Belum Dibuka, GBK Sudah Didatangi

23
Pengelola Goa Batu Kapal Solsel mulai membersihkan dan melakukan pemotongan rumput dan semak di sekitar objek wisata tersebut. (Foto: IST)

Selama pandemi Covid-19 atau korona, objek wisata alam Goa Batu Kapal (GBK) di Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan ditumbuhi semak belukar. Objek wisata itu belum dibuka untuk umum namun ramai dikunjungi masyarakat sekitar.

“Hari ini (kemarin, red) memasuki era Normal Baru, maka seluruh pengelola GBK mulai membersihkan semak dekat goa dan melakukan pemotongan rumput di lokasi parkiran,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) GBK Solok Selatan, Yuneldi, Senin (8/6).

Selama pandemi, objek wisata tersebut ditutup untuk umum sesuai anjuran pemerintah guna menghindari penularan virus di lokasi wisata.

“Nah, sudah sekitar tiga bulan tidak diurus objek wisata ditumbuhi semak belukar. Akar kayu dan rumput juga sudah menjalar ke pintu goa, ke jembatan, dan di sekitar area parkir,” ujarnya.

Untuk membuka kembali kawasan wisata alam itu untuk umum, pihaknya menunggu intruksi dari pemerintah daerah sehingga ada petunjuk teknis.

Meski belum dibuka untuk umum, masyarakat lokal di Kecamatan Sangir Balai Janggo sudah mulai berdatangan sejak Minggu (7/6/2020) untuk melihat objek wisata tersebut.

“Mereka menyebut sudah bosan di rumah, makanya datang ke sini untuk melepaskan lelah selama pandemi,” tuturnya.

Camat Sangir Balai Janggo, Muslim, membenarkan kalau objek wisata tersebut belum dibuka untuk umum. Namun beberapa hari menjelang Normal Baru pengunjung banyak berdatangan. “Kita maklumi mungkin mereka sudah bosan di rumah,” paparnya.

Muslim berharap, pengelola GBK menerapkan aturan protokol kesehatan saat ada kunjungan, seperti pengunjung harus pakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan, tidak bersalaman dan memperlihatkan surat keterangan kesehatan.

Bagi yang melaksanakan ibadah shalat di musala GBK, agar membawa peralatan shalat sendiri, seperti mukenah dan sajadah. Serta membatasi kerumunan, dalam satu rombongan. Jangan terlalu banyak masuk ke dalam goa wisata alam itu.

“New Normal adalah pemberlakuan tatanan kehidupan baru dengan tetap patuh kepada protokol kesehatan. Diharapkan semua pihak agar mematuhinya,” pungkasnya. (tno)