jepang di Convention Hall

565

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy meninjau kelanjutan pengelolaan Convention Hall Bukit Lampu Bungus Kecamatan Teluk Kabung, Kota Padang bersama Kepala Biro Umum dan pimpinan instansi teknis terkait di lingkungan Pemprov Sumbar, Rabu (3/3/2021).

Usai peninjauan, Wagub Sumbar Audy Joinaldy meminta agar gedung tersebut bisa digunakan sebagai alternatif tempat rapat selain Auditorium Gubernuran, Ruang Rapat Kantor Gubernur. Bahkan, kalau perlu bisa dinikmati masyarakat untuk kegiatan sosial.

Peninjauan juga untuk memastikan tata kelola yang profesional bekerja sama dengan pihak-pihak yang kompeten dan berpengalaman.

“Kalau memungkinkan gedung ini juga bisa digunakan oleh masyarakat, bukan hanya pemerintah. Masyarakat juga bisa menikmati layanan pengelolaan gedung ini,” kata Audy.

Selanjutnya Wagub Sumbar beserta rombongan kembali memeriksa setiap sudut bangunan Convention Hall hingga kamar, ruang pertemuan dan parkiran.

Convention Hall yang dibangun Pemerintah Provinsi ini memiliki empat lantai. Untuk lantai 1 dan 2 tempat parkir, sementara lantai 3 ada cafe, dan lantai 4 tempat rapat.

Di lantai 4 Convention Hall, Wagub Audy Joinaldy berdiri sejenak menikmati pemandangan laut dengan barisan kapal dan perahu nelayan dekat pelabuhan. Ditambah indahnya pulau-pulau kecil di Kawasan Teluk Kabung Bungus dan Teluk Bayur.

“Gedung ini memiliki potensi yang sangat luar biasa, apabila kita manfaatkan sumber daya dan akses dengan baik. Ini sangat layak dipakai,” ucapnya.

Ia berharap gedung ini bisa digunakan untuk penyambutan tamu-tamu dari Pemprov Sumbar dengan kamar-kamar langsung menghadap ke pantai sehingga dapat dinikmati dari atas bangunan yang berdiri menjulang di Bukit Lampu tersebut.

Baca Juga:  Wako Padang Puji Marawa Beach Club, Miliki View Eksotis & Ramah Lingkungan

Di gedung ini, para tamu juga bisa menikmati live musik dengan pemandangan indah. Selain itu gedung dilengkapi delapan kamar, dan dua di antaranya untuk kamar VIP. Dua kamar VIP itu memiliki pemandangan indah dan luasnya berbeda dengan enam kamar lainnya.

“Saya inginkan gedung ini segera lebih dimaksimalkan fungsinya sebagai alternatif tempat pertemuan,” tegasnya.

Ketika menuju kawasan parkir, Wagub Audy Joinaldy sangat terkejut saat melihat ada peninggalan bersejarah yaitu lubang Jepang yang tembus sampai ke Mercusuar Bukit Lampu.

“Saya sangat terkejut ada lubang Jepang. Di sini bekas peninggalan penjajahan Jepang,” ungkapnya.

Penasaran, diapun menuju menara sistem navigasi laut (Mercusuar) karena ingin melihat langsung. Sambil berjalan menuju lubang Jepang, Kabiro Umum Setprov Sumbar Rosail Akhyari Pardomuan menceritakan sedikit sejarah Mercusuar dan lubang Jepang.

Menurutnya, Mercusuar ini telah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang digunakan untuk memantau sistem navigasi kapal.

Tanpa ragu Audy masuk menelusuri lubang yang kecil dan sempit tanpa ada penerangan, hanya menggunakan penerangan HP. Saat memasuki lubang Jepang suasananya cukup sejuk dan dingin.

Lubang Jepang ini memiliki empat pintu, dua pintu berada dalam kawasan Mercusuar. Dua pintu lagi berada di dekat rumah penduduk.

Audy Joinaldy mengatakan, sebagai tempat bersejarah sudah sepatutnya pemerintah daerah memperhatikan aset edukasi ini karena banyak dari masyarakat Kota Padang, bahkan Sumatera Barat yang belum mengetahui lokasi ini.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi daya tarik wisata untuk menjadi destinasi pariwisata Sumbar,” harapnya.(rel/idr)