Muaro Lasak, Nasib Mu Kini….

129
Potret Muaro Lasak, wisata keluarga tepi pantai Kota Padang, kondisinya kini memprihatinkan.

Kawasan wisata Muaro Lasak, Kota Padang, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Pengunjung pun sepi sekali. Tulisan ‘Muaro Lasak’ telah rusak berat. Hurufnya hilang satu, satu. Tersisa huruf M, U dan O saja. Huruf yang tersisa itupun juga mau lepas dari posisinya.

Tidak hanya itu, taman yang dulunya hijau, kini tidak tampak lagi. Hanyalah pasir pantai dan sampah berserakan menutupi paving block, tempat pedestrian pengunjung. Pasir pantai dan sampah yang menutupi pedestrian tersebut terbawa gelombang ombak dan air laut akibat abrasi pantai. Abrasi juga mengikis dan mengancam keberadaan Tugu Perdamaian.

Kondisi objek wisata itu diperparah dengan tembok dinding bertuliskan Tugu Perdamaian catnya sudah mengelupas. Termasuk juga cat ornamen-ornamen kecil yang memuat nama-nama negara peserta Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK 2016) juga mulai mengelupas.

Seorang pengunjung, Ari (33) mengaku sangat sedih melihat kondisi Muaro Lasak. Melihat kondisi taman yang rusak parah tersebut membuat Ari enggan berswafoto. Pagi tadi, ia memilih bermain bersama anaknya.

Kok seperti ini ya? Dulunya taman ini cukup indah. Saya masih simpan fotonya di laman facebook. Sekarang sudah jauh berubah, gersang. Tidak terurus,” keluh Ari yang datang bersama suami dan anaknya berlibur di RTH Muaro Lasak, Minggu pagi (1/11/2020).

Terpisah, mantan Kepala Dinas PUPR Sumbar, Suprapto, tidak memungkiri untuk perawatan RTH  Muaro Lasak memang berat. Tetapi perawatan tetap harus dilakukan oleh pemko.

Baca Juga:  Resah Pungli di Luar Jam Kunjungan, Baliho Raksasa Dipajang di Jalan Harau

Selain perawatan, pemerintah daerah juga harus secepatnya mengatasi abrasi di kawasan tersebut. Apalagi kawasan RTH Muaro Lasak sudah menjadi ikon pariwisata.

Tenaga Ahli Kementerian PUPR itu mengungkapkan, Pemprov Sumbar maupun Pemko Padang harus ada masterplan pembangunan kawasan wisata Pantai Padang.

“Instansi yang terlibat harus menyeluruh. Bappeda, Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, Dinas PUPR, BPBD, Dinas Koperasi & UKM. Termasuk asosiasi pedagang, karena wisata sukses jika masyarakat di kawasan setempat memperoleh nilai tambah,” ujar Suprapto.

Muaro Lasak terletak di Jalan Samudera, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, menjadi ikon wisata keluarga. Ruang terbuka hijau itu dibangun bersama Monumen Merpati Perdamaian—yang diresmikan Presiden Jokowi pada iven internasional Multilateral Naval Exercise Komodo, 12 April 2016 lalu.

Monumen yang menjadi tanda persahabatan dan perdamaian ke-36 negara-negara peserta MNEK, menjadi tempat favorit untuk swafoto. Objek foto favorit tentu saja monumen burung merpati yang terbuat dari metal menyerupai origami tersebut.

RTH Muaro Lasak ini selalu ramai dikunjungi wisatawan Kota Padang dan daerah luar Sumbar. RTH juga sering dijadikan lokasi penyelenggaraan berbagai iven lokal dan nasional.

Meski RTH Muaro Lasak tidak seindah dulu lagi dan sepi pengunjung, sejumlah pedagang masih bertahan di taman. Terlihat juga tenda-tenda tempat duduk santai, yang kini tanpa pengunjung. (hsn)