Wisata Alam Batulimo Padangpanjang, Sajikan Keindahan Alam Nan Asri

21
KAWASAN Batulimo di Kelurahan Silaiangatas menawarkan kesejukan alam dan kenyamanan.(IST)

Lahir dari spirit kebersamaan masyarakat sekitar, kawasan Batulimo di Kelurahan Silaiangatas, Kota Padangpanjang, kini menjelma jadi salah satu destinasi wisata alam dengan sensasi yang berbeda. Seperti apa?

Lebih dari 200 anak tangga akan menyambut setiap pengunjung setelah melalui gerbang objek wisata alam Batulimo di sisi kiri jalan lintas utama Padangpanjang-Bukittinggi yang membelah Kelurahan Silaiang Atas dan Pasar Usang di kota berjuluk Serambi Mekkah itu.

Menuruni tangga permanen berkontur landai di bawah kerindangan pepohonan dan berbalut kesejukan udaranya, menjanjikan suasana ketenangan hati setiap orang ketika menghempaskan diri duduk di belasan gazebo berbagai ukuran yang tersedia. Hal ini juga yang menginspirasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Silaiang Atas mencantolkan “kebersamaan” sebagai simbol objek wisata Batulimo.

Ketua Pokdarwis Kelurahan Silaiangatas, Jonli Romel yang akrab disapa Zikri itu menyebut Batulimo memiliki konten unik yang menjadikannya berbeda dengan objek wisata alam lain pada umumnya. Kenikmatan sanubari setiap pengunjung akan begitu damai karena selain juah dari kebisingan, juga berpayung kerindangan alam, berselimut sejuknya tiupan angin dan nina bobok senandung alam dari kicau burung serta gemercik aliran sungai.


Zikri mengatakan, objek wisata ini lahir murni dari energi kebersamaan masyarakat sekitar yang didukung jajaran pemerintah di kelurahan melalui gotong royong berkelanjutan. Disebutkan bermula pada 2018 silam, Batulimo yang terletak di bantaran sungai itu dulunya ditempuh masyarakat sekitar untuk keperluan mandi di pancuran mata air nan jernih dan sejuk.

Di sungai itu dulunya dimanfaatkan sebagai tempat pemandian kuda pacu dan bendi milik warga di lingkungan setempat. Akses masuk ke lokasi yang dilengkapi sekitar 20 anak tangga, kerap dimanfaatkan warga untuk jogging pagi guna menghirup udara segar.

Salah satunya anggota DPRD Padangpanjang, Nasrullah Nukman yang merupakan inisiator pemanfaatan potensi lahan menjadi objek wisata ini melihat adanya sejumlah dataran masih tertutupi semak belukar.

“Menilai kondisi tersebut, beliau yang akrab kami sapa Buya itu mengusulkan melalui rapat warga unutk mengolah kawasan itu menjadi representatif sebagai tempat kelompok masyarakat berkegiatan. Hal ini juga mengapung di ajang musrenbang Kelurahan pada 2018. Alhamdulillah, lahan yang tidak produktif itu diberikan izin pemilik untuk dibersihkan agar bisa dimanfaatkan,” beber Zikri.

Antusias gotong royong seluruh komponen masyarakat Silaiang Atas, diakuinya sempat terhenti beberapa bulan di awal 2020 seiring merebaknya pandemi korona. Pembenahan kawasan kembali bergulir di pertengahan tahun itu, yang juga didukung adanya program bantuan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) senilai Rp80 juta.

“Anggaran tersebut sangat bermanfaat mendukung pembenahan kawasan, yang digunakan untuk menyambung sarana akses berupa tangga permanen dengan panjang lebih kurang 200 meter. Semangat warga yang tiada henti itu, kemudian secara swadaya melahirkan ketersedian sebanyak 11 gazebo di sejumlah titik dataran,” terangnya.

Gazebo dari berbagai ukuran itu dikatakannya terbuat berbahan bambu sumbangan dari warga telah melengkapi nuansa alami yang representatif memanjakan setiap pengunjung untuk menikmati suasana kedamaian alam wisata Batulimo. Sejak dua tahun belakangan, kawasan Batulimo kerap dimanfaatkan kelompok masyarakat dan pelajar untuk berkegiatan karena sudah dilengkapi sarana mushala dan MCK.

“Sebagai mana konsep awal, wisata alam Batulimo ini dikembangkan menjadi pusat kegiatan masyarakat dan anak sekolah karena jauh dari kebisingan. Namun demikian, gubernur dan wakilnya serta Wali Kota Padangpanjang yang takjub akan potensi Batulimo, mendorong agar terus dikembangkan untuk lebih representatif lagi sebagai salah satu destinasi wisata di Sumbar,” sebut Zikri lagi.

Kondisi saat ini, wisata alam Batulimo sangat tepat menjadi pilihan untuk keluarga berakhir pekan bersama anak. Ketenangan didukung sejuknya hembusan angin, diyakini akan menciptakan momen harmonis sembari makan bersama di fasilitas gazebo. Pokdarwis Silaiangatas ini juga menyajikan kuliner unggulan bagi pengunjung berupa Nasi Sup Mak Ijal dan Nasi Kabaka, yang dapat dipesan melalui kontak person 081267157260.

Di objek wisata alam Batulimo ini selain potensi kegiatan di siang hari, dengan sarana pendukung penerangan yang sangat memadai memungkinkan untuk di malam hari. Hal ini juga didukung dengan ketersediaan sedikitnya 7 kamar homestay di lingkungan pemukiman RT 5 setempat yang tidak terlepas dari konteks “kebersamaan”.

“Berbeda dengan homestay di objek wisata lain pada umumnya, pengunjung objek wisata alam Batulimo yang menginap akan membaur dengan pemilik rumah. Terdapat satu kamar di sejumlah rumah, disediakan khusus bagi pengunjung yang akan menginap,” ungkap

Zikri sembari menyebut bentuk simbol “kebersamaan” yang diusung dalam pengembangan wisata alam Batulimo sebagai kawasan wajib senyum. Ke depannya, Zikri mengaku pengembangan wisata alam Batulimo akan dilengkapi sarana medan bapaneh, taman vertikultura buah petik dan lokasi minicamp (kamping keluarga).

Selain itu juga telah ditargetkan pembangunan tracking sepeda santai dan jogging dengan panjang rute lebih kurang 7 kilometer. Tahun depan, APBD Kota melalui program pokir DPRD akan dikucurkan sekitar Rp800 juta guna pengembangan Batulimo.

Tidak hanya menjanjikan kedamaian dan kenyamanan, Batulimo pengembangannya juga sebagai objek wisata sehat karena didukung kondisi alam yang masih terjaga asri. Di sepanjang track dan akses masuk, dilengkapi tempat duduk istirahat sembari menikmati buah petik strawberry.

“Ini tawaran Batulimo yang tidak akan ditemui pengunjung di objek wisata lainnya. Semuanya tidak berupa kemewahan dan euforia berbagai permainan, namun full alami. Termasuk menikmati kerumunan ikan larangan saat menabur makanannya di pinggiran sungai. Keindahan alamnya, menyajikan banyak pilihan spot foto bagi pengunjungan yang hobi selfie,” pungkas Zikri. (***)