Pesona Linggai Park di Pinggir Danau Maninjau

Pesona tempa wisata Linggai Park. (IST)

Kabupaten Agam memiliki keindahan alam yang cukup komplit. Mulai dari panorama bukit barisan yang menawan, wisata bahari yang memukau dan teranyar pesona Danau Maninjau. Baru-baru ini muncul destinasi wisata Linggai Park yang konon jadi penyempurna kepingan puzzle wisata Danau Maninjau. Seperti apa kawasan ini?

Ranah Minang kini punya destinasi wisata baru yang recommended untuk liburan keluarga terutama saat weekend. Di tepian Danau Maninjau, persisnya di Kenagarian Duokoto, Kecamatan Tanjungraya, hadir Linggai Park menambah opsi liburan dengan konsep wisata keluarga dengan fasilitas lengkap untuk bermain anak-anak.

Sebagai penanda pengunjung dapat menemukan huruf besar dengan tulisan Linggai Park di pinggiran jalan Maninjau-Bukitinggi. Hanya dengan jarak sekitar 400 meter dari jalan provinsi itu, pengunjung sudah sampai di kawasan Linggai Park. Sementara dari Kota Padang, pengunjung mesti menempuh jarak 118 kilometer lewat Jalan Lintas Barat Sumatera. Jika mengambil rute dari Kota Bukittinggi, wisatawan butuh 39 kilometer perjalanan melintasi jalan Padanglua – Maninjau untuk sampai ke Linggai Park.

Tempat bermain anak-anak. (IST)

Hamparan air jernih kebiru-biruan berpadu dengan perbukitan dan hijaunya pepohonan di kawasan Danau Maninjau siap memukau siapa saja yang datang ke Linggai Park. Menawarkan keindahan landskap dari berbagai sisi, tidak akan membuat sulit pengunjung mencari sudut pengabadian momen di sekitar danau.

Ketika sore menjelang, pengunjung juga dapat menikmati atraksi gerombolan bangau pulang ke sarang. Ya, sekitar 400 meter dari dermaga Linggai Park, ada Pulau Bangau di tengah danau. Sebuah pulau kecil yang dihuni ratusan burung bangau.

Wisatawan yang ingin berkeliling di aera perairan danau dan melihat budi daya ikan keramba jaring apung atau ingin menyeberang ke Pulau Bangau, dapat menyewa perahu nelayan dengan harga yang bersahabat. Untuk paket keluarga disediakan perahu dengan sewa Rp 50 ribu atau Rp 10 ribu untuk satu orang dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak.

Gazebo ini dapat dimanfaatkan oleh pengunjung untuk beristirahat. (IST)

Bagi pengunjung yang datang dari luar daerah dan ingin menikmati malam di kawasan danau, tersedia sejumlah homestay, cottage dan hotel di salingka Danau Maninjau. Harganya bervariasi tergantung dari fasilitas yang diberikan.

”Di salingka Danau Maninjau ada sekitar 50-an homestay. Sewanya bervariatif dari Rp 100-300 ribu, hotel juga ada. Setiap penginapan menawarkan keindahan birunya air danau dikelilingi perbukitan yang membingkai,” kata Koordinator Pengelola objek wisata Linggai, Metrizon Dt. Kayo.

Wisata Linggai Park jelas Metrizon, dikelola oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam. Selain dengan suguhan eksotis Danau Maninjau, Linggai Park juga dilengkapi fasilitas seperti tempat duduk yang bagus untuk bersantai, taman bunga, air mancur dan ruang terbuka dan wahana bermain untuk anak-anak. Tersedia pula panggung atau ampiteater untuk pelaksanaan beragam iven pariwisata.

Baca Juga:  Kuliah Umum di STAI-YKI Sumbar, Wawako Hendri Galakkan Wisata Halal

Destinasi Linggai Park sendiri baru dioperasionalkan sejak Juni 2020. Semenjak dibuka umum untuk wisatawan saat tatanan new normal diterapkan, objek tepian danau itu selalu ramai pengunjung dengan rata-rata 100-400 orang per hari.

Sebelum menjadi primadona lokasi wisata keluarga, perjalanan Linggai Park menurutnya justru punya sedikit catatan sejarah yang kelam. Linggai Park yang digandrungi kekinian disebut kawasan wisata yang pernah tenggelam. Hilang bersamaan dengan pasangnya air danau.

”Objek wisata ini sejatinya sudah dirintis Pemprov Sumbar sejak tahun 80-an, di masa-masa kepopuleran Danau Maninjau. Lalu sempat mati suri karena permukaan air danau pasang. Kemudian dibangun kembali pada 2008, sempat juga terbengkalai dan dibangun lagi pada 2017 lalu. Mulai dioperasionalkan sejak juni 2020 dan sekarang masih tahap pembangunan,” bebernya.

Kemudian imbuh Metrizon, Linggai Park dibangun selain memperkaya khazanah kepariwisataan Tanah Air, Ranah Minang dan Kabupaten Agam, juga untuk menjemput kembali masa kepopuleran Danau Maninjau. Sekitar dua atau tiga dekade lalu katanya, pesona Danau Maninjau mampu membuat wisatawan domestik hingga turis mancanegara betah berlama-lama di kawasan Maninjau.

Seiring berjalan waktu, magnet Danau Maninjau di Kampung kelahiran Buya Hamka ini, perlahan kehilangan taji. Pencemaran yang dialami air danau hingga mengeluarkan bau amis yang menyengat menandai awal pudarnya keindahan alam danau yang legendaris itu. Oleh karenanya, Linggai Park yang ditata sedemikian rupa diharapkan memberi spirit baru dan jadi penyempurna bagian puzzle Danau Maninjau yang hilang.

Kepala Disparpora Agam, Syatria mengatakan, pemerintah daerah terus komit membenahi dan melengkapi fasilitas di objek wisata Linggai Park. Selain mengandalkan APBD Kabupaten, pihaknya juga berupaya mengusulkan ke pusat lewat sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengembangan dan menambah daya tarik destinasi itu.

”Di Linggai telah dibangun gazebo, taman bunga, pentas atau ampiteater. Sekarang sedang berjalan paket pembangunan talud atau dinding penahan yang dibiayai DAK Bidang Pariwisata senilai Rp 922 juta. Lokasi ini nanti dapat dijadikan sebagai dermaga wahana air setelah dilakukan penimbunan dan pengerasan. Tahun depan kita juga merencanakan bangun gazebo di kawasan pembangunan talud itu,” ujar Kadis didampingi Kabid Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata, Syukria. (putra susanto-Padang Ekspres)