Kebijakan Pemerintah Harus Akomodir Dunia Pariwisata kembali Menggeliat

47
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno memimpin pertemuan via video conference dengan berbagai stakeholder kepariwisataan Sumbar di Rumah Bagonjong, Padang, Kamis (4/6/2020). (Foto Diskominfo)

Sampai dengan ditemukannya vaksin, virus korona (Covid-19) akan tetap ada. Menyikapi ini, tentu dibutuhkan kebijakan realistis dan terukur.

Hal itu diungkapkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ketika memimpin pertemuan via video conference dengan berbagai stakeholder kepariwisataan Sumbar di Rumah Bagonjong, Padang, Kamis (4/6/2020).

Menurutnya upaya-upaya dalam mengendalikan Covid-19 telah, sedang dan akan terus dilakukan.

“Penguatan sistem kesehatan, upaya tracking dan peningkatan kapasitas laboratorium terus kita dukung. Untuk tahun 2021 pun saya telah perintahkan agar alokasi anggaran penanganan Covid-19 tetap disediakan,” ungkap Gubernur.

Terkait sektor pariwisata, Gubernur mengatakan, Kota Bukittinggi telah memulai membuka sejumlah destinasi wisata unggulan. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Insya Allah sebagian besar kabupaten/kota lain akan menyusul pada 8 Juni, artinya target kita adalah produktif dan aman Covid-19,” jelasnya.

Menyikapi hal ini, Gubernur mengimbau agar seluruh pemangku kepentingan kepariwisataan seyogianya segera merumuskan konsep medical tourism secara menyeluruh.

“Menyangkut pembukaan kembali destinasi wisata, Dinas Pariwisata telah menyusun SOP-SOP yang detail,” tutur Irwan.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat, Maulana Yusran mengatakan pihaknya cukup terpukul dengan adanya wabah Covid-19.

“Ini kami cukup ngos-ngosan juga, karena tidak ada income sama sekali,” ujarnya.

Di samping memberikan sejumlah masukan, dia juga mengharapkan lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang bisa mengakomodir dunia pariwisata agar kembali menggeliat.

Hal senada diungkapkan Ketua DPD Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumbar, Ian Hanafiah. Menurutnya bagaimana merangsang wisatawan untuk kembali mengunjungi Sumatera Barat mesti dipersiapkan secara matang.

“Bagaimana mempersiapkan paket-paket wisata yang aman Covid-19, tentu dengan harapan adanya subsidi dari pemerintah,” tandasnya. (rel)